The Lego Batman Movie (2017)

104 min|Animation, Action, Adventure|10 Feb 2017
7.3Rating: 7.3 / 10 from 172,413 usersMetascore: 75
A cooler-than-ever Bruce Wayne must deal with the usual suspects as they plan to rule Gotham City, while discovering that he has accidentally adopted a teenage orphan who wishes to become his sidekick.

The Lego Batman Movie merupakan spin-off dari The Lego Movie (2014) yang merupakan awal dari franchise besar Lego movies. Film animasi ini digarap oleh Chris McKay dengan sineas film aslinya Phil Lord dan Christopher Miller bertindak sebagai produser. Sederetan aktor-aktris mengisi suara tokoh-tokohnya antara lain, Will Arnett, Zach Galifianakis, Rosario Dawson, hingga aktor senior, Ralph Fiennes.

Alkisah Batman sang superhero pelindung Kota Gotham berhasil menjadi pahlawan kembali setelah menyelamatkan kota dari kehancuran oleh Joker dan komplotannya. Bruce Wayne ditemani sang pelayan setianya, Alfred, hidup dalam trauma dan kesendiriannya di tengah segalanya yang ia miliki. Suatu ketika Barbara Gordon diangkat menjadi komisaris polisi baru mengantikan Jim, sang ayah. Barbara mengajak Batman untuk bekerja sama menumpas para penjahat namun sang superhero menolak dan ingin bekerja sendirian.

Sebelum film ini diproduksi film animasi Lego Batman serta belasan varian film Lego lainnya telah banyak diproduksi untuk home video (nonbioskop). Salah satunya Lego Batman: The Movies – DC Superheroes Unite boleh jadi adalah salah satu film animasi homevideo terbaik sehingga tidak heran jika kini diangkat ke layar lebar. Agak mengherankan memang, bukan hanya film animasi Lego namun film-film animasi superhero DC produksi WB Animation – DC Entertainment dengan puluhan filmnya menghasilkan beberapa film animasi home video yang sangat berkualitas, jauh dari versi live action-nya.  Akhirnya kini setidaknya Batman memiliki versi animasi layar lebar yang kualitasnya bahkan lebih baik dari versi home video-nya.

Baca Juga  Daybreakers

Sejak opening logo dengan selera humor sinematiknya yang tinggi sudah tampak gelagat filmnya bakal menyajikan sebuah hiburan istimewa. Lelucon konyol, ekpresi, serta polah para tokohnya adalah menu utama filmnya sejak detik pertama hingga akhir. Bagi penonton yang sebelumnya sudah akrab dengan versi animasi lego home video-nya rasanya bakal mendapatkan kepuasan lebih ketika menonton film ini. Film ini juga penuh dengan joke tribute dari beberapa film Batman versi live action sebelumnya, bahkan versi tahun 1966. Belum lagi gabungan tokoh dari universe seri populer lain, seperti The Lord of the Rings serta Harry Potter. Sebuah film animasi yang sempurna dan bahkan bisa dibilang merupakan salah satu film Batman terbaik yang pernah ada.

The Lego Batman Movies adalah film animasi yang sangat istimewa mengkombinasi sisi hiburan, pencapaian sinematik unik, serta pesan yang kuat. Film ini di luar kemasan sinematiknya yang sangat luar biasa bicara tentang trauma, keluarga, persahabatan, serta pengorbanan. Sebuah perjalanan spritual sang Batman untuk menghadapi ketakutan terbesar dalam dirinya. Sebuah solusi masalah yang tak akan bisa muncul dalam versi live action-nya. Piala Oscar untuk film animasi terbaik? The Lego Batman Movies menjadi kandidat yang sangat kuat tahun depan.
WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
100 %
Artikel SebelumnyaJohn Wick: Chapter 2
Artikel BerikutnyaLion
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.