Film seri James Bond tidak pernah lepas dari sensasi kehadiran karakter Bond Girl. Perempuan cantik dan seksi selalu hadir baik sebagai pendamping maupun musuh James Bond. Para pemerannya pun biasanya mendapatkan popularitas dan kemajuan karir yang pesat setelah bermain dalam film-film James Bond. Sebut saja Ursula Andress (Dr. No), Famke Janssen (GoldenEye), dan Rosamund Pike (Die Another Day) adalah beberapa nama yang mendapatkan spotlight setelah berperan sebagai Bond Girl. Bond Girl diperankan oleh para aktris dari berbagai negara dengan ras yang juga berbeda-beda.

Secara umum, karakter Bond Girl yang hadir dalam setiap seri adalah perempuan feminin dan lembut yang terpesona oleh karakter Bond dan rela menempuh bahaya demi Bond terlepas ia merupakan tokoh protagonis maupun antagonis. Kecantikan dan keseksian seringkali menjadi daya tarik utama. Bahkan menampilkan beberapa karakter gadis cantik unggulan dalam satu film sekaligus seperti pada karakter Pussy Galore yang diperankan Honor Blackman dan Jill Masterson oleh Shirley Eaton dalam film Goldfinger (1964). Meskipun Xenia Onatopp yang diperankan Famke Janssen dalam GoldenEye (1995) merupakan sosok femme fatale yang memiliki kemampuan bela diri, kekuatan fisik, dan gaya yang sangar, namun penampilan dan sikapnya yang feminin dan menggoda tetap ditonjolkan.

Moneypenny adalah karakter yang tidak boleh dilupakan. Ia adalah sekretaris pribadi M yang selalu berusaha menarik hati Bond. Moneypenny ditampilkan sebagai sosok perempuan yang goodlooking, tapi tidak cukup mempesona untuk bersaing dengan gadis-gadis lain yang menjadi karakter utama dalam setiap seri. Selain itu, kita tidak boleh melupakan karakter M yang merupakan atasan Bond. M yang diperankan oleh Judi Dench dimulai sejak film GoldenEye seolah-olah dihadirkan untuk menyeimbangkan image perempuan dalam film-film Bond, M merepresentasikan sosok perempuan yang tegas, berwibawa dan memiliki andil serta posisi tawar yang berpengaruh besar bagi Bond. Karakter M ini pun tewas pada film Skyfall (2012) sehingga posisi M diganti oleh Ralph Fiennes pada film berikutnya dimulai dari Spectre (2015).

Ada yang berbeda dengan Bond Girl terbaru dalam film Spectre, kali ini Monica Bellucci hadir dengan penuh kehormatan sebagai Bond Girl. Bellucci telah berusia 50 tahun saat harus memerankan sosok mempesona dalam adegan mesra bersama Bond. Tentu saja Bellucci yang selama ini dikenal sebagai aktris sensual dan menonjolkan keunggulan fisiknya sudah tidak lagi semenawan masa mudanya. Harus diakui ini adalah terobosan baru setelah sebelumnya menghadirkan aktris kulit hitam Naomie Harris sebagai Moneypenny. Meskipun porsi Bellucci tidak banyak, sehingga tidak sepenuhnya salah jika terdapat asumsi bahwa sedikit banyak Bellucci hanya dimanfaatkan untuk didompleng nama besarnya.

Baca Juga  Kritik Film, Oh, Kritik Film : Sebuah Kritik untuk Kritik

Bagian paling menarik adalah sosok Madeleinne Swann. Lea Seydoux terbilang sangat sukses menghidupkan karakter ini. Swann bukanlah tipe Bond Girl seperti pada film-film sebelumnya yang lemah dan bergantung pada Bond meskipun memiliki pengalaman dan kecerdasan yang patut diperhitungkan seperti Vesper Lynd dalam Casino Royale (2006). Swann adalah seorang dokter berprestasi yang tidak begitu memperhatikan dan menggunggulkan kualitas fisiknya saja. Hal ini dapat dilihat dari penampilannya dalam berpakaian dan ber-make up. Swann tidak menggunakan make up tebal dihampir seluruh adegan, kecuali pada saat acara romantic dinner dengan Bond. Pada moment ini, Swann mengenakan dress yang cukup memperlihatkan lekuk tubuhnya, namun tidak terlalu mengekspose kulit. Sehingga dapat dikatakan bahwa busananya tidak sevulgar para Bond Girl terdahulu. Meskipun pada suatu adegan tidur dimalam hari, Swann tetap menggunakan lingerie yang terbuka dan memperlihatkan kemolekkan Seydoux pada satu shot dengan durasi yang sebentar. Secara keseluruhan, Swann ditampilkan sebagai sosok perempuan yang sederhana dan dinamis tetapi tetap elegan.

Selain penampilan fisik yang lebih sederhana, sikap Swann menunjukkan image yang berbeda dengan gadis-gadis yang tertarik dengan Bond. Ia tidak mudah jatuh hati pada Bond, setidaknya tidak pada pandangan pertama. Karakter khas Seydoux secara sempurna menampilkan keunikan Swann. Cara berjalannya yang tidak begitu feminin, cara bicaranya yang tidak begitu lembut, serta gesture dan body language-nya yang seolah tidak begitu tergantung pada Bond. Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada chemistry diantara keduanya. Pada suatu momen, mereka bahkan tidak perlu kata-kata untuk saling memahami apa yang harus dilakukan. Tidak butuh akting dengan gerak yang berlebihan, Seydoux pun mampu membuat menampilkan ekpresi yang memukau.

Kemandirian dan kekuatan Swann berpuncak pada keputusannya terhadap kelanjutan hubungannya dengan Bond. Ia tidak butuh bermanja-manja dan bergantung pada perlindungan Bond. Satu hal yang paling dri sikapnya adalah ketidakinginannya untuk terlalu ikut campur dalam kehidupan Bond. Cerdas, mandiri, sederhana, dan memberikan kebebasan adalah image Bond Girl terbaru yang memberikan representasi perempuan modern saat ini. Hilangnya sosok M sebagai perempuan berwibawa dalam seri terbaru ini, tergantikan oleh Madeleine Swann yang berkepribadian kuat dan tentunya lebih unggul secara fisik.

Artikel SebelumnyaLiam Neeson Berperan Dalam Film Felt
Artikel BerikutnyaSpectre Tembus $500 Juta dalam 3 Minggu Rilis Internasional!
Menonton film sebagai sumber semangat dan hiburan. Mendalami ilmu sosial dan politik dan tertarik pada isu perempuan serta hak asasi manusia. Saat ini telah menyelesaikan studi magisternya dan menjadi akademisi ilmu komunikasi di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.