The Purge (2013)
85 min|Horror, Sci-Fi, Thriller|07 Jun 2013
5.7Rating: 5.7 / 10 from 239,312 usersMetascore: 41
A wealthy family is held hostage for harboring the target of a murderous syndicate during the Purge, a 12-hour period in which any and all crime is legal.

The Purge adalah film horor thriller arahan James DeMonaco dengan dukungan produser spesialis horor, Jason Blum. Film unik ini dibintangi oleh Ethan Hawke, Lena Headley, Adelaide Kane, dan Max Burkholder. Film berbujet USD 3 juta ini, sukses meraih USD 89 juta, juga tercatat sebagai film pertama sejak tiga dekade lalu yang mampu menembus puncak box office di tahun rilisnya dengan bujet sekecil itu. Ide filmnya memang tergolong segar, yang memadukan sisi aksi dan horor dalam satu kemasan cerita yang brilian.

Sejak tahun 2014 di AS, tiap tahun pemerintah menginisiasi sebuah “jam malam” yang diistilahkan The Purge. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kriminal akibat resesi perekonomian yang demikian hebat. Pada hari The Purge, setiap orang boleh melakukan aksi dan tindak kriminal apa pun tanpa ada konsekuensi hukum. Membunuh, merampok, memperkosa, menghancurkan apapun, serta aksi kriminal lainnya legal dilakukan selama 12 jam, di mulai jam 7 malam hingga jam 7 pagi. Edan bukan. Dikisahkan cara ini teryata berhasil menekan angka kriminal dan pengangguran hingga 1%.

Delapan tahun berselang, tahun 2022, alkisah James Sandin (Hawke) adalah seorang kontraktor sistem keamanan canggih, khususnya untuk menghadapi hari The Purge. Sandin sudah mempersiapkan segalanya untuk menghadapi The Purge yang berlangsung hari ini untuk melindungi istri dan kedua anaknya. Sandin tinggal di perumahan mewah dan nyaris semua rumah di sana memiliki sistem keamanan yang ketat. Teeeeet! Alarm panjang berbunyi, menandakan dimulainya The Purge. Sandin yang mengira rumahnya bakal aman ternyata salah besar.

Baca Juga  Jumanji: Welcome to the Jungle

Tidak ada waktu rehat sepanjang film ini. Nyaris sepanjang waktu, film ini menyajikan ketegangan demi ketegangan yang semakin meningkat. Padahal film ini hanya berkisah terbatas di dalam rumah Sandin saja. Harus diakui, naskahnya mampu menjaga intensitas ketegangan dari momen ke momen. Kita tahu, rumah Sandin memiliki sekuriti maksimum, namun itu tetap tidak pernah membuat kita merasa nyaman. Jika, para anarkis tersebut masuk maka habislah keluarga Sandin. Naskahnya dengan efektif mampu mempermainkan emosi kita dengan efek kejutan dan ketegangan. Segalanya tidak bisa diprediksi dan seolah kita sungguhan masuk dalam situasi tersebut.

The Purge adalah film thriller horor – politik inventif yang mampu memberikan tensi ketegangan maksimal walau dalam ruang terbatas. The Purge memang sebuah tontonan dewasa dengan aksi sadis dan brutalnya. Walah hanya dengan ruang terbatas serta trik horor sederhana, namun pembuat film mampu mengemasnya dengan cara elegan dan hasilnya maksimal. The Purge adalah satu contoh brilian, bagaimana konsep dan ide yang segar bisa dipadu sempurna dengan teknik yang sederhana dan mampu menghasilkan sebuah tontonan yang menghibur sekaligus menegangkan.

PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel SebelumnyaFast & Furious 6
Artikel BerikutnyaThe Hunger Game: Catching Fire
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.