Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) merupakan film “prekuel” dari Habibie & Ainun (2012) yang sangat sukses secara komersial pada masanya. Rencananya, film ini pun juga akan ada sekuelnya. Film besutan sutradara Hanung Bramantyo ini berkisah tentang Habibie muda (Reza Rahadian) yang sedang mengenyam pendidikan di RWTH Aachen, Jerman. Di sana Habibie menghadapi berbagai macam problematika kehidupan mahasiswa diantaranya seperti masalah finansial, politik, dan kisah cintanya dengan seorang mahasiswi Jerman, Ilona (Chelsea Islan).

Dari awal hingga akhir, kita dipertontonkan berbagai macam adegan yang serba dramatis. Sejak dari awal ketika kota kelahiran Rudy kecil dibombardir pesawat sekutu, berlanjut pada ayah Rudy yang meninggal, uang kiriman Rudy yang terlambat, gejolak politik masa itu dan tentu saja kisah cintanya dengan Ilona. Semuanya bercampur-aduk dengan iringan musik yang hampir tanpa henti sepanjang film. Semuanya terasanya terkesan berlebihan. Alih-alih membuat kita trenyuh atau terinspirasi, namun justru ini membuat penonton seakan-akan kehilangan arah filmnya.

Kelemahan lain juga pada sisi cerita adalah konflik yang muncul silih-berganti kurang dikupas secara mendalam dan penyelesaian masalah pun juga terkesan instan. Sisi roman pun juga tidak jauh berbeda. Kisahnya kurang mampu menggabungkan sosok Rudy yang visioner dengan kisah cinta dengan Ilona. Konflik yang ia hadapi dalam merealisasikan ide-idenya sangat sedikit yang melibatkan Ilona sehingga seperti berjalan terpisah. Beberapa kali juga unsur religi dimasukan dalam film ini, namun lagi-lagi rasanya hanya seperti tempelan untuk lebih mengharumkan sosok Rudy itu sendiri.

Dari sisi akting Reza Rahadian menjadi yang paling menonjol. Dia sangat baik membawakan tokoh Habibie. Melalui cara bicara, gestur, mimik muka yang dengan pas dihadirkan Reza tanpa terkesan berlebihan. Chelsea Islan dan Indah Permatasari juga bermain baik meskipun tidak semenonjol Reza namun kehadiranya mereka berdua mampu memberi kesegaran dalam filmnya.

Baca Juga  Sang Pemimpi

Secara estetika, sebenarnya film ini bisa dibilang baik. Sinematografi, setting serta musiknya pun sebenarnya cukup baik bersinergi, hanya saja karena kelemahan sisi naratif membuat aspek teknis terasa terabaikan. Habibie adalah sosok besar dalam perkembangan industri dirgantara di nusantara. Sosoknya sebagai salah satu orang paling pintar di Indonesia tentunya menyisakan banyak rasa penasaran untuk lebih mengenal kehidupan pribadi sang tokoh secara mendalam. Film ini mencoba untuk menginspirasi kita melalui perjalanan hidup seorang Habibie, namun apakah ini semua dirasa sudah cukup? Atau justru kita malah balik bertanya, apa sebenarnya yang telah Habibie berikan untuk bangsa ini? Film ini belum bisa memberikan ini semua dengan baik.

WATCH TRAILER

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.