Wreck-It Ralph (2012)
101 min|Animation, Adventure, Comedy|02 Nov 2012
7.7Rating: 7.7 / 10 from 460,357 usersMetascore: 72
A video game villain wants to be a hero and sets out to fulfill his dream, but his quest brings havoc to the whole arcade where he lives.

Ketika sebuah game centretutup jam bukanya, semua karakter dalam game tersebut ternyata hidup dan bisa berpindah dari satu game ke game lain. Layaknya manusia yang saling berinteraksi, mereka juga bisa jenuh, sedih, tertawa, bahagia, dan lainnya. Ralph (Reilly), seorang karakter antagonis dalam game Fix-It Felix Jr., merasa bosan dengan rutinitasnya karena ia tidak memiliki teman dan tidak pernah mendapat pengakuan dari para karakter pada game tersebut. Ralph berusaha mendapatkan medali dalam game Hero’s Duty agar mendapat pengakuan namun kecerobohannya tak disadarinya justru membahayakan semuanya. Raplh terdampar di sebuah game balapan Sugar Racedan berteman dengan Vanellope, seorang gadis cilik  aneh dalam game tersebut.

Ide kisahnya memang tidak orisinil dan merupakan kombinasi dari kisah Toy Story dan Tron. Hal yang sangat menarik adalah bagaimana mereka bisa berpindah dari satu permainan ke permainan lain dengan masing-masing karakter game yang berbeda. Para gamer pasti kenal dengan banyak karakter dari permainan populer, seperti Pac man, Sonic, serta Street Fighter. Dalam satu scene, terlihat sebuah sesi terapi bagi para tokoh jahat di semua game, sangat lucu melihat bagaimana tokoh-tokoh tersebut berkeluh kesah dengan keseharian mereka. Kisahnya juga menonjolkan sisi dramatik yang kuat khususnya hubungan antara Ralph dengan Vanellope serta bumbu roman antara Felix dengan Jean. Walau alur dan akhir kisahnya tidak sulit ditebak, namun ending-nya cukup menyentuh.

Baca Juga  The New Mutants

Sajian gambar yang penuh warna adalah satu poin lebih filmnya. Gambarnya sungguh mengagumkan dan menyenangkan untuk dipandang terutama di lokasi cerita game Sugar Race. Kombinasi warna dan sekuen aksi balapan pada klimaks film benar-benar memanjakan mata penonton. Beberapa banyolan serta aksi dan polah konyol yang segar semakin menambah semarak filmnya. “Look at the High Definition face..” puji Felix ketika pertama kali melihat wajah Jean. Dengan sajian visual yang sempurna plus kisah yang ringan serta bermakna dalam, menjadikan Wreck-It Ralph menjadi pesaing kuat Brave untuk mendapatkan Oscar animasi terbaik tahun ini. Sukses film ini dan kisahnya yang masih bisa dieksplor lebih luas menjadi jaminan sekuelnya akan muncul. Jangan pula lewatkan film animasi pendek, Paperman, yang kisahnya dikemas romantis dan manis sebelum film utama dimulai.

PENILAIAN KAMI
Overall
90 %
Artikel SebelumnyaSkyfall
Artikel BerikutnyaThe Twilight Saga: Breaking Dawn Part II
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.