takopi original sin

Warna-warni yang terang dan karakter alien yang lucu menggemaskan rupanya berhasil mengaburkan cerita yang demikian suram. Ya, meskipun desain karakter ini nampak imut dan para tokohnya sebagian besar anak-anak, tema yang disodorkan begitu berat dan gelap. Diangkat dari manga terkenal karya Taizan 5, anime ini mengangkat sosok alien yang datang ke bumi. Ia berasal dari Planet Happy. Nama aslinya adalah Nnu-Anu-Kf,  tetapi Shizuka lebih suka memanggilnya Takopi karena wujudnya yang mirip gurita.

Takopi memiliki misi menyebarkan kebahagiaan ke seluruh planet. Ia ingin membuat Shizuka,  anak kelas 4 SD yang memberinya roti itu tersenyum. Namun, Shizuka hanya tersenyum ketika bersama Chappy, anjingnya. Hingga suatu ketika Shizuka nampak babak belur. Ia beralasan sedang berselisih dengan temannya. Ketika Takopi menunjukkan peralatannya berupa pita untuk bersahabat, ia memaksa Takopi untuk memberikannya. Keesokan harinya Shizuka tak nampak. Takopi menemukannya tergantung dengan pita miliknya di rumahnya. Shizuka bunuh diri.

Takopi ibarat Doraemon dalam versi yang lebih naif. Ia tak beruntung karena misinya kali ini membuatnya terjebak di lingkungan anak-anak yang punya masalah mental dan trauma. Takopi masih mencoba memahami karakter manusia. Ia selalu ingin tahu apa yang membuat mereka bahagia dan ingin mewujudkannya. Seperti halnya Doraemon  ia juga punya banyak benda-benda unik yang punya kekuatan menarik. Ada gawai tuan selalu benar yang bisa memberikan berbagai nasihat menarik, pulpen yang mengeluarkan suara kelinci Saturnus, dan juga sayap kepak-kepak yang bisa untuk terbang.

Namun, gawai yang sering digunakan Takopi adalah kamera Happy. Kamera tersebut bisa memutar waktu sehingga Takopi mencoba melakukan berbagai cara agar Shizuka tak berujung bunuh diri. Oleh karena naif dan masih bingung dengan rumitnya persoalan manusia, peralatan Takopi malah kerap makin memperkeruh situasi. Dan seperti Doraemon, tokoh anak-anak di sini duduk di kelas empat SD. Ada Shizuka yang hendak ditolong Takopi, kemudian ada Marina yang sering merundung Shizuka, juga ada Azuma yang  bersimpati kepada Shizuka.

Baca Juga  Vivo

Serial anime yang disutradarai oleh Shinya Iino ini terdiri dari enam episode dengan durasi 21-38 menit per episodenya. Ada konsep perulangan waktu serta dua garis waktu dari sudut pandang Shizuka dan Marina, sehingga penonton harus jeli menyaksikannya. Oleh karena temanya yang berat dan suram, dengan adanya adegan seperti perundungan dan bunuh diri maka anime ini bukan untuk anak-anak. Netflix sendiri memberikan rating 18+ untuk anime ini.

Penulis sendiri terkejut ketika menyaksikan episode pertama karena tidak punya ekspektasi ataupun membaca sinopsisnya terlebih dahulu. Adegannya terlalu brutal dan suram untuk ukuran para tokohnya anak kelas 4 SD. Pada episode kesekian penulis sempat kebingungan karena ceritanya memiliki garis waktu dan sudut pandang yang berbeda. Namun, episode berikutnya memberikan penjelasan dan seperti merangkum semuanya, serta memberikan penyelesaian.

Takopi’s Original Sin menyodorkan cerita yang suram di tengah warna-warna terang dan visual menggemaskan. Pesan tentang kesehatan mental dan trauma dirupakan dalam adegan perundungan yang brutal yang dikontraskan dengan kehadiran sosok alien yang naif. Hati-hati terpicu oleh adegan kekerasan dalam anime ini.

PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaOmniscient Reader: The Prophet | REVIEW
Artikel BerikutnyaEyes of Wakanda | REVIEW
Dewi Puspasari akrab disapa Puspa atau Dewi. Minat menulis dengan topik film dimulai sejak tahun 2008. Ia pernah meraih dua kali nominasi Kompasiana Awards untuk best spesific interest karena sering menulis di rubrik film. Ia juga pernah menjadi salah satu pemenang di lomba ulas film Kemdikbud 2020, reviewer of the Month untuk penulis film di aplikasi Recome, dan pernah menjadi kontributor eksklusif untuk rubrik hiburan di UCNews. Ia juga punya beberapa buku tentang film yang dibuat keroyokan. Buku-buku tersebut adalah Sinema Indonesia Apa Kabar, Sejarah dan Perjuangan Bangsa dalam Bingkai Sinema, Antologi Skenario Film Pendek, juga Perempuan dan Sinema.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses