The Post (2017)

116 min|Biography, Drama, History|12 Jan 2018
7.2Rating: 7.2 / 10 from 163,135 usersMetascore: 83
A cover-up spanning four U.S. Presidents pushes the country's first female newspaper publisher and her editor to join an unprecedented battle between press and government.

The Post adalah film drama jurnalis arahan sineas kawakan Steven Spielberg. Sejauh ini, The Post telah mendapat apresiasi tinggi dari para kritikus dan ajang festival film bergengsi, seperti Golden Globe dan Academy Awards. Ini adalah untuk kesekian kalinya, Spielberg berkolaborasi bersama Tom Hanks, dengan dukungan aktor-aktris senior, seperti Merryl Streep, Bruce Greenwood, Sarah Poulson, hingga Bob Odenkirk. Inti kisah film ini adalah hari-hari menjelang surat kabar Washington Post mencetak berita yang berisi informasi rahasia negara selama puluhan tahun terakhir, yang isinya bakal memojokkan pemerintah Amerika Serikat. Semua pihak termasuk pemilik dan redaktur surat kabar beresiko masuk bui karena dianggap telah membocorkan rahasia negara.

Film dibuka menggambarkan sosok analis Daniel Ellsberg melalui perspektif Perang Vietnam, satu tokoh penting yang menjadi kunci dari kisah film ini. Alur plot lalu beralih ke redaksi Washington Post (WP) yang mengalir begitu cepat. Dialog cepat dengan segala dinamika kantor surat kabar yang menuntut deadline membuat penonton kehilangan arah kisahnya hingga koran pesaing mereka, New York Times, merilis berita yang menggegerkan seluruh negeri. WP yang kebakaran jenggot segera menggali berita tersebut, dan sejak titik inilah kisahnya berjalan semakin menarik. Menjelang detik-detik WP melansir berita, alur plotnya disajikan begitu menegangkan layaknya film thriller yang membuat kita tidak bisa duduk tenang. Walau kita semua sudah tahu hasilnya, namun naskahnya mampu menggiring penonton masuk ke dalam situasi yang teramat pelik dan berempati penuh dengan tokoh-tokohnya.

Baca Juga  Minions

Isu bertema jurnalis memang sudah bukan barang baru dalam medium film. Film klasik, All President Man adalah satu contoh sempurna yang pada satu sisi bisa menjadi “sekuel” dari The Post. Dua tahun lalu, film drama jurnalis Spotlight di luar dugaan mampu meraih Piala Oscar untuk film terbaik yang mengangkat koran The Boston Globes yang menginvestigasi dugaan skandal pelecehan seksual yang melibatkan pihak Gereja. The Post tidak menekankan pada plot investigasi seperti dua film di atas, namun pada dilema para karakternya ketika mengambil keputusan untuk mencetak berita rahasia tersebut. Ya atau tidak, hanya ini pilihannya. Sederhana saja, namun disajikan dengan sangat baik oleh sang sineas. Walau tidak berskala besar dan bergelimang efek visual seperti film-film Spielberg sebelumnya, namun tidak bisa dipungkiri ini adalah salah satu karya terbaiknya. Kematangan dan pengalamannya mampu mengemas kisah sederhana ini menjadi sebuah film yang teramat istimewa.

Dengan dukungan para kasting dan kematangan sang sineas, The Post mengangkat isu kuat mengenai awal kebebasan pers di AS yang disajikan begitu memikat dan menegangkan. Kebebasan pers memang selalu menjadi isu besar di AS bahkan di seluruh dunia. Aspek ini bisa jadi yang bakal menjadi faktor penentu pilihan film terbaik dalam Academy Awards bulan depan. Piala Oscar selalu penuh kejutan, dan The Post dengan kekuatan tema dan isunya bisa menjadi kuda hitam yang paling diperhitungkan.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel SebelumnyaJurassic World 3 Rilis 2021
Artikel BerikutnyaDanny Boyle Kandidat Kuat Garap Bond 25
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.