Now You See Me 2 (2016)

129 min|Action, Adventure, Comedy|10 Jun 2016
6.4Rating: 6.4 / 10 from 320,769 usersMetascore: 46
The Four Horsemen resurface, and are forcibly recruited by a tech genius to pull off their most impossible heist yet.

Setelah sukses besar film pertamanya kini sekuelnya rilis dengan bujet $90 juta. Para pemain topnya semua bermain kembali kecuali Isla Fisher yang digantikan Lizzy Chaplan. Melengkapi sederetan penampilan bintang adalah si penyihir Harry Potter, Daniel Ratcliff. Film pertamanya penuh dengan aksi sulap spektakuler dengan plot membingungkan dan kali ini pun relatif masih sama. Plot filmnya justru malah terlihat seperti versi lain dari seri film Ocean Eleven dan Mission Impossible.

The Four Horsemen: Daniel, Merrit, Jack, dan member baru Lula dibantu sang mentor Dylan, kembali muncul dengan gaya mereka yang khas namun diluar dugaan rencana mereka diganggu sosok misterius. Dengan cara yang diluar nalar secara mendadak mereka bisa berpindah lokasi ke Makau, Cina dan lalu bertemu dengan laki-laki bernama Walter Mabry. Di situasi yang serba membingungkan mereka mencoba untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sekaligus mencari jalan keluar dari masalah ini.

Mirip seperti film pertamanya, plot berpindah dari satu karakter ke karakter lain dengan begitu cepat kadang tanpa bisa dicerna penonton. Para karakter utamanya dihadapkan pada situasi baru, kasus demi kasus, aksi demi aksi, tanpa kejelasan motif. Informasi cerita memang sengaja disimpan sebagai unsur kejutan di akhir. Menarik memang, namun siapa peduli. Sebenarnya apa motif mereka? Apa yang mereka cari? Problem cerita di film pertamanya mirip dengan ini. Mereka ingin menjawab pertanyaan besar namun penonton tidak pernah diajak benar-benar terlibat di dalamnya sehingga apa yang kita lihat di layar hanyalah berkesan aksi selebrasi di publik semata. Setelah mereka mendapatkan semua jawaban di akhir pun lantas untuk apa itu semua? Tidak ada satu hal pun yang bisa kita ambil selain hanya melihat mereka bersenang-senang.

Baca Juga  Renfield

Apa yang menjadi daya tarik filmnya adalah aksi sulap spektakuler. Masalah dengan ini adalah film sendiri adalah bahasa visual yang bisa memanipulasi ruang dan waktu melalui teknik editing dan jelas: efek visual (CGI). Sulap akan menarik jika kita melihat langsung dan mampu menipu mata dan pikiran kita. Sudah terlampau banyak film yang menipu mata kita dengan cara yang mengesankan, bagaimana sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. Apa yang kita lihat di film ini tak ada lagi yang mengesankan secara visual. Apa kita harus terkesan dengan aksi Daniel ketika ia mampu menghentikan butir-butir air hujan atau kita terkesan dengan efek visualnya? Silahkan pilih sendiri.

Now You See Me 2 menawarkan apa yang ditawarkan pendahulunya, aksi selebrasi para bintang tanpa pesan yang jelas, serta aksi sulap penuh kejutan yang tak lagi mengejutkan. Kita bisa melihat para tokoh utama bersenang-senang tanpa kita sendiri bisa ikut bersenang-senang di dalamnya. Namun setidaknya di film ini kita bisa melihat penampilan bintang-bintang besar, seperti Jesse Eisenberg, Mark Rufallo, Woody Harrelson, Morgan Freeman, Michael Caine, hingga Daniel Ratcliffe, serta si manis Lizzy Chaplan bersenang-senang di tiap adegannya.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
overall
40 %
Artikel SebelumnyaZootopia Tembus $1M!
Artikel BerikutnyaThe Conjuring 2
His hobby has been watching films since childhood, and he studied film theory and history autodidactically after graduating from architectural studies. He started writing articles and reviewing films in 2006. Due to his experience, the author was drawn to become a teaching staff at the private Television and Film Academy in Yogyakarta, where he taught Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut film book, "Understanding Film," was published in 2008, which divides film art into narrative and cinematic elements. The second edition of the book, "Understanding Film," was published in 2018. This book has become a favorite reference for film and communication academics throughout Indonesia. He was also involved in writing the Montase Film Bulletin Compilation Book Vol. 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Additionally, he authored the "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). Until now, he continues to write reviews of the latest films at montasefilm.com and is actively involved in all film productions at the Montase Film Community. His short films have received high appreciation at many festivals, both local and international. Recently, his writing was included in the shortlist (top 15) of Best Film Criticism at the 2022 Indonesian Film Festival. From 2022 until now, he has also been a practitioner-lecturer for the Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts in the Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.