Willy's Wonderland (2021)
88 min|Action, Comedy, Horror|12 Feb 2021
5.5Rating: 5.5 / 10 from 38,197 usersMetascore: 44
A quiet drifter is tricked into a janitorial job at the now condemned Willy's Wonderland. The mundane tasks suddenly become an all-out fight for survival against wave after wave of demonic animatronics. Fists fly, kicks land, tita...

Aktor Nicholas Cage yang karirnya melejit di era 90-an dan awal 2000-an setelah ia meraih Oscar, kini rupanya hanya tinggal kenangan. Satu-satunya film mainstream besar yang ia bintangi hanyalah sebagai pengisi suara film animasi laris, The Croods. Ia kini lebih banyak berperan dalam film-film medioker dengan kualitas seadanya walau kadang bukan berarti filmnya buruk. Willy’s Wonderland adalah satu di antara film yang dibintangi sang aktor yang terbilang nyeleneh.

Willy’s Wonderland adalah film horor komedi arahan sineas Kevin Lewis dengan Cage sebagai salah satu produsernya. Film berbujet USD 5 juta ini dibintangi sederetan bintang muda yang masih asing di medium film. Wonderland juga menjadi korban dari pandemi yang akhirnya rilis melalui video on demand dan pemutaran teater terbatas.

Sebuah mobil sport mewah yang dibawa pria asing (Cage) mengalami pecah ban di sebuah kota terpencil. Oleh karena pria tersebut tak membawa uang cash, ia akhirnya terpaksa bekerja semalam untuk membersihkan sebuah taman bermain tertutup bernama Willy’s Wonderland. Tak disangka ini ternyata hanyalah sebuah jebakan karena di dalamnya berisi delapan boneka pembunuh pemangsa manusia. Sayangnya, rupanya kali ini mereka memangsa orang yang salah.

Sejak awal, Wonderland memang dimaksudkan sebagai tontonan hiburan murni dengan menggunakan gaya estetik “murahan”. Tapi hasilnya, sungguh di luar dugaan. Abaikan semua logika, walau hanya dengan “efek visual” seadanya dan murah, film ini mampu memberikan sajian konyol yang menghibur, khususnya karena penampilan sang bintang. Baru kali ini, tercatat sang aktor tidak mengeluarkan satu patah kata pun sepanjang filmnya. Tak ada penampilan istimewa dari Cage selain hanya bermain edan dan brutal. Sang aktor pun terlihat menikmati betul perannya termasuk saya yang menonton. Sempat terbersit, ketika sang aktor memukul brutal para boneka monster tersebut, seolah ia melimpahkan semua kekesalannya pada perjalanan karirnya yang menukik. Sejak momen ia meraih Oscar (Leaving Las Vegas) hingga perannya kini. Uniknya, perannya kurang lebih sama-sama gilanya (pemabuk).

Baca Juga  The Twilight Saga: New Moon

Absurd, brutal, dan konyol, Willy’s Wonderland adalah sebuah horor B-Movies unik dengan penampilan langka dari aktor Nicholas Cage. Film ini jelas bukan untuk tontontan awam yang sekadar mencari hiburan, namun juga adalah fans genrenya (cult). Semua memang serba konyol tapi begitu menyenangkan untuk ditonton. Dalam satu adegan, Cage harus bergulat dengan satu boneka gorila yang mengingatkan adegan dalam Ed Wood (Tim Burton) ketika sang aktor tua harus berjibaku dengan seekor gurita (properti) yang ia gerak-gerakkan sendiri untuk sekadar memberikan efek gerak.

Stay safe and Healthy!

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel SebelumnyaNomadland
Artikel BerikutnyaThe Map of Tiny Perfect Things
His hobby has been watching films since childhood, and he studied film theory and history autodidactically after graduating from architectural studies. He started writing articles and reviewing films in 2006. Due to his experience, the author was drawn to become a teaching staff at the private Television and Film Academy in Yogyakarta, where he taught Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut film book, "Understanding Film," was published in 2008, which divides film art into narrative and cinematic elements. The second edition of the book, "Understanding Film," was published in 2018. This book has become a favorite reference for film and communication academics throughout Indonesia. He was also involved in writing the Montase Film Bulletin Compilation Book Vol. 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Additionally, he authored the "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). Until now, he continues to write reviews of the latest films at montasefilm.com and is actively involved in all film productions at the Montase Film Community. His short films have received high appreciation at many festivals, both local and international. Recently, his writing was included in the shortlist (top 15) of Best Film Criticism at the 2022 Indonesian Film Festival. From 2022 until now, he has also been a practitioner-lecturer for the Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts in the Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.