The Tourist (2010)
103 min|Action, Thriller|10 Dec 2010
6.0Rating: 6.0 / 10 from 254,522 usersMetascore: 37
Revolves around Frank, an American tourist visiting Italy to mend a broken heart. Elise is an extraordinary woman who deliberately crosses his path.

Alexander Pearce adalah seorang buron internasional yang telah menggelapkan uang ratusan milyar Poundsterling. Interpol Inggris dibawah pimpinan Inspektur John Acheson (Bettany) mengawasi gerak-gerik wanita bernama Elise (Jolie) yang diduga dekat dengan Pearce. Elise mendapat petunjuk melalui sebuah surat agar ia bisa bertemu dengan Pearce sekaligus mengecoh para polisi yang menguntitnya. Elise mengikuti petunjuk untuk naik kereta ke Kota Venice dan duduk dengan seseorang yang sosoknya mirip dengan Pearce, yakni seorang turis bernama Frank Tupelo (Depp). Elise juga mengajak Frank untuk menginap di sebuah hotel mewah di Venice. Pihak polisi Inggris yang semula ingin menangkap Frank menyadari jika ternyata mereka dikecoh, namun satu kelompok gangster yang mendapat info yang salah justru ingin menangkap Frank.

Film ini konon adalah remake film Perancis berjudul Anthony Zimmer (2005). Entah seperti apa film aslinya, satu kelemahan menyolok film ini adalah plotnya yang buruk. Ide cerita sebenarnya cukup menarik sekalipun tak orisinil namun naskahnya tidak mampu memberikan cukup unsur misteri serta ketegangan yang diharapkan. Semuanya serba datar dan membosankan. Bahkan penonton yang cerdas sudah bisa menebak ending filmnya sejak awal. Amat terlalu mudah. Siapa menduga plotnya bakal seburuk ini? Naskah yang buruk juga diperparah dengan dialog-dialog yang sangat konyol dan tak perlu. Tempo film yang lambat dan membosankan, kisahnya yang cenderung serius, minim adegan aksi, ending yang sangat mudah ditebak, serta dialog yang buruk, Anda mau komentar apa lagi?

Baca Juga  The Dark Knight

Kombinasi bintang sekelas Depp dan Jolie sepertinya menjanjikan sebuah film yang istimewa namun terlepas dari naskahnya yang buruk, penampilan mereka juga sama sekali tidak menggigit. Tak ada sedikipun chemistry di antara mereka berdua. Sungguh konyol, akting Depp dan Jolie jelas terlalu lemah untuk karakter yang mereka perankan. Lokasi setting di kota air Venice juga menjanjikan sebuah panorama yang indah dan eksotis namun nyatanya juga tidak. Sudut-sudut kota Venice yang dipilih sama sekali tak menarik dan terlihat sepi. Kota Venice tak pernah terlihat membosankan seperti ini dalam sebuah film.

Sungguh mengherankan mengapa “tone” filmnya cenderung serius dan tidak mengarah ke komedi. Akting dan dialog konyol serta plot yang mudah diantisipasi rasanya lebih cocok untuk film full komedi. Sungguh mengherankan pula bintang sekelas Depp dan Jolie mau terlibat dalam film ini. Dengan segala kelemahan naskah dan dialognya, kasting dua bintang besar era ini, serta bujet sebesar $100 juta tak salah jika film ini layak disebut sebagai salah satu film terburuk yang diproduksi tahun ini. “$20 juta (operasi wajah) kamu memilih wajah seperti ini?”. “Memang bagaimana penampilanku?”. “Hmm.. not bad”. Sayangnya tidak untuk film ini.

PENILAIAN KAMI
Overall
10 %
Artikel SebelumnyaTron: Legacy
Artikel BerikutnyaThe Mechanic
Hobinya menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari studi arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan mengulas film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar di Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengajar Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga tahun 2019. Buku film debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film sebagai naratif dan sinematik. Buku edisi kedua Memahami Film terbit pada tahun 2018. Buku ini menjadi referensi favorit bagi para akademisi film dan komunikasi di seluruh Indonesia. Ia juga terlibat dalam penulisan Buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol. 1-3 serta 30 Film Indonesia Terlaris 2012-2018. Ia juga menulis Buku Film Horor: Dari Caligari ke Hereditary (2023) serta Film Horor Indonesia: Bangkit Dari Kubur (2023). Hingga kini, ia masih menulis ulasan film-film terbaru di montasefilm.com dan terlibat dalam semua produksi film di Komunitas Film Montase. Film- film pendek arahannya banyak mendapat apresiasi tinggi di banyak festival, baik lokal maupun internasional. Baru lalu, tulisannya masuk dalam shortlist (15 besar) Kritik Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2022. Sejak tahun 2022 hingga kini, ia juga menjadi pengajar praktisi untuk Mata Kuliah Kritik Film dan Teori Film di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dalam Program Praktisi Mandiri.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.