Life (2017)

104 min|Horror, Sci-Fi, Thriller|24 Mar 2017
6.6Rating: 6.6 / 10 from 255,132 usersMetascore: 54
A team of scientists aboard the International Space Station discover a rapidly evolving life form that caused extinction on Mars and now threatens all life on Earth.

Life adalah film thriller fiksi ilmiah garapan David Espinosa dengan kasting sederatan bintang top, yakni Jake Gyllenhaal, Rebecca Ferguson, serta Ryan Reynolds. Sineas asal Swedia ini sebelumnya telah menggarap film thriller sukses, Safe House, juga dibintangi Ryan Reynolds. Bicara soal genrenya, Alien garapan Ridley Scott sebagai pelopor subgenre “alien” memang terlalu superior bagi film pengikutnya. Film sejenis sudah terlalu banyak dan Life jelas berada di posisi sulit untuk mencari sesuatu yang baru.

Filmnya berkisah tentang enam orang kru stasiun luar angkasa internasional di orbit bumi yang meneliti sebuah spesimen dari planet Mars. Obyek penelitian mereka ternyata adalah organisme hidup yang dianggap sebagai bukti kehidupan pertama di luar bumi. Mereka tak menyadari jika organisme asing tersebut bisa membahayakan mereka bahkan umat manusia.

Plotnya jelas terlalu familiar bagi pecinta fiksi ilmiah sejenis walaupun Life telah mencoba untuk mencari celah di antara banyaknya film subgenre ini. Seperti Gravity, film dibuka dengan menawan melalui satu shot panjang tanpa jeda menyusuri ruang demi ruang sekaligus sebagai pengenalan karakter serta latar belakang masalah. Semua tahu apa yang akan terjadi kemudian, dan ketika masalah sungguh-sungguh terjadi, film ini tanpa henti mampu menyajikan ketegangan demi ketegangan hingga klimaksnya. Sosok “alien” yang memiliki kemampuan beradaptasi unik memungkinkan aksi cerita bisa dieksplorasi lebih luas melewati batas ruang interior pesawat ruang angkasa. Selebihnya tak ada lagi yang bisa ditawarkan selain penampilan para pemain bintangnya yang sudah matang dan sempurna dengan peran mereka. Tak ada kejutan berarti serta terdapat beberapa hal mengganjal pada kisahnya. Mengapa mereka bersusah payah memilih untuk meneliti materi asing tersebut di luar bumi jika belum pernah ada preseden potensi bahaya yang bakal mengancam umat manusia? Plot terlihat amat memaksa dan seolah mereka semua telah menonton seri “Alien” sebelumnya.

Baca Juga  Green Book

Life menampilkan sebuah thriller sci-fi menegangkan dengan sederetan pemain yang bermain menawan namun memang sulit untuk mencari sesuatu yang baru di wilayah plot subgenrenya. Apa lagi yang kita harapkan dari subgenre “alien” macam ini selain aksi dan ketegangan? Ini sudah terlalu jenuh. Pembuat film rasanya masih bisa mencoba arah baru di luar plot “alien” konvensional. Arrival setidaknya masih bisa membuktikan jika genre “alien” mampu dieksplorasi lebih jauh lagi. Beberapa bulan lagi, Alien: Covenant garapan dedengkot “alien”, Ridley Scott akan rilis dan tidak ada ekspektasi tinggi pula untuk film ini.
WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaBeast Raih US$ 350 Juta di Rilis Minggu Pertama!
Artikel BerikutnyaPower Rangers
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.