The Foreigner (2017)

113 min|Action, Thriller|13 Oct 2017
7.0Rating: 7.0 / 10 from 123,246 usersMetascore: 55
A humble businessman with a buried past seeks justice when his daughter is killed in an act of terrorism. A cat-and-mouse conflict ensues with a government official, whose past may hold clues to the killers' identities.

The Foreigner merupakan film aksi thriller garapan sineas senior, Martin Campbell yang merupakan produksi patungan antara Inggris dan Cina. Film ini dibintangi dua aktor gaek kenamaan dunia film, yakni Jackie Chan dan Pierce Brosnan. Campbell kita tahu pernah mengarahkan film-film James Bond, seperti Golden Eye dan Casino Royale, dan ini adalah reuninya kembali bersama Brosnan setelah Golden Eye. So, apa yang mampu ditawarkan sineas serta aktor-aktor senior macam mereka?

Dari trailer-nya, nyaris plot utama filmnya sudah terlihat. Quan adalah seorang paruh baya asal Asia yang tinggal di London dengan damai bersama putrinya. Suatu ketika, sang putri tewas dalam peristiwa pemboman di salah satu sudut kota. Quan mencoba mencari pihak yang bertanggung jawab atas kematian putrinya, yang mengarah kepada satu sosok pejabat Inggris asal Irlandia bernama Liam Hennessy. Di luar dugaan, Quan terlibat di tengah intrik politik antara pihak Inggris – Irlandia yang telah berlangsung lama. Sementara Hennessy yang selalu diteror Quan, lambat laun menyadari jika sosok tua ini bukanlah orang biasa yang bisa diremehkan.

Plot balas dendam dan intrik politik yang memanas dua negara, masing-masing bukan hal yang baru dalam film, namun ketika keduanya digabungkan, sesuatu yang menarik muncul. Setelah separuh awal film yang bertempo lambat dan sedikit membosankan, baru setelahnya kisahnya bergerak lebih dinamis. Plotnya jelas terlalu kompleks dan amat membingungkan dengan karakter baru yang selalu bermunculan. Namun, berjalannya waktu perlahan semua mulai terkuak. Poin utama adalah balas dendam, dan film ini berbicara tentang ini. Aksi klimaks yang menegangkan di akhir, dijamin bakal mengejutkan penonton.

Baca Juga  The Last Stop in Yuma County

Dua aktor utamanya, Chan dan Brosnan adalah fokus filmnya. Walau tak istimewa, namun penampilan keduanya di penghujung karir mereka, menarik untuk ditonton. Chan bermain dalam peran serius yang amat jarang ia mainkan, dan di sini ia bermain sangat baik. Sementara Brosnan cukup menawan bermain sebagai peran yang penonton sendiri sulit untuk menerka dia di pihak mana. Chan sendiri dengan umur yang sudah uzur masih mampu melakukan aksi laga yang menguras enerji walau tak lagi sedinamis di era emasnya. Amat jarang kita melihat Chan berakting laga serius seperti di film ini.

The Foreigner merupakan kombinasi antara tema plot balas dendam dengan intrik politik yang kompleks, walau tak ada hal yang segar dan sesuai dengan level bujetnya, namun cukup memuaskan melihat dua aktor gaek senior dalam satu frame. Kisah filmnya jelas adalah hasil kompromi antara dua produsennya, khususnya Cina. Quan digambarkan sebagai sosok heroik macam Jason Bourne atau James Bond, yang rasanya bakal disenangi publik Cina. Sosok Quan yang netral (baca: tak memihak) mampu menyelesaikan masalah besar dengan caranya sendiri. Entah apakah kisah yang kompleks bakal menjadi masalah di sana. Kita lihat saja.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
60 %
Artikel SebelumnyaSekuel Avatar Akhirnya Diproduksi!
Artikel BerikutnyaPengabdi Setan
His hobby has been watching films since childhood, and he studied film theory and history autodidactically after graduating from architectural studies. He started writing articles and reviewing films in 2006. Due to his experience, the author was drawn to become a teaching staff at the private Television and Film Academy in Yogyakarta, where he taught Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut film book, "Understanding Film," was published in 2008, which divides film art into narrative and cinematic elements. The second edition of the book, "Understanding Film," was published in 2018. This book has become a favorite reference for film and communication academics throughout Indonesia. He was also involved in writing the Montase Film Bulletin Compilation Book Vol. 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Additionally, he authored the "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). Until now, he continues to write reviews of the latest films at montasefilm.com and is actively involved in all film productions at the Montase Film Community. His short films have received high appreciation at many festivals, both local and international. Recently, his writing was included in the shortlist (top 15) of Best Film Criticism at the 2022 Indonesian Film Festival. From 2022 until now, he has also been a practitioner-lecturer for the Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts in the Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.