Anton dan Angel merupakan kakak beradik yang hidup miskin. Semula mereka tinggal bersama dengan tantenya. Namun, karena perilaku kekerasan yang dilakukan om pada tantenya, mereka pun berencana untuk pergi dari rumah dan pergi ke kota besar.  Sesampainya di sana, mereka malah dipekerjakan oleh sindikat pengemis. Mereka berdua bekerja dengan sekuat tenaga. Sampai suatu saat, mereka harus berpisah karena sebuah kejadian tragis. Waktu pun berlalu, Angel berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi pengacara. Di tengah perjalanan hidupnya ia berkenalan dengan Martin, seorang dokter bedah jantung, dan mereka pun berpacaran. Sebelum dirinya menikah dengan Martin, ia berkeinginan untuk mencari kakaknya.

Film yang bergenre drama keluarga ini, merupakan buah karya dari Falcon Pictures. Melalui tangan dingin Fajar Bustomi, gambar-gambar yang menyentuh bisa disajikan dengan komunikatif pada penonton. Sang sineas, Upi Avianto mampu membawa penonton untuk ikut dalam lika-liku kehidupan Anton dan Angel melalui dialog yang dipaparkan. Mulai dari tokoh Anton Angel di usia kecil sampai dengan mereka berdua dewasa. Dialog mampu mewakili gambaran anak kecil yang lugu tanpa punya prasangka buruk terhadap orang dewasa yang baru dikenalnya (Om Rudi). Pada saat kedua tokoh utamanya masuk usia dewasa, dialognya pun terasa dekat dengan penonton. Upi menampilkan dialog para tokohnya seperti melekat dengan perilaku keseharian para tokoh utamanya.

Pada pemeran utamanya, Izzati Khanza (Angel) dapat menampilkan sosok anak kecil yang baik dan penurut, selalu mengikuti kemanapun kakaknya pergi. Pada tokoh Angel dewasa (Bunga Citra Lestari), terlihat sutradara tampaknya sengaja membentuk tokoh ini menjadi tokoh yang rela membela kebenaran, meskipun profesi Angel menjadi sorang pengacara, tapi ia tidak melakukannya demi uang, tapi justru sebaliknya ia menjadi seorang yang memperjuangkan kebebasan dan persamaan hak anak-anak kecil. Bagi Angel, anak kecil, seharusnya bisa bermain dengan bebasnya, tanpa harus mengemis di jalanan. Tokoh Martin (Joe Taslim) dalam film ini diceritakan sebagai seorang dokter bedah yang baik hati, yang berkeinginan menolong anak-anak yang memiliki kelainan jantung. Martin memutuskan untuk menjadi dokter bedah jantung, karena ia sewaktu kecil mengidap penyakit kelainan jantung. Hati nurani anak-anak yang murni dapat merubah karakter seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca Juga  Wedding Agreement

Akting yang memikat juga diperlihatkan oleh Asep (Rifnu Wikana), ia bisa menampilkan seorang tangan kanan yang selalu menjalankan perintah bosnya, malah ia sampai rela dipukuli oleh Om Rudi, tanpa perlawanan sama sekali. Meski di akhir cerita Asep berbalik arah, dan menentang Om Rudi, tapi tetap saja, peran Asep sebagai ‘kacung preman’ patut diacungi jempol. Akting dari Ningsih (Aura Kasih) mantan anak asuh Om Rudi yang dilecehkan sewaktu kecil, dan belakangan menjalin hubungan asmara denagn Asep, patut dipuji, sebab Aura Kasih bisa memerankan dengan baik karakter yang pemberontak, tapi mempunyai keinginan untuk memperbaiki diri.

Film berdurasi 127 menit ini layak untuk dijadikan tontonan pada musim liburan ini. Pesan moral yang ingin disampaikan dalam film ini adalah meskipun kita terpisah oleh jarak, tapi ikatan keluarga tetaplah menjadi kekuatan kita untuk maju melewati masa depan. Selamat menonton teman-teman!

WATCH TRAILER

Artikel SebelumnyaSweet 20
Artikel BerikutnyaJailangkung
Penikmat film dan kontributor montasefilm.com

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.