Heart (2006)

126 min|Drama, Romance|11 May 2006
6.6Rating: 6.6 / 10 from 446 usersMetascore: N/A
Rachel (Nirina Zubir) is a tomboy girl whose childhood friend is Farel (Irwansyah). This friendship is tested when Farel admits that he has fallen in love with Luna (Acha Septriasa), a feminine girl that makes Rachel wrecked by je…

HeartĀ (2006) merupakan sebuah film percintaan remaja karya sutradara Hanny R. Saputra yang dinominasikan sebagai film terbaik Festival Film Indonesia tahun ini. Heart berkisah tentang cinta segitiga antara Rachel, Farel dan Luna. Rachel dan FarelĀ adalah dua orang sahabat yang sudah terjalin sejak mereka masih kecil. Rachel sudah menyukai sahabatnya sejak kecil tanpa disadari oleh Farel. Suatu ketika Farel bertemu LunaĀ dan langsung jatuh hati pada sang gadis. Sejak itu FarelĀ banyak menghabiskan waktunya bersama Luna sehingga RachelĀ mulai merasa Kehilangan sahabatnya serta seseorang yang ia cintai. Film berakhir tragis dengan kematian Rachel yang mengorbankan ā€œhatiā€nya untuk orang yang dicintainya sehingga Farel bisa hidup bahagia bersama Luna.

Cerita film mengalir dengan dihiasi latar belakang gambar-gambar pemandangan alam pegunungan yang sangat indah serta iringan lagu-lagu dan ilustrasi musik yang manis. Dengan komposisi gambar yang kuat kamera juga mampu menangkap dengan baik momen-momen penting pada tiap adegan dalam film ini. Sayangnya keindahan gambar di film ini tidak diimbangi oleh kemampuan akting dari para pemainnya. Para pemain muda ini seperti seolah sedang menghafal teks di depan kelas, tanpa jiwa, emosi dan ekspresi yang sesungguhnya. Dialog yang sebenarnya cukup baik menjadi hambar dan kehilangan maknanya yang tampak hampir di semua adegan.

Kelemahan lain yang juga sangat mencolok adalah banyaknya adegan yang terlalu dipaksakan untuk sekedar memotivasi adegan lain untuk muncul. Adegan-adegan seperti perahu bocor atau RachelĀ yang melihat Farel dan Luna berciuman sebenarnya bisa dibuat lebih wajar. Luna bisa saja terjatuh ke air ketika ia ingin mengambil bunga, juga RachelĀ bisa saja ia melihat Farel dan Luna ketika mereka berpelukan di kios bunga, hal ini sudah cukup untuk memicu adegan berikutnya. Momen-momen penting dalam beberapa adegan yang seolah menjadi titik balik perubahan alur cerita begitu mudahnya dimentahkan oleh adegan-adegan berikutnya. LunaĀ seolah menerima cinta FarelĀ dengan mengungkapkan kondisi dirinya setelah ia dikejar-kejar secara brutal oleh Rachel dengan mobil namun pada adegan selanjutnya Luna menolak untuk diajak makan malam oleh Farel. Setelah adegan brutal RachelĀ mengejar Farel dengan Mobilnya seolah setelahnya tidak terjadi sesuatu hal yang luar biasa padahal tindakan nekat Rachel bisa saja membunuh Farel atau orang lain disekitarnya.

Baca Juga  Dear David

Beberapa kejanggalan kecil juga tampak sedikit menganggu. Bagaimana mungkin Luna yang sakit keras (sekarat) bisa tinggal sendirian tanpa ada orang lain di rumahnya. Nyaris sepanjang film hanya menonjolkan tiga orang karakter saja sehingga suasana menjadi terasa sangat sepi, penambahan karakter seperti ayah Luna serta ibu Rachel sejak awal film sepertinya tidak terlalu menganggu jalannya cerita. Entah apa yang menyebabkan HeartĀ bisa masuk nominasi sebagai salah satu film terbaik FFI, apakah karena pencapaian sinematografi yang begitu menawan? Apakah karena cerita dengan ending yang tragis? Apakah karena lagu soundtrack ā€œHeartā€ yang manis? Entah apapun alasannya film ini masih terlampau banyak kelemahannya daripada kelebihannya. Jika dibandingkan dengan film Berbagi Suami yang tidak masuk nominasi jelas Heart bukan levelnya. Jujur saja, film ini bisa menjadi sangat baik jika didukung oleh para pemain yang cakap serta pengolahan adegan yang lebih matang. Seperti telah diungkapkan dalam tulisan sebelumnya apalah arti gambar-gambar yang sangat indah tanpa plot kuat.

Bagus Pramutya

Artikel SebelumnyaLentera Merah, Hantu Takut Hantu
Artikel BerikutnyaVirgin, Film Remaja yang Bukan untuk Remaja
memberikan ulasan serta artikel tentang film yang sifatnya ringan, informatif, mendidik, dan mencerahkan. Kupasan film yang kami tawarkan lebih menekankan pada aspek cerita serta pendekatan sinematik yang ditawarkan sebuah film.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses