The 5th Wave (2016)

112 min|Action, Adventure, Sci-Fi|22 Jan 2016
5.2Rating: 5.2 / 10 from 117,229 usersMetascore: 33
Four waves of increasingly deadly alien attacks have left most of Earth in ruin. Cassie is on the run, desperately trying to save her younger brother.

Sejak sukses The Hunger Games beberapa tahun silam, genre fiksi ilmiah remaja (young adult sci-fi) memang tengah panas-panasnya, hingga muncul franchise sejenis seperti, Divergent dan The Maze Runner. Diadaptasi dari novel berjudul sama, The 5th Wave, tidak seperti franchise lainnya mencoba peruntungannya dengan menggunakan makhluk luar angkasa sebagai premisnya. Kisahnya terfokus pada karakter Cassey Sullivan (Chloe Grace Moretz), seorang remaja SMU yang tengah bahagia-bahagianya menjalani masa remaja. Kedatangan ratusan pesawat ruang angkasa ke bumi merubah segalanya. Mereka tidak langsung begitu saja menghabisi penduduk bumi namun melakukannya secara bertahap, mematikan mesin dan listrik, gempa dan tsunami besar, wabah penyakit, dan seterusnya. Kisahnya terfokus hanya pada Cassey dan adiknya bagaimana mereka bertahan hidup di tengah situasi serba sulit.

Awal kisahnya menjanjikan sesuatu yang menarik, dengan tempo cepat cerita bergerak mempersingkat waktu sejak sebelum kedatangan alien hingga munculnya gelombang pertama, kedua, dan seterusnya. Cerita berubah menjadi lambat dan membosankan justru ketika inti cerita mulai berjalan, yang terfokus pada karakter Cassey dan adiknya. Pengembangan konflik cerita pun sama sekali tidak menarik dan tidak masuk akal. Satu kelemahan besar plotnya adalah kurangnya penjelasan latar cerita sehingga menimbulkan banyak sekali pertanyaan. Jika komunikasi dengan alien tidak pernah terjadi darimana umat manusia tahu itu adalah gelombang bencana yang datang dari mereka, dan bagaimana pula mereka bisa tahu hanya ada lima gelombang? Entah cerita aslinya dari novelnya seperti ini memang masih belum jelas namun yang tidak bisa saya mengerti adalah mengapa tidak mereka habisi saja umat manusia dalam sekali gelombang. Terbukti mereka jelas punya kemampuan untuk itu. Mengapa buang-buang waktu dan tenaga.

Baca Juga  Cruella

Kelemahan cerita diatas sudah cukup membuat film ini sama sekali tidak layak tonton. Di luar premisnya yang menarik, The 5th Wave memiliki pengembangan cerita yang sangat lemah serta tidak menawarkan sesuatu yang baru, dan untuk genre sejenis, film ini adalah yang terburuk. Film ini tampak banyak memiliki kemiripan plot dengan film-film populer lain. Efek visual yang biasanya menjadi andalan film sejenis, sama sekali tidak ada yang menarik dan sudah sering kita lihat dalam film-film lain. Konon The 5th Wave adalah awal dari trilogi bagi dua film berikutnya. Saya pikir kita tidak perlu gelombang berikutnya. This is done.

Watch Video Trailer

PENILAIAN KAMI
Overall
10 %
Artikel SebelumnyaNominasi Academy Awards 2016 – Kejayaan Film Fiksi Ilmiah
Artikel BerikutnyaThe Hateful Eight
His hobby has been watching films since childhood, and he studied film theory and history autodidactically after graduating from architectural studies. He started writing articles and reviewing films in 2006. Due to his experience, the author was drawn to become a teaching staff at the private Television and Film Academy in Yogyakarta, where he taught Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut film book, "Understanding Film," was published in 2008, which divides film art into narrative and cinematic elements. The second edition of the book, "Understanding Film," was published in 2018. This book has become a favorite reference for film and communication academics throughout Indonesia. He was also involved in writing the Montase Film Bulletin Compilation Book Vol. 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Additionally, he authored the "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). Until now, he continues to write reviews of the latest films at montasefilm.com and is actively involved in all film productions at the Montase Film Community. His short films have received high appreciation at many festivals, both local and international. Recently, his writing was included in the shortlist (top 15) of Best Film Criticism at the 2022 Indonesian Film Festival. From 2022 until now, he has also been a practitioner-lecturer for the Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts in the Independent Practitioner Program.

1 TANGGAPAN

  1. Awalnya keren, cukup membuat penasaran. Terusannya jadi “apa banget”, emosi nya jugak nggak dapet, jadi semacam twilight, tapi yg ini alien setengah manusia. Dan menurutku film The 5th wave ini, action tanggung, sci-fi romantis2 khayalan banget yg kental akan bullshit nya yg bikin enek (menurut aku yaa). Kalo buat nonton di bioskop Not Recommended. Sorry…

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.