Willy's Wonderland (2021)
88 min|Horror, Thriller|12 Feb 2021
6.0Rating: 6.0 / 10 from 911 usersMetascore: 44
A quiet drifter is tricked into a janitorial job at the now condemned Wally's Wonderland. The mundane tasks suddenly become an all-out fight for survival against wave after wave of demonic animatronics. Fists fly, kicks land, titans clash -- and only one side will make it out alive.

Aktor Nicholas Cage yang karirnya melejit di era 90-an dan awal 2000-an setelah ia meraih Oscar, kini rupanya hanya tinggal kenangan. Satu-satunya film mainstream besar yang ia bintangi hanyalah sebagai pengisi suara film animasi laris, The Croods. Ia kini lebih banyak berperan dalam film-film medioker dengan kualitas seadanya walau kadang bukan berarti filmnya buruk. Willy’s Wonderland adalah satu di antara film yang dibintangi sang aktor yang terbilang nyeleneh.

Willy’s Wonderland adalah film horor komedi arahan sineas Kevin Lewis dengan Cage sebagai salah satu produsernya. Film berbujet USD 5 juta ini dibintangi sederetan bintang muda yang masih asing di medium film. Wonderland juga menjadi korban dari pandemi yang akhirnya rilis melalui video on demand dan pemutaran teater terbatas.

Sebuah mobil sport mewah yang dibawa pria asing (Cage) mengalami pecah ban di sebuah kota terpencil. Oleh karena pria tersebut tak membawa uang cash, ia akhirnya terpaksa bekerja semalam untuk membersihkan sebuah taman bermain tertutup bernama Willy’s Wonderland. Tak disangka ini ternyata hanyalah sebuah jebakan karena di dalamnya berisi delapan boneka pembunuh pemangsa manusia. Sayangnya, rupanya kali ini mereka memangsa orang yang salah.

Baca Juga  Buried

Sejak awal, Wonderland memang dimaksudkan sebagai tontonan hiburan murni dengan menggunakan gaya estetik “murahan”. Tapi hasilnya, sungguh di luar dugaan. Abaikan semua logika, walau hanya dengan “efek visual” seadanya dan murah, film ini mampu memberikan sajian konyol yang menghibur, khususnya karena penampilan sang bintang. Baru kali ini, tercatat sang aktor tidak mengeluarkan satu patah kata pun sepanjang filmnya. Tak ada penampilan istimewa dari Cage selain hanya bermain edan dan brutal. Sang aktor pun terlihat menikmati betul perannya termasuk saya yang menonton. Sempat terbersit, ketika sang aktor memukul brutal para boneka monster tersebut, seolah ia melimpahkan semua kekesalannya pada perjalanan karirnya yang menukik. Sejak momen ia meraih Oscar (Leaving Las Vegas) hingga perannya kini. Uniknya, perannya kurang lebih sama-sama gilanya (pemabuk).

Absurd, brutal, dan konyol, Willy’s Wonderland adalah sebuah horor B-Movies unik dengan penampilan langka dari aktor Nicholas Cage. Film ini jelas bukan untuk tontontan awam yang sekadar mencari hiburan, namun juga adalah fans genrenya (cult). Semua memang serba konyol tapi begitu menyenangkan untuk ditonton. Dalam satu adegan, Cage harus bergulat dengan satu boneka gorila yang mengingatkan adegan dalam Ed Wood (Tim Burton) ketika sang aktor tua harus berjibaku dengan seekor gurita (properti) yang ia gerak-gerakkan sendiri untuk sekadar memberikan efek gerak.

Stay safe and Healthy!

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel SebelumnyaNomadland
Artikel BerikutnyaThe Map of Tiny Perfect Things
Himawan Pratista
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.