Movie Poster
Movie Poster

Sutradara: Travis Cluff/Chris Lofing
Produser: Jason Blum/ Travis Cluff/Chris Lofing/Benjamin Forkner/Dean Schnider
Penulis Naskah: Travis Cluff/Chris Lofing
Pemain: Reese Mishler/Pfeifer Brown/Ryan Shoos/Cassidy Gifford
Sinematografi: Edd Lukas
Editing: Chris Lofing
Ilustrasi Musik: Zach Lemmon
Studio: New Line Cinema/Blumhouse Production/Management 360/Tremendum Pictures
Distributor: Warner Bros. Pictures
Durasi: 81  menit
Bujet: US$ 100.000

Film bergenre found footage kini memang tengah panas-panasnya. Sejak film fenomenal The Blair Wicth Project (1999) (baca review: https://montasefilm.com/the-blair-witch-project/) tercatat hanya sedikit film-film genre ini yang sukses kritik dan komersil, diantaranya Paranaromal Activity, REC, Cloverfield, hingga Chronicle. Silang genre mulai bervariasi namun horor masih mendominasi genre baru ini. The Gallows mencoba meramaikan pasar dengan menawarkan satu ide cerita yang unik.

Trauma pada pertunjukan teater sekolah “The Gallows”, 20 tahun rupanya lalu belum lepas dari ingatan banyak orang. Pertunjukan tersebut menelan korban seorang siswa yang secara tidak wajar benar-benar tergantung hingga tewas. Kisah filmnya mengikuti tiga orang siswa-siswi yang ingin menggangu acara tersebut dengan merusak set teater di malam harinya. Tanpa mereka sadari mereka terjebak dalam gedung bersama dengan “penunggu” teater tersebut. Selanjutnya permainan kucing-kucingan antara para korban dan pemangsa sudah menjadi tontonan standar genre ini. Ide cerita sebenarnya unik namun lubang cerita serta motif yang lemah banyak mengisi plotnya, plus ending pun tak jelas. Namun sepertinya absurdnya cerita bukan masalah bagi fans genre horor sejenis.

Secara teknis standar genre ini, The Gallows tidak ada satu terobosan apapun. Tidak ada sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya, kecuali beberapa segmen adegan di panggung pertunjukan yang membuat kita cukup bergidik. Kamera seringkali bergerak tidak karuan dan cukup membuat kepala pening namun jalan cerita masih tertata jelas dengan beberapa teknik potong silang adegan (cross cutting) juga digunakan dengan efektif. Efek kejutan memang yang diharapkan dari teknik kamera subyektif seperti ini dan beberapa shot cukup efektif membuat seisi bioskop menjerit.

Baca Juga  Star Trek Beyond

Dengan berbekal bujet hanya $100.000, The Gallows menampilkan ide cerita yang lumayan unik dan rasanya sukses untuk target penontonnya (remaja) namun tidak ada terobosan baru untuk genre sejenis. Ke depan horor berbujet murah seperti ini masih bakal sering muncul namun harapan akan ide dan cerita yang lebih berkualitas masih belum pupus dari para penikmat film. Dua bulan ke depan sutradara kenamaan M. Night Shyamalan akan mencoba peruntungan dengan genre found footage melalui film barunya, The Visit.

Movie Trailer

PENILAIAN KAMI
Total
40 %
Artikel SebelumnyaUpdate Star Wars Saga dan Anthology Series
Artikel BerikutnyaThe Ant-Man
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.