Toko Barang Mantan, film komedi romantis yang diproduksi oleh MNC Pictures ini disutradarai oleh Viva Westi. Sang sineas telah menyutradarai beberapa film, antara lain Mursala (2013), Ketika Bung di Ende (2013), Jenderal Soedirman (2015), dan Koki-Koki Cilik 2 (2019). Naskah film ini ditulis pula oleh penulis naskah senior Titien Wattimena dan Priesnanda Dwisatria. Film ini diperankan aktor dan aktris populer, Reza Rahardian dan Marsha Timothy, serta bintang muda pendatang baru, Iedil Dzuhrie Alaudin dan Dea Panendra. Animo penonton terhadap film ini tinggi, terlihat dari studio yang terisi penuh pada pemutaran perdananya.
Kisah bermula dari toko bernama Toko Barang Mantan milik seorang pemuda bernama Tristan (Reza Rahardian), dibantu dengan dua pegawai kocak Rio (Iedil Dzuhrie Alaudin) dan Amel (Dea Panendra). Uniknya, toko ini membeli dan menjual barang-barang dari seorang mantan. Uniknya lagi, sejarah dan kisah di balik barang itu, harus pula diceritakan para pegawai toko. Tak disangka, suatu hari datang Laras (Marsha Timothy), mantan Tristan semasa kuliah dulu, mengantarkan undangan pernikahannya. Lama tak berjumpa, tampaknya Tristan yang masih menaruh hati pada mantannya itu.

Toko Barang Mantan menjadi satu penggerak utama cerita filmnya. Konsep toko yang unik menjadi salah satu daya tarik filmnya. Aktivitas di toko tersebut menjadi bumbu komedi filmnya, berupa kisah patah hati dan bagaimana seseorang bisa move on menjadi kisah yang tak ada habisnya. Seperti plot filmnya sendiri, menguak kisah cinta klasik dengan mantan, diangkat menjadi inti ceritanya. Plot filmnya fokus pada relasi kedekatan Tristan dan Laras, serta sekaligus mengenang masa lalu mereka. Chemistry keduanya terlihat begitu dekat namun berjarak, karena masalah masa lalu yang masih tetap sama dan belum terselesaikan. Konflik cerita yang dibangun juga membuat penonton penasaran akan kisahnya.
Dengan setting minim, filmnya fokus pada intensnya dialog dan relasi antartokohnya. Kunci filmnya memang pada karakter Tristan dan Laras. Reza Rahardian memainkan peran segarnya sebagai pria yang berkepribadian bebas, terlihat berandal, berego tinggi, serta mudah sekali tersulut emosinya. Namun, sosok inilah yang jadi penggerak utama kisahnya. Terlebih, kehadiran Laras membuatnya begitu bimbang dan kalut. Kostum dan tata rias yang digunakan Tristan juga sangat mendukung karakternya. Karakter dua rekannya sebagai tokoh pendukung, berhasil membangun mood komedi dan menjadi penyemangat bagi Tristan dalam menghadapi masalah.
Tidak seperti film komedi romantis lainnya, Toko Barang Mantan cenderung dikemas memiliki tone sendu dan penuh dengan kegalauan. Didukung oleh musik sendu sepanjang film, seperti dalam klimaksnya yang menggunakan soundtrack lagu “Dari kata turun ke hati” dan dinyanyikan sendiri oleh Dea Panendra, yang profesinya memang seorang penyanyi. Walau ceritanya sudah terlampau umum, namun balutan setting dan penokohannya mampu disajikan dengan unik, ringan, dan menghibur.





