Venom (2018)
112 min|Action, Adventure, Sci-Fi|05 Oct 2018
6.6Rating: 6.6 / 10 from 541,683 usersMetascore: 35
A failed reporter is bonded to an alien entity, one of many symbiotes who have invaded Earth. But the being takes a liking to Earth and decides to protect it.

Venom merupakan film superhero arahan Ruben Fleischer yang tokoh utamanya diambil dari komik Marvel, dan sosoknya pernah muncul dalam Spider-Man 3 arahan Sam Raimi. Sosok Venom kita kenal sebagai musuh bebuyutan dari Spider-Man, walau dalam filmnya ini, sosok sang protagonis tidak ditampilkan. Sang bintang, Tom Hardy bermain sebagai Eddie Brock / Venom bersama Michele Williams, serta Riz Ahmed. Setelah melepas sosok Spider-Man kembali ke Marvel/Disney, Sony Pictures mencoba melihat isi kantungnya beberapa kartu as tersisa yang masih mereka miliki. Venom memang dimaksudkan sebagai awal dari sebuah cinematic universe baru bagi Sony. Apakah pencapaian Venom yang berbujet US$ 100 juta ini seperti yang diharapkan Sony?

Satu pesawat antariksa milik bumi menyeruak masuk ke atmosfir bumi dengan membawa beberapa spesimen berupa simbion asing yang mampu merasuk dalam tubuh manusia. Life Foundation yang dikepalai Carlton Drake rupanya melakukan eksperimen ilegal atas simbion tersebut dengan menggunakan tubuh manusia. Tanpa disengaja, salah satu simbion tersebut masuk ke dalam tubuh jurnalis Eddie Brocke. Tak di duga simbion tersebut, justru mampu memberikan Eddie kekuatan super yang tidak mampu ia kontrol.

Sejak filmnya dibuka sudah tampak gelagat jika kisah filmnya bakal berjalan amat buruk. Tak banyak latar cerita, penokohan yang lemah, alur plot yang memaksa, plus sajian dialog yang sangat buruk. Siapa yang menulis naskah sedemikian buruk macam ini? Lubang plot di sana-sini dan kita dibodohi sedemikan rupa hingga mengabaikan akal sehat dan logika (cerita). Selintas terdengar dari bangku kanan-kiri saya, pertanyaan-pertanyaan kecil yang sederhana tapi masuk akal dan sangat memengaruhi cerita. Kantor sebesar itu masak gak ada CCTV-nya? Lho kok tadi dari sana kok bisa pindah ke rumah sakit? Itu polisi-polisi datang dari mana kok cepat sekali?  Ada sosok alien di tengah kota dan ditonton banyak orang, kok gak masuk berita? Dan banyak puluhan lainnya. Semua itu benar dan kisahnya memang melompat ke sana-kemari tanpa menggunakan akal sehat serta tampak hanya untuk memaksakan ke adegan berikutnya. Adegan-adegan aksinya yang sebenarnya terbilang lumayan menjadi garing tanpa motivasi adegan yang kuat.

Baca Juga  Skyfall

Kisah yang sudah berjalan tak jelas dan tak masuk akal diperburuk dengan kastingnya yang buruk. Entah naskahnya (dialog) yang buruk atau salah kasting, bisa pula kombinasi keduanya. Semua karakternya, baik yang diperankan dua bintang utamanya maupun bukan, nyaris tak punya karisma, terlebih sosok antagonis Carlton Drake. Pencapaian bagus rasanya hanya dimiliki “Venom”, walau hanya bermodal suara “voice over”, namun bisa membuat sosoknya punya karisma kuat sekalipun aksi-aksinya terbilang sangat brutal.

Venom merupakan satu percobaan baru dari genrenya dari hasil sisa kantung milik Sony yang tersisa, dan akhirnya sisa buangan (sampah) pula yang kita dapatkan dari filmnya. Dominasi dan superioritas MCU (Marvel Cinematic Universe) sudah terlampau kuat dan untuk menghadapinya tidak bisa setengah-setengah, butuh kesabaran, dan otak yang brilian. Venom dengan segala pencapaiannya, tanpa ragu saya katakan adalah salah satu film superhero terburuk yang pernah diproduksi. Padahal sosok Venom dengan segala pesonanya punya potensi untuk membuat sesuatu yang sama sekali berbeda. What a waste.

Baca juga “Ketika Lubang Plot Membunuh Venom“.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
30 %
Artikel SebelumnyaI Think We’re Alone Now
Artikel BerikutnyaKetika Lubang Plot Membunuh Venom
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

2 TANGGAPAN

  1. lebih baik anda jangan memberikan review kalau review anda sendiri sangat bodoh dan tidak masuk akal. sebaiknya anda kurangi nonton sinetron yang mengedepankan alur cerita selangkah demi selangkah harus diperlihatkan. ini review terbodoh yang pernah saya lihat. film sebagus dan sangat menghibur dengan peran tom hardy yang sangat apik anda beri nilai 3. go to sleep boy!!

  2. Sony ngga ngejual hak spiderman balik ke marvel mas, itu nongol di MCU kerjasama aja. Sisanya beberapa film kedepan tetep digarap sama sony

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.