Danur (2017)

74 min|Horror|30 Mar 2017
5.5Rating: 5.5 / 10 from 466 usersMetascore: N/A
The girl who get a friendship with 3 ghosts.

Bagi Risa, pada momen ulang tahunnya ke delapan ia tidak ingin sendirian, dan punya teman bermain. Ia sering ditinggal sendiri karena orangtuanya sibuk. Permintaan Risa ternyata terkabul, ada tiga teman baru yang menemaninya bermain setiap hari. Tapi asisten rumah tangga dan ibunya mulai merasa janggal, Risa bermain dengan teman-teman misteriusnya pada jam yang tidak wajar. Ibunya mulai berinisiatif mempertemukan Risa dengan psikiater tapi sang psikiater mundur sesaat setelah bertemu Risa. Pilihan terakhir ibunya membawa “orang pintar”, ke rumah yang kemudian membuka mata Risa tentang makna danur, dan bahwa teman-teman bermain Risa ternyata bukan manusia.

Sebelum pemutaran perdana, film Danur sudah ditunggu-tunggu penggemarnya. Kisah Danur sendiri diangkat dari buku-buku populer Risa Saraswati yang berkisah tentang pengalaman hidupnya sebagai anak indigo. Adaptasi buku Risa menghasilkan storytelling film yang berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia. Tanpa harus memiliki hantu berwajah seram, Danur berhasil menggiring psikis penonton pada ketakutan itu sendiri. Sayangnya, pembangunan karakter para tokoh masih terasa lemah.  Pada 30 menit awal film, temponya terasa lambat dan mudah ditebak, babak selanjutnya memang tak terduga, khususnya pada babak akhir yang memberi resolusi bahkan epilog. Melalui kemasan dan isi plotnya, agaknya film ini memberi pesan tentang, bagaimana menghadapi ketakutan kita sendiri dengan kembali ke sisi gelap yang pernah kita lalui.

Baca Juga  Malam Satu Suro, Suzanna dan Tradisi Horor Lokal

Secara keseluruhan sinematografi Danur tidak mewah, tapi istimewa pada babak klimaks. Walau kadang adegan masih terlihat artifisial, namun film ini berusaha memanfaatkan lighting serta bayangan, seperti pada film noir. Sosok hantu tidak dipaksa untuk tampil dengan make up efek borok, atau berdarah-darah, bahkan kesan “dunia lain” yang dibangun terlihat menarik, sekaligus menegangkan. Pemilihan artistik dan kasting dengan motif ceritanya terasa sinkron serta masuk akal, walau lagi-lagi masih terlihat artifisial. Unsur lain yang mendukung dramatis film ini ada pada lagu berbahasa Sunda, Boneka Abdi, yang dinyanyikan para sosok arwahnya. Bagaimanapun, isu dan kabar mistis seputar pembuatan Danur yang sensasional ini, mampu menggerakkan rasa penasaran para fans hingga digadang-gadang menjadi film horor terlaris tahun ini bahkan tidak mungkin menjadi film horor terlaris di negeri ini.
WATCH TRAILER

Artikel SebelumnyaGet Out
Artikel BerikutnyaApril Movies Update
Yooce Febrina Tutkey
Lahir dan besar di Kalimantan Barat, merupakan seorang aktivis demokrasi. Tahun 2015 hijrah ke Yogyakarta untuk menekuni ilmu film di sebuah perguruan tinggi swasta. Selain kuliah, menulis dan menggambar animasi menjadi rutinitas pilihannya.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.