Peppermint (2018)
101 min|Action, Drama, Thriller|07 Sep 2018
6.6Rating: 6.6 / 10 from 6,150 usersMetascore: 29
Five years after her husband and daughter are killed in a senseless act of violence, a woman comes back from self-imposed exile to seek revenge against those responsible and the system that let them go free.

Film aksi thriller Pepermint digarap oleh Pierre Morrel yang juga menggarap film aksi sejenis, yakni Taken. Berperan sebagai sang protagonis adalah Jennifer Garner, didukung oleh John Ortiz dan John Galagher Jr. Di antara kisah film “sang penegak keadilan” yang sudah sangat membludak, termasuk seri Taken, The Equalizer, The Brave One, hingga remake Death Wish, Peppermint rasanya sulit menawarkan ruang baru bagi subgenrenya.

Lima tahun berselang setelah sang suami dan putri cilik dari Riley North ditembak secara brutal. Tak ada lagi keadilan hukum bagi Riley di kota yang korup ini. Sang ibu yang kini bermodal kemampuan bela diri tinggi serta kemahirannya menggunakan senjata api, membalas dendamnya pada satu kelompok kartel paling ditakuti di seluruh kota yang bertanggung jawab atas kematian keluarganya. Satu demi satu, dari bawahan hingga sang bos, Riley membalaskan dendamnya dengan persiapan matang melalui aksinya yang sadis dan brutal.

Plot sejenis sudah terlalu banyak dan apa yang ditawarkan dalam plotnya sudah tak lagi mampu memberi kejutan apapun. Penikmat film sejati dijamin bakal bosan dan lelah hingga rasa kantuk pun menyapa. Baik kisah maupun aksinya tak lagi menggigit, sekalipun sang bintang sudah bermain maksimal. Morrel yang sudah fasih betul dengan subgenre ini, sungguh amat mengherankan tak mampu mengolah alur kisah dan aksinya dengan baik dan segar. Dengan latar kisah minim, bagaimana Riley melatih kemampuannya, film ini semata hanya mengandalkan aksi sadis dan brutal pada semua segmen aksinya.

Baca Juga  Eye in The Sky

Dari puluhan aksi-thriller sejenis, tak ada lagi sesuatu yang baru ditawarkan oleh Peppermint.  Penampilan Jennifer Garner yang apik pun, tak mampu menolong salah satu film terburuk tahun ini. Skema untuk membuat film seri aksi “Liam Nesson” perempuan jelas gagal total. Jika ingin melihat perempuan penegak keadilan sejenis yang jauh lebih berkualitas, Anda bisa menonton kembali The Brave One yang dibintangi Jodie Foster.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
20 %
Artikel SebelumnyaDapatkan Buku MEMAHAMI FILM Edisi 2! Cetakan ke-2!
Artikel BerikutnyaBisikan Iblis
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga kini. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini