Taken 2 (2012)
92 min|Action, Crime, Thriller|05 Oct 2012
6.2Rating: 6.2 / 10 from 320,467 usersMetascore: 45
In Istanbul, retired CIA operative Bryan Mills and his wife are taken hostage by the father of a kidnapper Mills killed while rescuing his daughter.

Apakah mungkin kejadian yang sama bisa terulang kembali? Taken 2 menggunakan formula yang nyaris mirip dengan film pertamanya dengan premis plot yang sangat konyol dan memaksa. Umat muslim kini demikian mudah menjadi favorit untuk peran-peran antagonis. Satu hal yang sangat memuakkan. Jika peran antagonis tidak diperlihatkan mereka muslim atau dari mana pun rasanya bukan menjadi masalah. Ok ok.. let’s not make this a problem and go back to the plot. Alkisah Bryan Mills (Neeson) yang tengah betugas di Istambul dikejutkan oleh kedatangan istrinya, Lenore (Janssen)dan putrinya, Kim (Grace). Di tempat lain, Murad, ayah dari salah satu penculik Kim di film pertama, bertekad membalas dendam pada Bryan dan keluarganya. Cerita selanjutnya pasti sudah bisa Anda terka.

Seperti film pertamanya kisahnya berjalan cepat ketika konflik mulai terjadi. Tidak seperti Taken yang terasa sangat menegangkan namun kali ini tanpa ketegangan yang berarti. Unsur waktu yang dulu menjadi tolak ukur kini tak lagi ada. Kim yang dulu sangat pasif (korban penculikan) kini sangat aktif mendukung jalan plotnya. Bahkan Kim yang baru belajar mengendarai mobil mendapatkan pelajaran menyetir berharga dari ayahnya. Karakter Lenore yang dulu sama sekali tidak aktif kini sedikit mendapat porsi. Sementara Bryan masih sama seperti dulu.. “what I do best, “ kata Bryan. Kill, kill, and kill. Motif cerita yang tak sekuat dulu membuat aksinya menjadi terasa hambar.

Baca Juga  The Ice Road

Taken 2 semata-mata hanya mencoba mendompleng sukses film pertamanya. Jika berhasil mungkin Taken 3 kembali dibuat dan tak perlu penulis naskah handal untuk menulis sekuelnya. Plot filmnya jelas terlihat terlalu memaksa dan tidak menghibur seperti film pertamanya. Setting di Istanbul juga tak membuat filmnya lebih menarik. Taken dibuat dengan bujet $26,5 juta dan sukses luar biasa sementara Taken 2 berbujet $80 juta. Sebuah angka yang terlalu fantastis untuk film biasa seperti ini dan menyia-nyiakan bakat aktor sekelas Neeson yang jarang tampil buruk.

PENILAIAN KAMI
Overall
55 %
Artikel SebelumnyaRumah di Seribu Ombak, Film Anak yang Terlalu Kelam
Artikel BerikutnyaBrandal-Brandal Ciliwung, Bicara Pluralisme dan Lingkungan
Hobinya menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari studi arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan mengulas film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar di Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengajar Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga tahun 2019. Buku film debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film sebagai naratif dan sinematik. Buku edisi kedua Memahami Film terbit pada tahun 2018. Buku ini menjadi referensi favorit bagi para akademisi film dan komunikasi di seluruh Indonesia. Ia juga terlibat dalam penulisan Buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol. 1-3 serta 30 Film Indonesia Terlaris 2012-2018. Ia juga menulis Buku Film Horor: Dari Caligari ke Hereditary (2023) serta Film Horor Indonesia: Bangkit Dari Kubur (2023). Hingga kini, ia masih menulis ulasan film-film terbaru di montasefilm.com dan terlibat dalam semua produksi film di Komunitas Film Montase. Film- film pendek arahannya banyak mendapat apresiasi tinggi di banyak festival, baik lokal maupun internasional. Baru lalu, tulisannya masuk dalam shortlist (15 besar) Kritik Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2022. Sejak tahun 2022 hingga kini, ia juga menjadi pengajar praktisi untuk Mata Kuliah Kritik Film dan Teori Film di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dalam Program Praktisi Mandiri.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.