Istilah  Opera Sabun (Soap Opera) pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tapi apakah semua orang tahu asal usulnya? Dari sejarahnya, pada sekitar tahun 1920-an,  sebuah stasiun radio bernama The Bee’s Knees merencanakan untuk membuat sebuah acara serial yang ditujukan untuk pendengar wanita dan akan ditayangkan pada siang hari. Saat itu, acara itu belum mempunyai nama dan sponsor. Akhirnya The Bee’s Knees membuat tawaran ke perusahaan-perusahaan untuk bekerja sama sehingga acara ini dapat menguntungkan.

Pendengar radio pada masa itu kebanyakan adalah ibu rumah tangga. Pihak radio berusaha mencari sponsor yang cocok dengan target pendengar mereka dan sponsor yang mereka dapat adalah perusahaan pembuat sabun mandi dan sabun pembersih, seperti Procter & Gamble, Colgate-Palmolive, dan Lever Brothers. Dari begitu banyaknya tawaran perusahaan sponsor adalah produsen sabun, maka media pada masa itu mengistilahkan acara tersebut  ‘’Opera Sabun’’.

Pamor opera sabun ini semakin populer dikalangan para wanita dan acara ini pun mulai terus dikembangkan. Dari sisi konsep cerita opera sabun, acara ini selalau berbentuk dalam beberapa episode. Untuk menarik dan mempertahankan rating acara tersebut, para pembuat cerita opera sabun lazimnya mengemas tiap episode saling berhubungan. Boleh dikatakan setiap penonton opera sabun telah di-setting untuk mengikuti cerita hingga berpuluh episode dalam format cerita bersambung. Munculnya format televisi maka lambat laun dimulailah adaptasi acara opera sabun versi audio visual ke layar kaca.

Di Indonesia opera sabun dapat dikatakan telah ada sejak lama. Kesenian tradisional yang menyerupai format acara tersebut adalah seperti Ketoprak dan Wayang. Perbedaan hanya terlihat dari sisi tujuan acara pementasan tersebut yang kebetulan dikenal untuk media hiburan rakyat dan syiar agama pada masa silam yang digambarkan dalam bentuk penceritaan lewat tokoh-tokohnya.

Baca Juga  Aphicatpong Weerasethakul : Dalam Perbincangan

Dalam perkembangan ada pula opera sabun televisi yang telah dikenal oleh pemirsa televisi.  Salah satu yang dikenal dan bertahan hingga beberapa episode adalah Bajai Bajuri. Opera sabun ini bercerita tentang kehidupan seorang supir bajai yang bernama Bajuri yang hidup dengan kesederhanaan dalam keluarganya bersama istrinya Oneng serta Emak yang selalu membuat ulah. Selain Bajai Bajuri, ada beragam macam judul opera sabun televisi indonesia yang sudah tayang dan menghiasi layar kaca seperti, Suami-Suami Takut Istri, RT RW, 1 Kakak dan 7 Keponakan, hingga serial yang terbaru dan masih tayang seperti Keluarga Minus. Pada umumnya opera sabun di acara televisi Indonesia biasanya berjenis drama komedi yang notabenenya dianggap laris untuk menjadi media hiburan rakyat yang dapat bertahan lama.

Anton Soegito

Artikel SebelumnyaAphicatpong Weerasethakul : Dalam Perbincangan
Artikel Berikutnya12 Angry Men, Kombinasi Kekuatan Akting dan Naskah
memberikan ulasan serta artikel tentang film yang sifatnya ringan, informatif, mendidik, dan mencerahkan. Kupasan film yang kami tawarkan lebih menekankan pada aspek cerita serta pendekatan sinematik yang ditawarkan sebuah film.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.