Animasi Prancis selalu memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan animasi Hollywood dan anime. Keunikan tersebut salah satunya berupa kemauan keras para animator Prancis untuk terus bereksplorasi. Hal ini terlihat dalam film animasi Chicken for Linda! yang menjadi film pembuka gelaran Europe on Screen 2024.

Chicken for Linda! seperti judulnya, bercerita tentang upaya seorang ibu untuk memenuhi janjinya memasakkan ayam untuk putrinya yang bernama Linda. Sang ibu merasa bersalah karena ia menghukum putrinya dan menuduhnya berbohong. Ia ingin menebus kesalahannya dengan memenuhi permintaan Linda yang ternyata sederhana, masakan ayam dengan bumbu lada.

Mulailah petualangan ibu dan anak menemukan daging ayam. Pada saat itu Prancis sedang berlangsung demo besar-besaran. Toko-toko pun ternyata tutup. Tak ada yang menjual ayam. Mereka menemukan ayam di sebuah peternakan ayam, tapi sayangnya si remaja pemilik peternakan tidak memperbolehkan mereka membeli ayamnya. Frustasi, si ibu mencuri ayam. Tapi, si ibu tak punya pengalaman menyembelih ayam.

Cerita memasak ayam untuk Linda ini dikemas dalam komedi slapstick dan dibumbuhi beberapa adegan dengan nyanyian. Ceritanya fresh dan menggelitik, meski di beberapa bagian agak berlebihan. Tokoh anak-anak yang merupakan kawan Linda dan sesama penghuni apartemen menjadi komponen cerita yang memperkeruh konflik sekaligus memeriahkan suasana. Adegan kawan-kawan Linda yang berupaya membantunya menemukan dan menangkap ayam itu salah satu adegan yang menyenangkan dan hangat.

Animasi Prancis ini juga punya artwork yang unik. Sébastian Laudenbach dan Chiata Malta, penulis naskah dan juga sutradara animasi ini bereksplorasi dengan teknik dan gaya menggambar. Mereka juga bermain-main dengan warna. Setiap karakter diwarnai dengan satu warna, dari ujung rambut hingga ujung kaki,  demikian juga dengan beberapa unsur gambar latarnya. Ada pohon ungu, nenek ungu, dan sebagainya. Hasilnya, Chicken for Linda!  baik desain karakter maupun latar gambarnya menjadi agak absurd  dan seperti ilustrasi dalam buku anak-anak. Musik latarnya sendiri juga pas dalam mendramatisasi adegan. Musik yang riang ini seperti mengajak penonton ikut larut dan menikmati petualangan Linda bersama ibunya mengejar ayam.

Baca Juga  Escape from Pretoria

Chicken for Linda! berhasil meraih Best Feature di  Annecy International Animated Film Festival  2023, serta Best Animated Films di Lumiere Awards dan César Awards, France 2024. Film produksi Gebeka Films ini juga tayang di Festival Film Cannes 2023.

PENILAIAN KAMI
Overall
80 %
Artikel SebelumnyaEurope on Screen 2024 Hadir di 8 Kota dengan 75 Film
Artikel BerikutnyaHit Man
Dewi Puspasari akrab disapa Puspa atau Dewi. Minat menulis dengan topik film dimulai sejak tahun 2008. Ia pernah meraih dua kali nominasi Kompasiana Awards untuk best spesific interest karena sering menulis di rubrik film. Ia juga pernah menjadi salah satu pemenang di lomba ulas film Kemdikbud 2020, reviewer of the Month untuk penulis film di aplikasi Recome, dan pernah menjadi kontributor eksklusif untuk rubrik hiburan di UCNews. Ia juga punya beberapa buku tentang film yang dibuat keroyokan. Buku-buku tersebut adalah Sinema Indonesia Apa Kabar, Sejarah dan Perjuangan Bangsa dalam Bingkai Sinema, Antologi Skenario Film Pendek, juga Perempuan dan Sinema.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.