Surat Untuk Masa Mudaku | REVIEW
Plot twist bukanlah poin utama yang perlu diperdebatkan di sini. Justru kekuatan Surat Untuk Masa Mudaku (2026) terletak pada kemasannya yang tidak mengandalkan artis mainstream, penceritaan anak-anak panti yang tidak berlebihan, serta kehadiran pemeran kawakan yang tampil kalem dan matang. Semua elemen itu berpadu dengan rapi walau tidak sempurna.
Send Help | REVIEW
Sam Raimi melalui Send Help menjungkirbalikkan kelaziman genrenya melalui naskah unik dan sentuhan estetiknya yang khas, serta didukung performa brutal dari Rachel MacAdams.
Shelter | REVIEW
Dengan plot reguler sang bintang, Shelter menyajikan semua aksi yang diharapkan oleh fans Jason Statham, tidak kurang tidak lebih.
The Period of Her | REVIEW
The Period of Her (2026), yang dirangkai melalui benang merah “menstruasi” sebagai pengalaman emosional, batiniah, sekaligus sumber luka dan lara dalam kehidupan perempuan. Dari sisi naskah dan visual, film ini masih menyisakan ruang untuk dikembangkan dan dipertajam. Not Dead Enough (2026) tampil sebagai bagian paling absurd sekaligus menghibur.
Primate | REVIEW
Melalui ancaman dan potensi sosok antagonisnya, Primate membawa genre horor ke bentuk dasarnya, yakni rasa takut absolut, aksi nonstop efektif, gore maksimal, dan to the point tanpa embel-embel sentuhan humanis.
Mercy | REVIEW
Melalui aksi nonstop dan kombinasi genre yang segar, Mercy merupakan tontonan menghibur dengan pesan aktual untuk era kini.





