Get Out (2017)

104 min|Horror, Mystery, Thriller|24 Feb 2017
7.8Rating: 7.8 / 10 from 691,086 usersMetascore: 85
A young African-American visits his white girlfriend's parents for the weekend, where his simmering uneasiness about their reception of him eventually reaches a boiling point.

Get Out adalah film horor komedi, debut karya sineas dan komedian kulit hitam, Jordan Peele. Peele juga menjadi produser dan penulis naskahnya. Film ini dibintangi aktor-aktris yang belum banyak dikenal, seperti Daniel Kaluyaa, Allison Williams, Lil Rel Howery, hanya Catherine Keener yang relatif punya nama. Setelah rilis dua minggu lalu, film ini menarik perhatian besar pengamat film dan publik. Website top, Rotten Tomatoes memberi score 99% (225 fresh – 1 rotten), sebuah pencapaian yang sangat jarang sekali untuk sebuah film bioskop. Secara mengejutkan pula, film berbujet US$ 4,5 juta ini telah meraih angka lebih dari US$ 150 juta hanya dalam  2 minggu rilisnya. Agak mengejutkan pula film ini ternyata rilis di sini. Apakah film ini benar-benar seistimewa itu? Saya menontonnya tanpa ekspektasi apapun, tanpa melihat trailer, dengan hanya bermodal tahu adalah sebuah film low-bujet dengan tema rasis, kata beberapa website. Saya hanya bisa bilang, filmnya memang beda.

Plotnya sederhana saja. Pemuda berkulit hitam bernama Chris, memacari Rose, gadis berkulit putih, yang mengajaknya liburan weekend untuk bertemu keluarganya di sebuah wilayah terpencil. Chris tiba disana dengan perasaan was-was, dan merasakan beberapa kejanggalan setibanya di rumah orang tua Rose, yang sepertinya terlihat normal. Kejadian-kejadian aneh di rumah tersebut mempermainkan otaknya, mengaburkan batas antara mimpi dan kenyataan.

Plotnya jelas terlalu umum untuk genre thriller horor macam ini. Bahkan rasanya penikmat film sejati tidak sulit menduga alur plotnya yang gamblang sejak awal. Kita hanya semata penasaran menanti bagaimana proses dan ending-nya. Bedanya hanya, secara terang-terangan film ini memajang isu kulit putih dan kulit hitam. Dalam situasi sejenis, peran negro lazimnya mendapat peran minor. Dalam banyak film, seorang tokoh kulit hitam sering menceplos, “Orang negro akan mati duluan dalam situasi seperti ini!”. Namun tidak untuk film ini. Tidak seperti film bertema ras lainnya, film ini tidak bicara masalah kesetaraan ras, keharmonisan antar ras, bla bla bla, dan sebagainya, namun sederhananya hanya berbicara tentang pria kulit hitam biasa yang mencoba bertahan hidup. Belum pernah rasanya seumur-umur merasakan betapa nyamannya saya dengan karakter negro dalam situasi tersebut, dan betapa lega dan puasnya, ending filmnya dieksekusi demikian brutal.

Baca Juga  Pacific Rim Uprising

Kisah filmnya jelas bisa berjalan demikian kuat karena dukungan kastingnya yang seluruhnya bermain sempurna. Kaluyaa bermain sangat meyakinkan, dan sosoknya memang pas dengan tokoh Chris yang penuh kebimbangan dalam hubungannya dengan pacarnya, Rose, yang juga dimainkan secara baik oleh Allison Williams. Tokoh Rod, yang diperankan Lil Rel Howery, jelas mencuri perhatian penonton dengan polah dan omongannya. Komedi verbal relatif hanya disajikan oleh tokoh ini sepanjang filmnya. Dari aspek lainnya, beberapa sisi teknis sedikit menonjol, seperti seringnya penggunaan close-up dalam shot-nya, serta ilustrasi musik, yang sangat baik membangun mood horor-komedi filmnya.

Tidak seperti plot horor konvensionalnya, Get Out menampar isu rasisme dengan komedi yang brilian tanpa harus mengagungkan kesetaraan ras. Jelas tidak banyak film yang menawarkan kisah dan isu sejenis secara gamblang, namun film ini mampu menyajikan semua dengan elegan. Semuanya bisa dibalik dengan cara yang sangat cerdas. Dengan isunya, rasanya Get Out memang lebih pas di negeri asalnya, namun film ini bisa memberikan inspirasi bagi kita, karena hal yang sama dengan isu berbeda, hingga kini pun masih terjadi di negeri kita. Get Out adalah sebuah contoh komedi satir yang memuaskan.
WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel SebelumnyaTurah
Artikel BerikutnyaDanur
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.