the boogeyman
The Boogeyman (2023)
98 min|Horror, Mystery, Thriller|02 Jun 2023
5.9Rating: 5.9 / 10 from 44,843 usersMetascore: 55
Still reeling from the tragic death of their mother, a teenage girl and her younger sister find themselves plagued by a sadistic presence in their house and struggle to get their grieving father to pay attention before it's too late.

The Boogeyman adalah film horor arahan Rob Savage yang diadaptasi dari kisah horor pendek karya Stephen King (1973). Film ini dibintangi oleh Sophie Thatcher, Chris Messina, Vivien Lyra Blair, dan David Dastmalchian. Walau idenya sudah ada sejak jauh sebelum pandemi, namun film ini baru diproduksi tahun 2022 dan konon awalnya akan dirilis untuk platform streaming. Kisah tentang monster di balik pintu kloset telah banyak diangkat layar lebar, adakah sesuatu yang istimewa kali ini?

Sadie (Thatcher) dan Sawyer (Blair) adalah sepasang kakak beradik yang berduka sepeninggal ibu mereka yang tewas karena kecelakaan. Demikian pula dengan sang ayah, Will Harper (Messina) yang seorang psikolog. Suatu ketika, seorang lelaki misterius datang meminta tolong untuk berkonsultasi. Melihat gelagat buruk, Will lalu menelpon polisi, namun Sadie dan ayahnya justru menemukan lelaki tersebut tergantung tewas di kloset kamar kerja ibunya. Setelahnya, peristiwa-peristiwa aneh pun terjadi. Si cilik Sawyer mulai dihantui sesosok monster seram dari balik kloset kamarnya.

Melihat alur plotnya, setidaknya terdapat beberapa film yang memiliki kemiripan, sebut saja Darkness Falls, Lights Out, The Babadook, hingga film animasi Monster Inc.. Rasa kehilangan (lost) yang menjadi poin filmnya sebenarnya bisa menjadi pijakan kuat untuk landasan kisahnya, namun sayangnya naskahnya tak mampu mengemas eksposisi sang antagonis dengan baik. Siapa sebenarnya, dan dari mana asal The Boogeyman? Apakah monster tersebut adalah entitas supernatural, alien, monster mutasi, atau semata hanya metafora? Aturan main sang monster yang menjadi pengembangan trik horornya pun tak digali dengan jelas. Ia takut cahaya, mengapa? Apakah ia bisa bergerak tanpa batasan ruang, jika iya, mengapa harus membuka pintu? Semua film horor pasti memiliki motif dan alasan jelas, mengapa dan bagaimana sang antagonis bekerja. Tanpa ini, ancaman tidak bisa kita rasakan selain hanya beberapa momen jump scare yang mengagetkan.

Baca Juga  The Map of Tiny Perfect Things

The Boogeyman adalah tipikal film horor monster kebanyakan yang merupakan persilangan beberapa film horor superior sebelumnya. Film ini tak ubahnya sosok alien yang meneror mangsanya. Jika mau bicara trauma dan kehilangan (baca: metafora), The Babadok adalah contoh paling sempurna dan naskahnya tahu persis bagaimana menggunakan sang monster untuk mengirimkan pesannya. Contoh bagus lainnya adalah film horor The Closet yang diproduksi Korea Selatan. The Boogeyman adalah film yang tanggung dari sisi penceritaan dan pesannya, sekalipun sisi teknisnya terbilang mapan. Untuk penikmat genrenya, mungkin ada baiknya menanti filmnya tersaji di platform streaming. Tak ada yang istimewa, kecuali penampilan para bintang mudanya, khususnya si kecil Vivien Lyra Blair yamg mencuri perhatian dalam nyaris semua adegannya.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
60 %
Artikel SebelumnyaFlamin’ Hot
Artikel BerikutnyaAre You There God? It’s Me Margaret
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.