Kate (2021)
106 min|Action, Adventure, Crime|10 Sep 2021
6.2Rating: 6.2 / 10 from 71,011 usersMetascore: 47
A jaded assassin assigned to target a yakuza clan has 24 hours to find out who poisoned her and get vengeance before she dies.

Sosok perempuan tangguh kini rupanya tengah menjadi tren, setelah Jolt belum lama ini. Kate adalah film aksi thriller arahan sineas Perancis Cedric Nicolas-Troyan. Film ini dibintangi aktor-aktris ternama, yakni Mary Elizabeth Winstead, Woody Harrelson, Tadanobu Asano, serta aktris remaja Miku Martineau. Di tengah ramainya genre dan tema sejenis, mampukah film rilisan Netflix ini bersaing?

Kate adalah pembunuh bayaran tangguh yang tak pernah gagal dalam misinya untuk membunuh targetnya. Satu ketika, misi yang terlihat mudah berubah menjadi petaka ketika satu protokol dilanggar, ada seorang bocah cilik di dekat sang target, yang lantas membuat Kate trauma berat. Beberapa bulan kemudian, sang mentor, Verrick (Harrelson) menawarinya satu misi terakhir sebelum Kate meminta pensiun. Kate justru terjebak dalam satu intrik internal yakuza di Tokyo, dengan racun ditubuhnya yang membuatnya bertahan hidup hanya 24 jam. Dalam waktu terbatas, Kate berusaha mencari dalang di balik semuanya.

Jika menilik plotnya, kisahnya mirip komedi aksi Crank yang dibintangi Jason Statham. Kate hampir sepanjang film nyaris tidak pernah terlihat normal, alias “teler”, karena pengaruh racun di tubuhnya. Bagi penikmat film sejati, hanya butuh beberapa menit durasi saja untuk membaca ending filmnya. Pemain besar berarti peran besar? Pahamkan? Ini terlalu mudah untuk diantisipasi. Proses investigasi Kate, dari satu lokasi ke lokasi lain, aksi demi aksi, terasa melelahkan. Hanya ada dua faktor yang membuat film ini terasa sedikit berbeda, dan ini bukan segmen aksinya. Satu adalah setting Kota Tokyo yang eksotis, dua adalah chemistry Kate dengan Ani, cucu sang Yakuza. Penampilan bintang pendatang baru remaja ini memang mencuri perhatian. Winstead bukan lantas buruk berakting, namun naskahnya yang mengecewakan performanya. Terlebih Harrelson.

Baca Juga  Shazam! Fury of the Gods

Kate mengekspos sosok perempuan “pembunuh” tangguh dengan aksi dan kisah yang sudah tak lagi asing untuk genrenya serta pula menyia-nyiakan potensi para bintangnya. Sang produser, David Leitch yang juga mengarahkan John Wick, hanya semata membuat percobaan sosok “John Wick” lain dengan pendekatan yang berbeda. Hiburan aksi perkelahian adalah tentu yang dicari fans genrenya, namun setidaknya dari sisi naskah sepatutnya tidak seburuk ini.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
40 %
Artikel SebelumnyaMalignant
Artikel BerikutnyaThe Guilty
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.