Valkyrie (2008)

121 min|Drama, History, Thriller|25 Dec 2008
7.1Rating: 7.1 / 10 from 258,521 usersMetascore: 56
A dramatization of the July 20, 1944 assassination and political coup plot by desperate renegade German Army officers against Adolf Hitler during World War II.

Valkyrie (baca:Volkeri) adalah sebuah film drama thriller sejarah arahan Bryan Singer. Singer sebelumnya kita kenal melalui film-film suksesnya seperti Usual Suspect, X-Men, X-Men 2, hingga Superman. Film yang mengambil lokasi cerita di Jerman pada masa Perang Dunia II ini dibintangi oleh aktor besar, Tom Cruise dengan didampingi aktor-aktor kawakan seperti Tom Wilkinson, Billy Nighy, Terence Stamp, dan Kenneth Branagh. Cerita filmnya sendiri didasarkan kisah nyata yang dikenal dengan “Plot 27 Juli”, yaitu sebuah skema dari sekelompok perwira tinggi Jerman untuk menjatuhkan rezim Hitler.

Kolonel Claus von Stauffenberg (Cruise) adalah seorang perwira Jerman yang gundah. Ibu pertiwinya dibawah pimpinan Hitler, sang diktator, menjadi sebuah negara yang ditakuti sekaligus dibenci banyak pihak akibat ambisinya untuk menguasai dunia. Stauffenberg kemudian mendapatkan kesempatan untuk “berbakti” pada negaranya ketika sekelompok perwira tinggi anti-Nazi merekrutnya untuk membantu mereka menjatuhkan pemerintahan Hitler. Stauffenberg lalu mengusulkan sebuah skema yang ia beri nama Operasi Valkyrie. Operasi ini diberlakukan jika negara dalam keadaan kondisi gawat darurat dan pemerintahan untuk sementara diambil-alih oleh Tentara Negara. Niat Stauffenberg cs adalah mengambil-alih kontrol Tentara Negara untuk menangkap seluruh perwira Nazi atas tuduhan melakukan kudeta. Satu masalah paling krusial sebelum Operasi Valkyrie bisa berjalan mulus adalah sang pimpinan Nazi, Hitler harus mereka bunuh terlebih dulu.

Kisah film berlatar Perang Dunia II seolah tak ada habis-habisnya digali para pembuat film. Mungkin telah ratusan film diproduksi yang mengangkat tema ini sejak era klasik hingga kini. Pengungkapan fakta sejarah yang belum pernah diungkap sebelumnya menjadi incaran para produser film. Kisah tentang perwira tinggi Jerman yang membelot serta usaha mereka untuk membunuh Hitler rasanya baru kali ini diangkat ke layar lebar. Satu tugas terberat sang sineas adalah bagaimana membangun alur ceritanya karena penonton boleh jadi telah mengetahui akhir kisah filmnya. Ending yang sudah terjawab menjadikan “proses” menjadi kunci keberhasilan filmnya. Dari sisi pengembangan plot, Valkyrie terbilang sukses dan mampu menyajikan seperti apa yang diharapkan. Sejak sepertiga awal hingga akhir film, sineas mampu menjaga unsur ketegangan dengan begitu baik hingga untuk sesaat mampu membuat kita berpikir jika rencana Stauffenberg cs bakal berjalan mulus.

Baca Juga  Peter Rabbit

Rancangan plot yang demikian baik juga didukung maksimal oleh nyaris seluruh pencapaian artistiknya terutama elemen setting, pemain dan akting, serta ilustrasi musik. Setting sebagian besar dilakukan dalam ruangan dan alur plot yang begitu menegangkan dari waktu ke waktu didukung oleh tata cahaya yang bernuansa gelap. Dari sisi pemain, seluruh pemain utamanya termasuk Cruise bermain prima dan peran mereka cukup pas sekalipun mereka bukan orang Jerman asli. Akting yang otentik (penggunaan bahasa atau aksen Jerman) tampaknya tidak menjadi titik berat dan sekali lagi ini tertolong oleh naskahnya yang kuat, dan bahkan aktor-aktor Inggris tulen macam Wilkinson dan Nighy mampu bermain sangat meyakinkan sebagai perwira-perwira tinggi Jerman. Kemudian sosok Hitler yang keras dan dingin juga mampu dihidupkan dengan sangat baik oleh aktor David Bamber. Last but not least, ilustrasi musik garapan komposer John Ottman menjadi kunci penting keberhasilan film ini dalam membangun nuansa ketegangan sepanjang filmnya. Lucunya justru ketika musik “penting”, Ride of the Valkyries karya Robert Wagner mengalun malah terkesan adegan tersebut agak berlebihan (baca: dibuat-buat). Operasi Valkyrie terinspirasi Stauffenberg ketika ia mendengarkan musik klasik ini sewaktu (area) rumahnya dibombardir. Masak iya sih?

Sebagai penutup, Valkyrie merupakan sebuah usaha maksimal dalam mengungkap fakta-fakta dibalik “Plot 27 Juli”. Baik Singer, Cruise, kru, dan seluruh pemainnya telah bekerja sangat maksimal. Valkyrie mampu menyajikan sesuai apa yang diharapkan para penontonnya. Sulit mencari kelemahan filmnya namun Valkyrie juga tidak bisa dibilang istimewa. Nuansa Hollywood masih terasa kental dalam film sejarah Jerman ini. Jika saja film ini diproduksi oleh studio Jerman dengan menggunakan aktor-aktor lokal dan bahasa Jerman rasanya nuansa filmnya akan berbeda.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaSlumdog Millionare, Perpaduan Kesederhanaan dan Keindahan
Artikel BerikutnyaUnder The Tree, Tiga Kisah dalam Satu “Pohon”
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.