Tahun ini film dokumenter pendek yang masuk nominasi Oscar rata-rata membahas tentang isu yang ada di masyarakat, baik sesuatu yang sifatnya personal maupun keresahan yang ada di masyarakat. Salah satu film yang angkat cerita dari keluarga si sutradara film adalah Nǎi Nai & Wài Pó  atau yang punya judul alternatif Grandma & Grandma.

Adalah Sean Wang, sutradara film berdarah Tionghoa, yang tertarik membingkai kehidupan sehari-hari kedua neneknya dari garis ayah dan ibunya. Kedua nenek ini adalah Yi Yan Fuei dan Zhang Li Hua. Usia mereka terpaut sekitar 10 tahun. Pada saat pembuatan film, Yi Yan Fue berusia 94 tahun dan Zhang Li Hua berusia 83 tahun. Kedua nenek ini dipersatukan oleh ikatan pernikahan antar kedua anaknya. Mereka sendiri merupakan imigran dan telah kenyang dengan asam garam berkehidupan di negeri Paman Sam.

Meski bukan saudara kandung, hubungan mereka sangat erat. Mereka setiap hari tidur satu kamar dan hidup dalam satu rumah di California. Mereka menjalani hidup bersama-sama dengan penuh vitalitas. Keduanya meski telah lanjut usia sangatlah energik. Mereka gemar sekali menari dan tertawa bersama. Usia bagi mereka hanya sekadar angka. Dalam dokumenter sepanjang 17 menit ini penonton dapat melihat keakraban mereka. Mereka saling mengolok-olok dan nampak begitu peduli satu sama lain.

Selama menyaksikan film yang tayang di Disney Plus ini, rasanya sulit untuk tak membandingkan dengan film dokumenter Indonesia berjudul You and I. Film ini memiliki tema dan narasumber yang mirip, yakni sama-sama kedua lansia perempuan yang tinggal bersama dalam satu atap. Dua lansia dalam You and I juga tidur dalam satu kasur dan juga menjalani keseharian bersama-sama.

Baca Juga  Dar Saaye Sarv (In the Shadow of the Cypress)

Latar belakang dan masa lalu kedua sosok dalam You and I lebih tragis setelah ditangkap tanpa diadili karena ditengarai terlibat dengan gerakan PKI. Selain itu si sutradara film You and I, Fanny Chotimah, mengambil rentang waktu yang lumayan lebar. Masa produksinya empat tahun sehingga cerita kehidupan kedua nenek tersebut lebih dinamis. Sementara film dokumenter Grandma & Grandma diambil pada masa pandemi tahun 2021 dengan rentang waktu yang relatif pendek.

Kedua film dokumenter ini sama-sama menarik dan memberikan kesan hangat kepada penonton. Grandma & Grandma membuat penonton tertular oleh semangat dan vibe positif dari kedua nenek yang energik. Nuansa film ini ceria dan penuh kehangatan. Visual film ini sendiri banyak menggunakan warna-warna yang cerah.

Grandma & Grandma tayang perdana di  SXSW 2023  dan berhasil meraih Grand Jury Prize dan Audience Award. Film ini juga berhasil meraih penghargaan di AFI Fest dan deadCenter Film Festival 2023.

 

PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel SebelumnyaAvatar: The Last Airbender
Artikel BerikutnyaPemandi Jenazah
Dewi Puspasari akrab disapa Puspa atau Dewi. Minat menulis dengan topik film dimulai sejak tahun 2008. Ia pernah meraih dua kali nominasi Kompasiana Awards untuk best spesific interest karena sering menulis di rubrik film. Ia juga pernah menjadi salah satu pemenang di lomba ulas film Kemdikbud 2020, reviewer of the Month untuk penulis film di aplikasi Recome, dan pernah menjadi kontributor eksklusif untuk rubrik hiburan di UCNews. Ia juga punya beberapa buku tentang film yang dibuat keroyokan. Buku-buku tersebut adalah Sinema Indonesia Apa Kabar, Sejarah dan Perjuangan Bangsa dalam Bingkai Sinema, Antologi Skenario Film Pendek, juga Perempuan dan Sinema.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.