A More Action Remake

3 Agustus 2012
Sutradara: Len Wiseman
Produser: Neal H. Moritz / Toby Jaffe
Penulis Naskah:  Kurt Wimmer / Mark Bomback
Pemain: Colin Farrell / Kate Beckinsale / Jessica Biel
Sinematografi : Paul Cameron
Editing: Christian Wagner
Ilustrasi Musik: Harry Gregson – Williams
Studio: Original Film
Distributor: Columbia Pictures
Durasi: 118 menit
Bujet: $200 juta
                      Total Recall merupakan remake film berjudul sama produksi tahun 1990. Apa yang menjadi magnet dan kunci sukses film orisinilnya hanya satu hal, yakni Arnold Schwarzenegger. Penonton hanya ingin melihat aktor pujaannya beraksi namun diluar dugaan film ini pula memiliki cerita yang sangat baik dan rapi dimana mampu mengaburkan antara ilusi dengan kenyataan disamping efek visual yang memukau pada masanya. Film remake-nya ini masih memakai inti plot yang sama, baik sisi cerita bahkan hingga nama-nama karakternya. Nyaris tak ada kejutan cerita selain hanya efek visual yang menawan serta adegan non stop aksi yang sangat melelahkan.


                Inti kisahnya, Douglas Quaid (Farrel) yang terganggu mimpi buruknya, memutuskan untuk menggunakan jasa Rekall, yakni menanam memori baru atau mimpi ke dalam otak manusia dimana sang klien bisa mendapatkan apa dan menjadi siapa saja yang ia mau. Doug menginginkan menjadi agen rahasia namun diluar dugaan semua berjalan di luar rencana. Doug mendadak menjadi buronon teroris nomor wahid sangat membahayakan yang harus dilenyapkan. Doug ternyata memiliki identitas lain bahkan istrinya sendiri, Lori (Beckinsale) ternyata adalah seorang agen yang menyamar dan ingin membunuhnya. Doug terjebak dalam sebuah petualangan seru yang melibatkan Melina (Biel), wanita yang sering muncul di mimpinya.
                Sekalipun inti cerita sama namun kemasan cerita kali ini cukup menarik karena kisahnya semua hanya terjadi di bumi, tidak di Mars seperti film aslinya. Bumi dikisahkan hanya bersisa dua wilayah yang layak huni, sebut saja wilayah kaum elit (UFB) dan kaya serta kaum kelas bawah (Colony). Dua wilayah ini dihubungkan oleh sebuah moda transportasi unik super cepat melewati inti bumi yang disebut The Fall. Dua wilayah dan jalur penghubung inilah yang menjadi latar seluruh kisahnya dan hanya bolak-balik ke dua wilayah ini secara bergantian. Beberapa kali humor cerdas memancing tawa dan mencoba menggoda penonton yang telah menonton film aslinya, seperti ketika Doug berkata ia ingin ke Mars, lalu juga seorang ibu yang telah lolos pengindai (wajahnya mirip dengan film aslinya yang merupakan bentuk samaran dari Doug (Arnold)).
                Len Wiseman yang memang sudah piawai dengan film-film aksi seperti Die Hard 4 dan seri Underword menerapkan formula yang sama dengan film ini. Adegan aksi dari awal hingga akhir bisa dibilang tanpa henti dan sangat melelahkan. Sekuen car chase-nya serta kejar mengejar di lorong elevator tercatat adalah yang paling menarik, dan sebagian besar aksi lainnya dilakukan di dalam ruangan (studio). Dukungan efek visual yang megah memang menjadi nilai jual filmnya khususnya setting kota yang sangat imaginatif. Satu shot jauh yang menarik memperlihatkan aksi kejar mengejar antara Doug dan Lori yang meloncat dari satu bangunan ke bangunan lain. Satu aksi diikuti aksi lainnya nyaris non stop, seru dan menegangkan memang, namun setelah lebih dari separuh durasi menjadi sangat melelahkan.
 Total Recall adalah satu upaya remake yang cukup baik namun untuk film berbujet sebesar ini mestinya bisa lebih baik lagi terutama dari sisi rekayasa visual. Film aslinya pada masanya (1990) memiliki pencapaian efek visual yang sangat mengagumkan hingga meraih Oscar. Juga tak ada yang istimewa dari penampilan para pemainnya, tercatat peran Kate Beckinsale sebagai Lori amat dominan (tidak seperti film aslinya) dan karakternya mirip sekali dengan sosok Seline (seri Underworld). Pesona Arnold sebagai Doug Quaid dalam film aslinya sama sekali tidak dimiliki oleh Farrell. Ilustrasi musiknya juga kalah megah dari film aslinya. Total Recall secara umum adalah film yang cukup menghibur dan tak lebih hanya sebuah remake biasa. (C)
Artikel SebelumnyaThe Dark Knight Rises
Artikel BerikutnyaThe Expendable 2
His hobby has been watching films since childhood, and he studied film theory and history autodidactically after graduating from architectural studies. He started writing articles and reviewing films in 2006. Due to his experience, the author was drawn to become a teaching staff at the private Television and Film Academy in Yogyakarta, where he taught Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut film book, "Understanding Film," was published in 2008, which divides film art into narrative and cinematic elements. The second edition of the book, "Understanding Film," was published in 2018. This book has become a favorite reference for film and communication academics throughout Indonesia. He was also involved in writing the Montase Film Bulletin Compilation Book Vol. 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Additionally, he authored the "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). Until now, he continues to write reviews of the latest films at montasefilm.com and is actively involved in all film productions at the Montase Film Community. His short films have received high appreciation at many festivals, both local and international. Recently, his writing was included in the shortlist (top 15) of Best Film Criticism at the 2022 Indonesian Film Festival. From 2022 until now, he has also been a practitioner-lecturer for the Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts in the Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.