The Swordsman (2020)
100 min|Action|23 Sep 2020
7.6Rating: 7.6 / 10 from 15 usersMetascore: N/A
"Three different swordsmen meet each other for their own reasons." Tae Yul, a swordsman in his thirties goes out to find his only daughter after losing one of his eyes. Min Seung Ho, the ...

The Swordsman adalah film produksi Korea Selatan arahan Choi Jae-hoon yang sempat dirilis di bioskop tanah air beberapa waktu lalu.  Film ini dibintangi oleh aktor populer, Jang Hyuk, serta aktor aksi handal kita, Joe Taslim. Tak banyak yang ditawarkan film ini selain hanya beberapa segmen aksi duel yang tak membekas.

Film bertema sejarah berdurasi 100 menit ini mengisahkan tentang Tae-yul seorang ksatria hebat di wilayah Joseon yang kini mengasingkan diri bersama putrinya di pegunungan. Ketika penguasa baru dari Dinasti Qing mengirimkan utusannya yang lalim, musibah pun mulai melanda kota Joseon akibat mereka menculik warga untuk dijadikan budak. Ketika putrinya diculik, Tae-yul dipaksa untuk beraksi kembali di tengah pergolakan kekuasaan di pusat pemerintahan Joseon.

Dengan kisah yang cukup rumit, inti plot film ini sebenarnya sangat sederhana. Beberapa adegan dialog berupa intrik kekuasaan di antara para pejabat kekaisaran bukanlah sesuatu yang menarik yang ingin kita ikuti. Plot terasa baru berjalan ketika sang putri dibawa oleh komplotan asing untuk dijual. Aksi mulai berjalan menegangkan setelah ini dengan mengumbar adegan pertarungan tanpa henti. Harus diakui, adegan aksi pedang yang disajikan memang tidak semenarik yang dibayangkan. Efek fast-motion dan slow-motion justru membuat aksinya terasa artifisial (tidak natural) dibandingkan film-film aksi sejenis masa kini. Aktor kita, Joe Taslim pun tidak beraksi banyak malah justru lebih banyak berdialog yang sengaja disimpan untuk segmen puncak. Tak banyak kejutan berarti hingga akhir.

Baca Juga  Lagaan, Film Masala Berselera Barat

The Swordsman tidak cukup membuat sayatan yang mendalam dengan kisah intrik rumit serta segelintir aksi mengesankan. Terlihat sekali, film ini sedikit dibawah standar teknis film-film aksi mapan Korea Selatan lainnya, sekalipun sisi setting dan kostum terbilang lumayan. Para kastingnya pun secara umum bermain baik, termasuk aktor kita, entah suaranya di-dubbing atau tidak. Memproduksi film bertema periodik macam ini memang bukan hal yang mudah, dan faktanya sudah banyak film Korea lainnya yang mampu menyajikan kisah dan sisi teknis yang jauh lebih baik dari ini.

Stay safe and Healthy!

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
50 %
Artikel SebelumnyaDi Bawah Umur
Artikel BerikutnyaBuku Memahami Film Edisi Eksklusif
Himawan Pratista
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.