Masa SMA memang masa penuh kenangan indah yang tidak terlupakan. Kegiatan sekolah yang menyenangkan, prestasi-prestasi yang membanggakan, hubungan pertemanan, dan percintaan menjadi bagian yang seru untuk diceritakan. CJR (Coboy Junior) yang saat ini sudah menginjak bangku SMA kembali menunjukkan kemampuan akting mereka, tidak ketinggalan dengan menyanyikan beberapa nomor lagu. Film ini adalah film keenam yang diperankan oleh CJR. Kali ini, tanpa Bastian karena ia memutuskan keluar dari grup musik idola remaja tersebut dan memilih bersolo karir.

Film yang niat awalnya akan dimainkan Sherina Munaf ini tertunda selama beberapa tahun karena kesibukan Sherina dengan jadwalnya yang sangat padat. Seiring dengan waktu Sherina pun kini telah beranjak dewasa, dan CJR akhirnya dipilih karena mereka berada di usia yang pas dengan kisahnya. Sang produser, Chand Parwez Servia, berharap Ada Cinta di SMA dapat mendulang sukses sejajar dengan Gita Cinta Dari SMA (1979) yang diperankan oleh Rano Karno dan Yessy Gusman. Namun, rasanya ekspektasi sang produser terlalu jauh.

Kiki, Iqbal, dan Aldi memiliki kegiatan mereka masing-masing di sekolah. Kiki yang telah selesai menjabat sebagai ketua OSIS sedang sibuk menyelenggarakan pemilihan ketua OSIS berikutnya. Iqbal yang merasa bosan dengan hidupnya yang terasa payah pun tertarik untuk mencalonkan diri sebagai ketua OSIS. Ia berharap agar keadaannya bias berubah dan ia tidak lagi dipandang sebelah mata oleh orang-orang disekelilingnya. Sebagai sahabat, Aldi mendukung dan memberikan Iqbal semangat dengan harapan keinginannya menjadi pemain band akan terpenuhi.

Film yang disutradarai oleh Patrick Effendy ini menyajikan konflik begitu sederhana yang  mudah dipahami. Kisah percintaan tiga tokoh CJR dengan pasangannya masing-masing diceritakan dengan motif yang jelas meskipun Iqbal mendapatkan porsi yang lebih besar daripada dua lainnya. Suguhan komedi yang ditampilkan pun cukup membuat penonton tertawa. Tapi sungguh sayang, Ada Cinta di SMA tidak memiliki konflik cerita yang istimewa dan fokus cerita yang terbagi ke tiga tokoh membuat masing-masing kisah asmara mereka tidak tereksplor lebih dalam. Tidak ada bagian yang menyentuh dan bisa membuat penonton menjadi terbawa perasaan. Juga terdapat kejanggalan cerita karena biasanya jabatan ketua OSIS dijalankan oleh siswa kelas 2 atau XI. Sedangkan Kiki yang telah selesai masa jabatannya pun ternyata masih berada di bangku kelas 2 seperti terlihat dari seragam sekolahnya.

Baca Juga  Insya Allah Sah 2

CJR yang telah bermain dalam 5 film sebelumnya tampak cukup luwes membawakan perannya. Pemain muda lainnya seperti Caitlin Halderman, Gege Elisa, Agatha Chelsea, dan Cassandra Lee pun tak mengecewakan meskipun tidak dapat dikatakan memukau. Selain para pemain muda, Wulan Guritno, Ikang Fawzi dan Rima Melati juga ikut berperan dengan porsi yang sedikit. Selain itu, lagu-lagu yang dinyanyikan para pemain dengan apik mampu meningkatkan mood film. Lagu-lagu yang akan keluar dalam bentuk album soundtrack ini cukup enak didengar dan dinikmati. Tapi, tentu saja penonton tidak bisa berekspektasi tinggi dengan mengharapkan akan menonton film drama musikal yang romantis seperti High School Musical (2006) produksi Disney. Ada Cinta di SMA hanya mampu menghibur tanpa meninggalkan kesan yang mengena dihati.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
60 %
Artikel SebelumnyaBen-Hur
Artikel BerikutnyaMunafik
Menonton film sebagai sumber semangat dan hiburan. Mendalami ilmu sosial dan politik dan tertarik pada isu perempuan serta hak asasi manusia. Saat ini telah menyelesaikan studi magisternya dan menjadi akademisi ilmu komunikasi di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.