Robin Hood (2010)
140 min|Action, Adventure, Drama|14 May 2010
6.6Rating: 6.6 / 10 from 283,080 usersMetascore: 53
In twelfth-century England, Robin Longstride and his band of marauders confront corruption in a local village and lead an uprising against the crown that will forever alter the balance of world power.

Robin Hood merupakan film epik sejarah garapan sineas top Ridley Scott yang seperti kita tahu telah memproduksi film-film kolosal berkualitas tinggi, seperti Gladiator dan Kingdom of Heaven. Untuk filmnya kali ini, Scott kembali mengkasting aktor favoritnya, Russel Crowe didampingi oleh Cate Blanchett, William Hurt, serta aktor gaek Max Von Sydow.

Robin Longstride (Crowe) adalah seorang prajurit pemanah biasa yang ikut bertempur di Perancis bersama sang raja, King Richard, The Lion Heart. Ketika sang raja tewas, Robin bersama rekan-rekannya memutuskan untuk kembali ke Inggris. Di tengah perjalanan, Robin tak sengaja menolong para ksatria Inggris yang membawa mahkota sang raja yang disergap oleh pihak musuh namun mereka terlambat. Robin dan kawan-kawannya lalu memutuskan untuk menyamar sebagai para ksatria tersebut dengan misi sederhana untuk bisa pulang ke tanah Inggris dengan lebih mudah. Sesampainya disana ternyata segalanya tidak seperti yang ia bayangkan. Tanpa disadari Robin semakin terseret ke dalam masalah yang lebih besar yang kelak akan mengubah jalan hidupnya.

Seperti dua film epik sejarah garapan sebelumnya, Scott masih pula menampilkan kisah heroik seorang “biasa” yang menjelma menjadi seorang pahlawan besar. Sisi baik dan buruk diperlihatkan secara jelas dan tegas. Durasi cerita yang relatif panjang juga membuat sineas mampu menuturkan kisahnya dengan rinci dari sudut beberapa karakter yang berbeda. Hanya berbeda dengan dua film epik sejarah sebelumnya, Robin Hoodmampu menawarkan sebuah perspektif cerita yang berbeda. Sejak era klasik, film-film yang berkisah tentang Robin Hood selalu berkisah tentang sepak terjang bagaimana sang pahlawan membantu kaum papa dengan mencuri dari si kaya. Sementara kisah Robin Hood kali ini adalah latar belakang sang tokoh sebelum ia menjadi legenda.

Baca Juga  Scream

Berbeda dengan Gladiator dan Kingdom, tempo film ini cenderung lambat dan membosankan. Sudut pandang dari banyak karakter justru terkadang membuat cerita tak jelas karena tujuan pokoknya sendiri pun masih kabur. Plot seringkali berubah arah secara mendadak dan pihak “jahat” pun dibuat kabur antara pihak kerajaan Inggris ataukah kerajaan Perancis. Walaupun akhirnya semua pertanyaan terjawab namun tampak sekali sosok Robin terlalu “dipaksakan” untuk menjadi seorang pahlawan besar. Berbeda dengan dua film sebelumnya dimana sang tokoh menjadi pahlawan karena memang situasi yang memaksa mereka untuk bertindak.

Dibandingkan Gladiator dan khususnya Kingdom yang memiliki segmen perang berskala besar, Robin Hood memilih pendekatan yang lebih realistik. Rekayasa digital tampak minim digunakan dengan lebih banyak memperlihatkan pertarungan satu lawan satu. Walau tidak seheboh dan seramai dua film sebelumnya namun kepiawaian Scott dalam mengolah adegan-adegan aksi perang masih terlihat terutama pada segmen klimaks di pantai. Bukan masalah besar kecilnya pertempuran namun rasanya motif naratif yang lemah membuat emosi kita tidak bisa larut dalam pertempuran.

Robin Hood jelas bukan tandingan Gladiator atau Kingdom dari sisi mana pun. Adegan perang kolosal jelas kalah kelas jika dibandingkan dua film sebelumnya. Performa Crowe pun juga tidak banyak membantu terutama karena aksen Inggris yang lemah serta sosok Robin yang lebih mirip Maximus (Gladiator). Nilai lebih film ini hanyalah menawarkan perspektif cerita yang berbeda serta menyajikan panorama alam Inggris Raya nan Indah. Sekuen penutup filmnya yang manis juga sedikit menyelamatkan film ini. “Rise rise rise…”. This movie will not rise for sure.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaHow to Train Your Dragon
Artikel BerikutnyaPrince of Persia: The Sands of Time
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.