Panji Pragiwaksono sepertinya tak mau kalah dengan para komedian lain yang sukses memproduksi film. Partikelir membuktikan kemampuan Panji menulis skenario sekaligus menyutradarai film yang juga ia bintangi. Tentu saja, filmnya bergenre komedi dan penuh dengan lawakan hingga penonton tertawa terbahak-bahak. Melihat trailer-nya yang memberikan kesan lucu dan seru, saya langsung tertarik untuk menontonnya dengan ekspektasi tinggi. Film serupa sudah biasa kita nikmati melalui film produksi Hollywood, misalnya saja 21 Jump Street. Aksi dalam menyelesaikan sebuah misi yang disajikan dengan lelucon-lelucon konyol menjadikan Partikelir sebagai film yang menarik untuk ditonton karena mengundang rasa penasaran penonton.

     Partikelir menceritakan Adri (Panji Pragiwaksono), seorang detektif bayaran yang kemampuannya masih tampak seadanya. Peralatan yang ia gunakan kurang canggih, tetapi ia terus bersemangat untuk menjadi detektif yang menuntaskan berbagai misi seru sesuai dengan kesukaannya pada masa SMA. Ia pun mampu meyakinkan sahabatnya, Jaka (Deva Mahendra) untuk ikut menjalankan karir profesional sebagai detektif. Hingga suatu hari, Tiara (Aurelie Moeremans) memberikan misi kepada Adri untuk menyelidiki ayahnya yang selingkuh dan sudah tidak peduli pada keluarganya lagi. Adri dan Jaka menjalankan misi tersebut hingga mereka harus menghadapi satu hal besar yang tidak terduga.

     Film berjalan dengan tempo yang cukup pas, tidak lambat ataupun cepat. Permasalahan diungkapkan dengan jelas dan mudah dipahami karena plotnya memang sederhana. Tidak ada yang mengesankan dari akting para pemain, bahkan sayangnya porsi TJ yang berperan sebagai teman Adri pun sangat sedikit, padahal kemampuan aktingnya bisa memberikan kekuatan pada filmnya. Sebagai film aksi yang menampilkan adegan baku tembak, Partikelir cukup layak dinikmati karena efek visual yang disuguhkan tampak cukup baik, setidaknya dibandingkan film-film Indonesia lainnya yang seringkali tampak kasar secara visual untuk adegan aksi sejenis.

Baca Juga  Indonesian "New Wave"?

     Tidak ada yang spesial dari film ini, bahkan ada beberapa hal yang ditujukan sebagai candaan tetapi malah kurang lucu. Meskipun begitu, sensasi menonton film komedi yang menyenangkan masih bisa kita dapatkan. Setelah disuguhkan dengan film komedi yang sarat dengan pesan moral seperti Cek Toko Sebelah, film komedi bisa pula menjadi sarana penyampain pesan yang kuat. Partikelir sendiri menyinggung isu narkoba yang belakangan ini makin ramai diberitakan media massa. Ajakan untuk menjauhi narkoba menjadi poin besar. Selain itu, persoalan gender dan manfaat media sosial juga turut dibahas. Film sebagai media kampanye persoalan sosial memang masih terus dibutuhkan karena sebagai media hiburan film pun dapat bermanfaat sebagai media yang mengedukasi.

    Partikelir merupakan film komedi detektif yang layak dinikmati. Meskipun tidak memuaskan seperti ekspektasi awal, film ini mampu menyampaikan pesan dengan baik. Tidak hanya menghibur, Partikelir mengajarkan pula akan pentingnya persahabatan dan kepedulian akan kesehatan.

WATCH TRAILER

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini