Beetlejuice (1988) merupakan film horor komedi fantasi yang unik. Film berkisah tentang suami istri yang tewas dan menjadi hantu di rumah mereka. Ketika penghuni rumah baru datang mereka meminta tolong seorang hantu pengusir manusia bernama Betelgeuse. Sentuhan khas Burton tampak mulai dari tema dan setting yang suram serta kaya efek visual. Kembali dengan bujet relatif kecil Burton mampu menyajikan sebuah tontonan yang segar dan unik secara visual. Selain sukses komersil film ini juga sukses meraih piala Oscar untuk tata rias wajah terbaik. Sukses luar biasa ini membuat WB kembali memberi kepercayaan pada Burton untuk memproduksi adaptasi komik superhero yang telah direncanakan sejak lama.

Burton sebenarnya telah mempersiapkan naskah Batman (1989) sejak sukses Pee Wee namun ia baru mendapat lampu hijau dari WB setelah sukses tak terduga Beetlejuice. Banyak masalah masa pra produksi hingga produksinya, mulai dari kasting pemain, lokasi syuting, perubahan naskah, hingga membengkaknya bujet. Dengan bujet sebesar $48 juta Batman akhirnya rampung juga.

Burton membuat fenomena baru dengan membuat genre superhero menjadi lebih “gelap” baik dari sisi cerita, setting, tokoh dan sebagainya. Setting ekspresionis yang amat fantastik menjadi trademark filmnya dan sukses meraih Oscar untuk rancangan artistik terbaik. Michael Keaton yang semula diragukan bermain sebagai sosok Bruce Wayne justru bermain brilyan dan tentunya Jack Nicholson sebagai Joker. Film ini sukses luar biasa secara komersil dengan meraih lebih dari $400 juta di seluruh dunia. Batman pada masanya juga sukses menjadi fenomena budaya dan barang dagangan Batman laris dimana-mana. Sukses luar biasa Batman menjadikan Burton sebagai salah satu sutradara papan atas Hollywood dengan visinya yang unik.

Baca Juga  Catatan 82nd Academy Awards 2010

Sukses komersil Batman tidak serta merta membuat Burton gelap mata. Naskah film Edward Scissorshand (1990) telah disiapkan Burton semasa produksi Beetlejuice. WB menolak naskah tersebut dan menjualnya ke 20th Century Fox. Fox bahkan memberikan kontrol penuh pada Burton menggunakan visi artistik sesuai seleranya. Film ini bisa dibilang adalah film personal Burton yang terinspirasi dari masa kecilnya yang kesepian. Sosok Edward digambarkan tidak bisa menyentuh segala sesuatu yang ia inginkan tanpa merusaknya. Kisah orisinil, sentuhan set ekspresionis, serta ilustrasi musik yang menghanyutkan dari Elman menjadikan film ini karya masterpiece Burton. Selain dipuji banyak pengamat, Edward juga sukses komersil, serta mengangkat pamor Johnny Depp dan Winona Ryder. Film ini merupakan awal kolaborasi panjang antara Depp dengan Burton. Sekalipun awalnya keberatan, Burton akhirnya menerima tawaran WB untuk membuat sekuel Batman dengan syarat ia mendapat kontrol penuh dalam produksinya. Dalam Batman Returns (1992), Michael Keaton kembali bermain sebagai sang jagoan bersama aktor-aktris senior yakni Michelle Pfeiffer, Danny DeVito, serta Christopher Walken. Sekuelnya kali ini masih menggunakan sentuhan artistik yang sama namun plotnya jauh lebih rumit, gelap, suram, dan sama sekali bukan tontonan untuk anak-anak. Walaupun begitu film ini kembali sukses komersil maupun kritik sekalipun tidak sesukses film pertamanya. Burton sama sekali tidak berminat membuat sekuel ketiganya (Batman Forever) sekalipun ia bertindak sebagai produsernya.

1
2
3
4
5
6
Artikel SebelumnyaEd Wood
Artikel BerikutnyaDari Redaksi mOntase
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga kini. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.