Nama Makoto Shinkai di kalangan pecinta anime, kerap disandingkan dengan Hayao Miyazaki sehingga kerap dijuluki New Miyazaki. Kedua animator ini sama-sama memiliki art style yang khas. Karya-karya keduanya juga mendunia. Namun, berbeda dengan Miyazaki yang langsung bergabung dengan sebuah studio animasi, Shinkai mengawali kariernya di dunia anime lewat animasi pendek secara mandiri.
Total ada 7 film animasi pendek dan 7 animasi panjang yang telah dibuat oleh Makoto Shinkai hingga saat ini. Kebetulan penulis sudah menonton semua karyanya sehingga bisa membagi karyanya menjadi lima tema, yakni rasa sepi, hubungan dengan hewan peliharaan romansa, dunia lain, dan bencana. Ada kalanya dalam satu film, satu tema berkelindan dengan tema lainnya.
Animasi pendek menjadi awal langkah animator kelahiran 9 Februari 1973 ini untuk terjun secara profesional di kancah anime. Ada tujuh animasi pendek yang dibuatnya, yaitu The World Be Enclosed, Other Worlds, She and Her Cat, Voices of a Distant Star, A Gathering of Cats, Minna no Uta: Egao:, dan Someone’s Gaze.
Dari ketujuh animasi tersebut tema rasa sepi begitu menonjol, dengan visual yang kaya detail, dialog yang minim, serta ruang-ruang yang sepi atau kosong sehingga memperkuat nuansa sunyi. Hal ini bisa jadi dikarenakan Shinkai pada salah satu wawancara menyebutkan ia menggemari karya novelis Haruki Murakami yang dikenal memiliki gaya tulisan yang melankolis, alur yang lambat, dan karakter yang kesepian.
The World Be Enclosed Sebagai Karya Debut
Ia memulai portofolio anime pendek dengan The World Be Enclosed (Kakomareta Sekai). Animasi yang durasinya tidak sampai satu menit ini dirilis tahun 1998. Animasi yang terinspirasi Hard-Boiled Wonderland and the End of the World karya Murakami ini menceritakan dua telur yang bertualang untuk melihat dunia. Mereka bertualang dengan kereta kemudian terpaku memandangi langit yang cerah hingga matahari terbenam.
Animasi dengan gaya 3D ini tidak seperti animasi pada umumnya, lebih mirip seperti slide, karena berupa potongan-potongan gambar. Geraknya masih kaku, tapi gaya menggambar dan preferensi Shinkai di sini mulai terlihat. Ia suka menggambar latar dunia animasinya dengan detail seperti yang ia lihat di dunia nyata. Dalam wawancara, ia juga suka mendatangi dan memotret obyek yang akan ia gunakan sebagai bahan membuat animasi tersebut.
Dari anime pendek ini mulai terlihat bahwa ia menggemari obyek gambar seperti kereta dan langit. Obyek dan latar gambar ini kemudian akan makin sering ia gunakan di karya-karyanya berikutnya. The World Be Enclosed juga menjadi awal ia berkolaborasi erat dengan Tenmon sebagai penata musik.
Other Worlds tentang Rasa Sepi dan Pertanyaan tentang Cinta
Other Worlds (Tooi Sekai) kental dengan rasa sepi. Animasi yang dirilis tahun 1999 ini menampilkan seorang gadis yang sendirian di kamar. Kemudian ia nampak bersama seorang pria di dalam kereta yang sepi penumpang. Seolah-olah hanya mereka berdua penumpangnya.
Dialog pun terjalin di antara keduanya tentang hubungan romansa di antara keduanya. Namun, dialog itu tak bersuara, hanya teks, dan berjeda. Suara di dalam animasi berdurasi 1 menit 29 detik ini hanya denting piano, menguatkan nuansa melankolis.
Sama dengan animasi debutnya, animasi ini merupakan eksplorasi gaya menggambar Shinkai, sebelum ia menemukan ciri khasnya. Other Worlds seperti novel grafis dengan coretan yang agak kasar dan warna hitam putih. Meski demikian, lagi-lagi preferensi Shinkai terlihat di sini dengan adegan sendirian di kamar, detail tentang stasiun kereta dan gerbong yang sepi, serta langit yang nampak luas.
She and Her Cat dan Tiga Anime Pendek Lainnya tentang Hewan Peliharaan
Apabila Your Name (Kimi no Na wa) membuat nama Shinkai dikenal secara global, maka She and Her Cat: Their Standing Points (Kanojo to Kanojo no Neko) membuat dirinya meraih penghargaan. Namanya juga dikenal oleh industri animasi. Ia pun kemudian diajak bergabung dengan studio CoMix Wave Films. She and Her Cat: Their Standing Points bercerita tentang hubungan antara kucing jantan dan pemiliknya, seorang karyawati. Keduanya tinggal di apartemen sempit. Si kucing memuja tuannya dan kerap berupaya memahami perasaan tuannya.
Animasi ini masih menggunakan warna hitam putih, dengan kualitas visual yang meningkat secara signifikan apabila dibandingkan Other Worlds. Gambarnya makin detail, dari berbagai perabot dan benda yang ada di dalam apartemen hingga bangunan di luar, tiang listrik, pagar berkawat, dan kereta api. Sepertinya Shinkai sudah menemukan ciri khasnya lewat animasi ini. Suasana sepi juga tetap dipertahankan. Tak ada dialog, hanya suara narator dari sudut pandang si kucing jantan yang menceritakan rasa sepi dan pilu yang dialami si gadis. Musik juga minimalis, kebanyakan dari suara serangga, angin, laju kereta, dan pintu yang ditutup.
Ada berbagai hal yang menarik dari She and Her Cat: Their Standing Points ini. Shinkai mengisi suara narator dalam animasi ini. Ia memberi nama Chobi untuk nama si kucing, yang kemudian juga menjadi nama hewan peliharaan di beberapa film animasinya, seperti di A Gathering of Cats dan 5 Centimeters per Second. Oleh karena anime pendek ini sukses maka kemudian dibuat versi series empat episode berjudul Kanojo to Kanojo no Neko: Everything Flows, dengan penulis dan sutradara yang berbeda, termasuk studio pembuatnya. Namun, nafas animasinya tetap sama.
Pada tahun 2007, 2003 dan 2013 Shinkai juga merilis anime pendek yang senada, sama-sama tentang hubungan hewan peliharaan dan si gadis. Anime tersebut masing-masing berjudul A Gathering of Cats, Minna no Uta: Egao dan Someone’s Gaze. Tema rasa sepi juga sangat kental dalam dua animasi ini.
A Gathering of Cats (Neko no Shuukai) berdurasi satu menitan. Animasi pendek berwarna ini menceritakan kucing bernama Chobi yang merasa mulai ditelantarkan tuannya. Kesal dan sedih, ia membayangkan dirinya berkumpul bersama para kucing dan kemudian menjadi Catzilla. Animasi ini dirilis oleh NHK dengan bumbu komedi dan fantasi. Sedangkan Minna no Uta: Egao tak memiliki dialog, melainkan iringan lagu. Durasinya hampir tiga menit, menceritakan hubungan seorang gadis dengan hamsternya dari kecil hingga si hamster berukuran cukup besar. Ada rasa sepi dan gembira yang hadir berselang-seling.
Sementara, Someone’s Gaze Dareka no Manazashi menawarkan emosi dan hubungan yang kompleks antara si kucing, si gadis, dan si ayah. Si gadis bernama Aya mulai menjauh dari kucingnya karena kesibukan. Ia kemudian memilih tinggal sendirian di apartemen, sedangkan si kucing dipelihara sang ayah. Si kucing bernama Mii tersebut ingin sekali berjumpa dengan Aya terakhir kalinya sebelum ia meninggal. Dalam animasi ini terlihat perkembangan kualitas animasi Shinkai. Gambarnya makin matang, coretan dan transisinya makin halus, art style-nya juga makin nampak. Palet warnanya juga kaya dan nyaman di mata.
Selain memiliki visual yang memikat, latar waktu dalam animasi ini yang menggunakan masa depan dengan perkakas canggih juga menarik disimak. Selintas seperti versi masa depan dari She and Her Cat. Yang paling menonjol dalam Someone’s Gaze ini adalah emosi yang hadir selama dan setelah anime ini berakhir. Rasa sepi bercampur dengan hubungan yang hangat antara Aya dan kucingnya pada masa kecil, juga hubungan yang kompleks antara Aya dan ayahnya.
Voices of a Distant Star dan Tema Luar Angkasa
Voices of a Distant Star (Hoshi no Koe) menandai debutnya dengan bendera CoMix Wave. Animasi pendek berdurasi 25 menit yang dirilis tahun 2002 ini menunjukkan minat Shinkai pada tema luar angkasa dan dunia lain.
Kisah Voices of a Distant Star berbeda dengan animasi pendek yang pernah dibuatnya. Animasi ini bercerita tentang gadis remaja bernama Mikako Nagamine yang terpilih menjadi pasukan luar angkasa untuk melawan para alien yang disebut Tarsians. Ia berpisah dari sahabatnya Noboru. Selama di luar angkasa, ia merasa kesepian. Ia ingin berkirim pesan, sayangnya pesan tersebut memiliki waktu bertahun-tahun untuk tiba di bumi.
Dalam film ini rasa sepi begitu menguar. Penonton diperlihatkan sosok Mika yang rapuh. Ia sendirian dan merasa sedih berada di planet yang asing dan jauh. Ruangan yang kosong, dialog yang minim meresonansi perasaan hampa dan sepi tersebut.
Film pendek ini menandai minat Shinkai pada tema luar angkasa dan dunia lain. Gaya bercerita Shinkai di film ini seperti menjadi landasan cerita di film berikutnya yang merupakan debutnya di film animasi panjang, yaitu The Place Promised in Our Early Days. Atmosfer yang sepi, juga cinta yang terpisah oleh jarak dan waktu menjadi benang merah di antara kedua film ini.
Animasi karya Makoto Shinkai dari ComixWave sama halnya dengan animasi dari studio Ghibli, selalu ditunggu-tunggu oleh para pecinta animasi dari berbagai negara. Lantas seperti apa sih gaya dan tema dari animasi panjang karya Makoto Shinkai? Tunggu artikel selanjutnya.





