Kate (2021)
106 min|Action, Adventure, Crime|10 Sep 2021
Rating: Metascore: N/A
A female assassin has 24 hours to get vengeance on her murderer before she dies.

Sosok perempuan tangguh kini rupanya tengah menjadi tren, setelah Jolt belum lama ini. Kate adalah film aksi thriller arahan sineas Perancis Cedric Nicolas-Troyan. Film ini dibintangi aktor-aktris ternama, yakni Mary Elizabeth Winstead, Woody Harrelson, Tadanobu Asano, serta aktris remaja Miku Martineau. Di tengah ramainya genre dan tema sejenis, mampukah film rilisan Netflix ini bersaing?

Kate adalah pembunuh bayaran tangguh yang tak pernah gagal dalam misinya untuk membunuh targetnya. Satu ketika, misi yang terlihat mudah berubah menjadi petaka ketika satu protokol dilanggar, ada seorang bocah cilik di dekat sang target, yang lantas membuat Kate trauma berat. Beberapa bulan kemudian, sang mentor, Verrick (Harrelson) menawarinya satu misi terakhir sebelum Kate meminta pensiun. Kate justru terjebak dalam satu intrik internal yakuza di Tokyo, dengan racun ditubuhnya yang membuatnya bertahan hidup hanya 24 jam. Dalam waktu terbatas, Kate berusaha mencari dalang di balik semuanya.

Jika menilik plotnya, kisahnya mirip komedi aksi Crank yang dibintangi Jason Statham. Kate hampir sepanjang film nyaris tidak pernah terlihat normal, alias “teler”, karena pengaruh racun di tubuhnya. Bagi penikmat film sejati, hanya butuh beberapa menit durasi saja untuk membaca ending filmnya. Pemain besar berarti peran besar? Pahamkan? Ini terlalu mudah untuk diantisipasi. Proses investigasi Kate, dari satu lokasi ke lokasi lain, aksi demi aksi, terasa melelahkan. Hanya ada dua faktor yang membuat film ini terasa sedikit berbeda, dan ini bukan segmen aksinya. Satu adalah setting Kota Tokyo yang eksotis, dua adalah chemistry Kate dengan Ani, cucu sang Yakuza. Penampilan bintang pendatang baru remaja ini memang mencuri perhatian. Winstead bukan lantas buruk berakting, namun naskahnya yang mengecewakan performanya. Terlebih Harrelson.

Baca Juga  Max Payne

Kate mengekspos sosok perempuan “pembunuh” tangguh dengan aksi dan kisah yang sudah tak lagi asing untuk genrenya serta pula menyia-nyiakan potensi para bintangnya. Sang produser, David Leitch yang juga mengarahkan John Wick, hanya semata membuat percobaan sosok “John Wick” lain dengan pendekatan yang berbeda. Hiburan aksi perkelahian adalah tentu yang dicari fans genrenya, namun setidaknya dari sisi naskah sepatutnya tidak seburuk ini.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
40 %
Artikel SebelumnyaMalignant
Artikel BerikutnyaThe Guilty
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.