Topik: film remaja
Balas Budi | REVIEW
Balas Budi (2026) masih terjebak dalam eksekusi naskah yang lemah dan tak bernalar: walau eksplorasi estetiknya terhitung menarik. Tema balas dendam menjadi isu utama kisahnya. Twist “mulia” pada penghujung, tidak lantas mengangkat naskahnya, justru lebih tepatnya membenamkan, jika ditilik dari sisi moral.
Waktu Magrib 2 | REVIEW
Waktu Magrib 2 (2025) memperlihatkan bahwa Sidharta Tata masih gemar bereksperimen dengan bentuk dan tensi, namun kerap meninggalkan kedalaman mitologi serta dimensi psikologis karakternya di belakang. Pertanyaannya sekarang: di antara keberanian bermain-main dengan gaya dan kebutuhan membangun dunia cerita yang lebih kokoh, ke arah manakah langkah kreatifnya akan bergerak pada proyek berikutnya?
Eiffel… I’m in Love
Eiffel... I'm in Love menjadi salah satu film remaja masterpiece pada masanya karena mampu menampilkan cerita romansa yang manis didukung kasting yang menawan.
A: Aku, Benci & Cinta
Bagi Anggia, Alvaro merupakan cowok yang menyebalkan. Selain banyak gaya, Alvaro kerap gonta-ganti pacar. Alvaro yang merupakan ketua OSIS sementara Anggia adalah...



