The Spy Who Dumped Me (2018)
117 min|Action, Adventure, Comedy|03 Aug 2018
6.0Rating: 6.0 / 10 from 83,332 usersMetascore: 52
Best friends Audrey and Morgan unwittingly become entangled in an international conspiracy when one of them discovers that the boyfriend who dumped her was actually a spy.

The Spy Who Dumped Me, dari judul dan trailer-nya, kita sudah tahu jika film ini adalah sebuah komedi spionase. Satu subgenre populer yang memang tidak seserius genre spionase aslinya, dan uniknya rilisnya berbarengan dengan Mission: Impossible 6. Film ini digarap oleh Susanna Fogel, yang sebelumnya dikenal menggarap film seri televisi. Film ini dibintangi oleh Mila Kunis, Kate McKinnon, serta Justin Theroux.

Audrey adalah seorang gadis pekerja bar bersama sobat karibnya, Morgan. Audrey pernah berhubungan dengan seorang pria bernama Drew yang diketahui adalah seorang agen CIA. Drew ternyata menitipkan sebuah benda yang berisi info rahasia di rumah Audrey. Alhasil, Audrey dan Morgan terjebak dalam situasi berbahaya serta petualangan aksi di berbagai wilyah di Eropa.

Sejak opening, sebenarnya film ini telah mengawali dengan baik hingga serangkaian segmen aksi di Viena. Adegan aksi di segmen ini sangat menghibur dan mengocok perut, khususnya saat aksi kejar-mengejar mobil dan motor di jalanan kota Vienna.

Kita tentu berharap sesuatu yang besar setelah ini, namun sebaliknya. Alur plot dan tempo aksinya menurun dan semakin mundur semakin membosankan dengan segmen klimaks yang antiklimaks. Adegan kilas-baik sering disisipkan, namun tanpa motif kuat untuk memberikan sebuah info penting bagi penonton.

Baca Juga  Ted

Untuk subgenre-nya, bisa dibilang filmnya terlalu serius dan semua aspeknya tampak setengah-setengah. Baik aksi, dialog, serta banyolan semua serba tanggung. Pemain telah berupaya maksimal, namun naskah serta dialog memang kurang menggigit. Hanya tercatat McKinnon yang mencuri perhatian dengan polah dan celotehannya yang konyol. Di luar McKinnon, semua serba dingin.

Tercatat satu tribute untuk genrenya pada dialog awal, “your mission should you accept it”. Hanya ini? Banyak film spionase berkelas dari banyak franchise besar, mengapa tidak gunakan saja semua? For Bond sake, judul filmnya saja sudah The Spy Who Dumped Me! Amat disayangkan karena film ini punya banyak potensi, seperti misalnya Spy dan The Hitman’s Bodyguard. The Spy Who Dumped Me adalah sebuah komedi spionase yang tanggung, baik dari tribute genrenya, aksi maupun banyolannya.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
30 %
Artikel SebelumnyaNew Trailer: Venom
Artikel BerikutnyaBuffalo Boys: Perwakilan Imajinasi Bangsa Imajiner
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.