The Accused (1988)
111 min|Crime, Drama|14 Oct 1988
7.1Rating: 7.1 / 10 from 30,282 usersMetascore: 65
After a young woman suffers a brutal gang rape in a bar one night, a prosecutor assists in bringing the perpetrators to justice, including the ones who encouraged and cheered on the attack.

Film dibuka dengan gambar muka sebuah Bar di pinggir kota. Seorang gadis muda mendadak berlari keluar dari pintu Bar sembari mejerit dan menangis dengan kondisi pakaian awut-awutan. Gadis muda itu adalah Sarah Tobias (Foster) yang baru saja mengalami perkosaan massal di bar tersebut. Setelah kejadian naas tersebut, jaksa penuntut, Kathryn Murphy (Mc Gillis) dengan usaha keras berhasil memasukkan para pemerkosa Sarah ke dalam bui. Sarah menganggap hukuman mereka terlalu ringan dan bahkan ia juga mencoba menuntut semua orang yang menonton dan mendukung aksi pemerkosaan tersebut agar mendapat ganjaran setimpal.

Konon cerita filmnya ini diambil dari kejadian nyata yang menimpa Cheryl Araujo di sebuah bar di Massachusetts. Secara umum filmnya dibagi menjadi dua segmen besar, yakni proses peradilan untuk para pemerkosa Sarah serta proses peradilan untuk para penonton yang mendukung aksi tersebut. Sisi cerita dramatik menjadi nilai lebih filmnya dengan pendekatan estetik sederhana bahkan boleh dibilang biasa. Sejak awal hingga akhir penonton mampu dibawa masuk ke dalam cerita serta bersimpati penuh dengan Sarah. Satu hal yang menarik dalam plotnya yang amat mendukung sisi dramatik filmnya adalah aksi peristiwa perkosaannya sendiri justru ditampilkan di akhir film sehingga penonton dari waktu ke waktu dibuat penasaran serta ragu dengan pernyataan-pernyataan Sarah.

Baca Juga  Romansa “Kelas Dua” dalam Greenberg

Sisi dramatik yang menjadi kekuatan filmnya tentu tidak lepas dari pencapaian akting yang sangat mengesankan dari Foster. Setelah peristiwa perkosaan Foster mampu bermain brilian sebagai Sarah yang begitu emosional sekaligus tertekan di saat yang bersamaan nyaris sepanjang film. Sementara sebelum peristiwa perkosaan terjadi, Foster seolah memiliki kepribadian yang berbeda dengan mampu bermain mengejutkan sebagai Sarah yang nakal dan binal yang aksinya memancing tindak perkosaan. Tak heran akting hebat dari aktris muda ini diganjar penghargaan piala Oscar serta Golden Globe untuk aktris terbaik. Sementara para pemain lainnya termasuk McGillis bermain baik sekalipun tidak seistimewa penampilan Foster.

The Accused konon merupakan film pertama Hollywood yang mengangkat tema tentang perkosaan yang aksinya disajikan secara nyata. Visualisasi aksi perkosaan tersebut merupakan kunci utama keberhasilan film ini yang bakal mampu menggetarkan siapapun yang menonton. Tanpa memperlihatkan aksi yang vulgar (eksplisit) namun sineas sudah lebih dari cukup menggambarkan betapa biadab aksi tersebut. Film ini jelas memihak pada kaum hawa namun lebih dari itu film ini memberi pelajaran berharga pada kita bahwa siapapun tidak berhak merendahkan seseorang sekecil apapun bentuknya.

WATCH TRAILER

Artikel SebelumnyaThe Silence of the Lamb, Kemenangan Hopkins, Foster, dan Demme
Artikel BerikutnyaJodie Foster
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga 2019. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit. Kedua buku ini menjadi referensi favorit para akademisi film dan komunikasi di seluruh Indonesia. Ia juga terlibat penuh dalam penulisan Buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol. 1-3 serta 30 Film Indonesia Terlaris 2012-2018. Hingga kini, ia masih menulis ulasan film serta terlibat aktif dalam semua produksi film di Komunitas Film Montase. Biodata lengkap bisa dilihat dalam situs montase.org. ------- His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.