Proyek selanjutnya, Burton menulis dan memproduksi film animasi stop-motion The Nigthmare Before Christmas (1993). Burton sebenarnya direncanakan untuk mengarahkan film ini namun kendala jadwal syuting Batman Return menyebabkan ia menyerahkan kursi sutradara pada Henry Selick. Kembali dengan tema “gelap” serta sentuhan ekpresionistiknya kembali meraih sukses secara kritik dan komersil sekalipun. Danny Elfman kali ini tidak hanya membuat ilustrasi musiknya saja namun juga mengisi suara Jack Skellington. Karakter ini bahkan menjadi ikon Halloween yang sangat populer hingga kini.

Burton kembali berkolaborasi bersama Depp dalam film komedi biografi, Ed Wood (1994). Filmnya berkisah tentang sineas cult era klasik, Edward D. Wood Jr. yang dikenal sebagai “worst director ever” serta relasinya dengan aktor horor, Bela Lugosi. Berbeda dengan film-film sebelumnya, Burton mengemas film ini hitam putih nyaris tanpa sentuhan artistiknya. Sekalipun tidak sukses komersil namun film ini dipuji banyak pengamat. Penampilan Martin Landau sebagai Lugosi yang amat menawan mendapat ganjaran Oscar untuk aktor pembantu terbaik.

Tahun 1996 boleh dibilang adalah tahun apes bagi Burton. Di tahun ini Burton dan Selick kembali berkolaborasi merilis film kombinasi live action dan animasi stop-motion, James and the Giant Peach. Sekalipun film ini dipuji banyak pengamat namun film ini gagal secara komersil. Satu lagi adalah film komedi fiksi ilmiah garapan Burton sendiri, yakni Mars Attack. Sekalipun film ini dipenuhi sederet bintang besar dan bujet yang luar biasa besar ($100 juta) namun film ini gagal di pasaran. Kegagalan film tentang invasi alien ini bisa jadi dipengaruhi pula oleh film fiksi ilmiah laris, Independence Day yang dirilis dalam waktu relatif berdekatan.

Baca Juga  Catatan 82nd Academy Awards 2010

Setelah beberapa tahun absen Burton menutup milenium baru lalu dengan merilis film horor, Sleepy Hollow (1999). Film ini merupakan adaptasi lepas dari kisah The Legend of Sleepy Hollow karya Washington Irving. Burton kembali bereuni dengan Johnny Depp yang bermain brilyan sebagai sang penyelidik, Ichabod Crane. Sentuhan set artistik Burton yang khas serta paduan ilustrasi musik Danny Elfman memberikan nuansa horor yang sangat mencekam. Film ini juga sukses secara kritik maupun komersil dengan meraih lebih dari $200 juta pada rilis seluruh dunia. Sleepy Hollow juga sukses meraih Oscar untuk panata artistik terbaik.

Burton memulai milenium baru dengan menggarap remake film fiksi ilmiah klasik, Planet of The Apes (2001) sekalipun sang sineas sendiri beranggapan bahwa ia membuat film baru bukan sebuah remake. Seperti biasa Burton memberikan sentuhan artistik lebih suram pada filmnya ketimbang film orisinilnya serta dipuji karena kostum kera yang sangat meyakinkan. Sekalipun dianggap masih jauh dibawah film aslinya namun film ini sukses komersil dengan meraih lebih dari $350 juta di seluruh dunia. Film ini juga mengawali kolaborasi Burton (on & off set) dengan aktris Helena Bonham Carter.

1
2
3
4
5
6
Artikel SebelumnyaEd Wood
Artikel BerikutnyaDari Redaksi mOntase
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga kini. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.