Silam (2018)
80 min|N/A|13 Dec 2018
5.6Rating: 5.6 / 10 from 20 usersMetascore: N/A
As a result of mistreatment at home and school, Baskara desperately fled to Uncle Anton's house, his father's twin brother who was married to Aunt Ami and had two twin daughters. But spirits began to terrorize him.

Silam adalah film horor yang disutradarai oleh sutradara kawakan, Jose Purnomo yang sebelumnya kita tahu juga pernah menggarap Jailangkung (2017), Ruqyah: The Exorcism (2017), Jailangkung 2 (2018), dan Alas Pati (2018). Film ini dibintangi sejumlah bintang ternama, seperti Zidane Khalid, Surya Saputra, serta Wulan Guritno. Film ini diadaptasi dari novel horor laris yang berjudul sama karya penulis seri Danur, Risa Saraswati. Film berdurasi  80 menit ini menawarkan sebuah horor dengan kisah yang menarik.

Akisah seorang anak laki-laki bernama Baskara selalu mendapatkan perlakuan buruk, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah oleh Fina (Nova Elisa), ibu kandungnya sendiri. Tak tahan dengan tekanan, akhirnya Baskara memutuskan untuk kabur ke rumah Om Anton (Surya Saputra) saudara kembar ayahnya. Anton tinggal di rumah bersama istrinya, Ami (Wulan Guritno) dan dua anak kembarnya. Semua hal berjalan normal, kedatangannya disambut baik oleh keluarga Om Anton. Sikap ramah keluarga Om Anton membuat Baskoro merasa nyaman. Hingga suatu ketika Baskara merasakan ada sesuatu yang aneh, disertai gangguan dan teror makhluk halus. Ia berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan dirinya.

Baca Juga  Chrisye

Silam memiliki cerita yang sangat menarik untuk ditonton. Kita disuguhkan sebuah cerita yang segar dengan kejutan demi kejutan dalam filmnya. Film ini menggunakan penuturan yang terhitung baru untuk film produksi kita, yakni plot yang berulang (loop plot). Baskara menyadari bahwa keluarga Om Anton selama ini melakukan kegiatan yang sama, berulang-ulang. Cerita dan karakter juga dibangun dengan  cerdas dan rinci dengan logika cerita yang sederhana. Dengan alur tempo plot yang cepat, Silam telah menebar teror dan ketegangan sejak menit-menit awal dan semuanya berhasil digiring dengan rapi dalam pengembangan ceritanya. Beberapa hal memang sedikit mirip dengan beberapa horor populer barat, seperti dua anak kembar dalam The Shining (1980 )serta boneka yang dirasuki setan (Annabelle). Film ini juga memiliki ending yang cukup mengejutkan, yang semuanya membuatnya patut untuk disaksikan.

Secara umum, film ini bisa menyajikan sisi teknis yang mapan melalui unsur sinematografi serta pencahayaan. Seperti dalam satu adegan Baskara menuruni tangga untuk mendatangi Om Anton, melalui komposisi dan sudut kamera kita disajikan satu gambar yang menyiratkan aura misteri dan mengundang ketegangan. Ilustrasi musik dan suara serta sosok hantunya, sayangnya tidak jauh berbeda dengan film horor kita pada umumnya. Sangat disayangkan, dengan cerita yang begini baik,  harusnya bisa dikemas lebih menarik.

Silam terasa sekali ingin menggabungkan unsur horor lokal dengan gaya cerita penceritaan film barat. Terhitung ini adalah kisah pertama yang diambil dari novel laris Risa Saraswati di luar Danur Universe. Film ini layak untuk dinikmati sebagai hiburan serta mendapatkan penuturan cerita yang berbeda dan segar.

 

Muhammad Aryodhia Shofiantoro

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaTusuk Jelangkung
Artikel BerikutnyaSpider-Man: Into the Spider-Verse
Redaksi Montase
memberikan ulasan serta artikel tentang film yang sifatnya ringan, informatif, mendidik, dan mencerahkan. Kupasan film yang kami tawarkan lebih menekankan pada aspek cerita serta pendekatan sinematik yang ditawarkan sebuah film.

2 TANGGAPAN

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.