Fast & Furious 6 (2013)
130 min|Action, Adventure, Crime|24 May 2013
7.0Rating: 7.0 / 10 from 414,093 usersMetascore: 61
Hobbs has Dominic and Brian reassemble their crew to take down a team of mercenaries: Dominic unexpectedly gets sidetracked with facing his presumed deceased girlfriend, Letty.

Seri Fast and Furious telah memasuki wilayah langka dengan menembus seri sekuel hingga keenam yang bakal sukses komersil maupun kritik. Salah satu kunci keberhasilan Fast Five (F5) adalah berkumpulnya para bintang seri pertama hingga keempat plus bintang besar macam The Rock, disamping tentunya sekuen aksinya yang gila-gilaan. Unsur cerita jelas bukan fokus utama walau motif ceritanya masih jelas. Keunikan kisah FF6 adalah berhasil memadukan unsur plot seri pertama hingga kelima termasuk seri ketiga yang dianggap lepas sama sekali. Fast & Furious 6 (FF6) memiliki formula yang sama dengan F5 namun dengan kisah yang sedikit dipaksakan. Karakter yang telah tewas pun dipaksa bangkit kembali. But who cares… right?

Dom, Brian dan kawan-kawan kini harus menghadapi penjahat kelas kakap, Owen Shaw dan komplotannya yang menginginkan senjata rahasia yang mampu melumpuhkan komunikasi. Satu hal yang menarik Dom bukanlah Shaw namun keberadaan Letty, mantan kekasihnya yang diyakini telah tewas. Alur investigasi berjalan cepat tanpa rantai komando yg jelas dengan aksi kebut-kebutan mendominasi plotnya. Satu hal yang bisa diacungi jempol adalah kemampuan mengolah naskah sehingga belasan karakter utamanya mendapat porsi yang nyaris seimbang tanpa ada karakter yang mendominasi termasuk Dom dan Brian.

Seperti sekuel film aksi lazimnya FF6 menampilkan sekuen aksi yang lebih menghebohkan dari sebelumnya. Aksi di jalanan kota London di malam hari, hingga di highway, melawan “mobil balap”, tank, hingga pesawat terbang. Tidak seperti sebelumnya sekuen aksinya kini jauh lebih berani dan nekat walau boleh dibilang tak masuk akal. But, it’s very thrilling ride dan dijamin membuat penonton ternganga. Aktor kita, Joe Taslim yang berperan sebagai anak buah Shaw, mampu mencuri perhatian dengan satu scene perkelahian dengan Roman dan Han. Taslim mendapat peran cukup banyak sejak awal hingga akhir.

Baca Juga  Fall

Fast & Furious 6 secara umum adalah film yang sangat menghibur dan penonton khususnya fans FF dijamin mendapatkan apa yang mereka mau. Kejutan besar di akhir (post credit scene) menjanjikan sebuah sekuel (FF7) yang sangat dinantikan, konon dirilis tahun depan. Seri FF kini tak bisa lagi dipandang sebelah mata, dan menjadi tolak ukur baru untuk film aksi murni yang sukses besar diantara film superhero, fantasi, dan fiksi ilmiah yang selama ini mendominasi musim panas. Potensi seri FF bisa memungkinkan untuk dibuat puluhan sekuel.

PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaDari Redaksi
Artikel BerikutnyaThe Purge
Hobinya menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari studi arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan mengulas film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar di Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengajar Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga tahun 2019. Buku film debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film sebagai naratif dan sinematik. Buku edisi kedua Memahami Film terbit pada tahun 2018. Buku ini menjadi referensi favorit bagi para akademisi film dan komunikasi di seluruh Indonesia. Ia juga terlibat dalam penulisan Buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol. 1-3 serta 30 Film Indonesia Terlaris 2012-2018. Ia juga menulis Buku Film Horor: Dari Caligari ke Hereditary (2023) serta Film Horor Indonesia: Bangkit Dari Kubur (2023). Hingga kini, ia masih menulis ulasan film-film terbaru di montasefilm.com dan terlibat dalam semua produksi film di Komunitas Film Montase. Film- film pendek arahannya banyak mendapat apresiasi tinggi di banyak festival, baik lokal maupun internasional. Baru lalu, tulisannya masuk dalam shortlist (15 besar) Kritik Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2022. Sejak tahun 2022 hingga kini, ia juga menjadi pengajar praktisi untuk Mata Kuliah Kritik Film dan Teori Film di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dalam Program Praktisi Mandiri.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.