Central Intelligence (2016)

107 min|Action, Comedy, Crime|17 Jun 2016
6.3Rating: 6.3 / 10 from 214,881 usersMetascore: 52
After he reconnects with an awkward pal from high school through Facebook, a mild-mannered accountant is lured into the world of international espionage.

Aksi komedi berpasangan rupanya tidak pernah mati di pasaran. Jenis komedi ini biasanya lebih menawarkan komedi verbal ketimbang aksinya. Central Intelligence mencoba melakukan hal yang sama dengan kekuatan bintang para pemainnya, Dwayne Johnson dan Kevin Hart. Johnson yang sering kita kenal sebagai bintang laga sebelumnya juga pernah membintangi film-film sejenis. Komedi sama sekali bukan hal yang baru bagi sang bintang.

Calvin kini adalah seorang akuntan biasa yang dulunya semasa SMA adalah seorang bintang pujaan di sekolahnya. Suatu ketika ia kontak dengan teman lama SMA-nya yang sering di-bully, yakni Bob Stone. Bob yang dulunya gendut dan jelek kini berubah menjadi seorang pria tangguh yang kekar dan tampan hingga Calvin tidak mengenalinya. Tanpa disadari Calvin, Bob sebenarnya adalah seorang agen CIA yang tengah menyelidiki dalang pelaku yang membocorkan informasi rahasia negara. Calvin bersama Bob terlibat dalam sebuah petualangan spionase penuh aksi dan baku tembak yang sebelumnya tidak akan pernah ia bayangkan.

Jika sudah melihat trailer-nya, apa yang ada di dalamnya adalah nyaris semua plot yang ada di filmnya. Tak ada kejutan berarti dan kisahnya pun hanya menarik di awal. Sisanya adalah aksi petualangan dengan bumbu spionase yang tipikal dan membosankan. Kekuatan filmya jelas pada komedi verbal duo bintang utamanya. Hart memang sudah dikenal sebagai komedian papan atas dan Johnson terbukti kini adalah aktor multi talenta. Celoteh dan dialog ringan dari kedua karakter ini justru jauh lebih menghibur ketimbang sekuen aksi-aksinya. Guyonan mereka pun tergolong sopan, tidak jorok, serta tidak mengumbar kata-kata kasar seperti kebanyakan komedi aksi sejenis.

Baca Juga  Hunger

Central Intelligence menawarkan apa yang diperlihatkan semua dalam trailer-nya. Tak lebih tak kurang. Beberapa aksi komedi duo, Hart dan Johnson, memang mengundang tawa namun sisanya adalah adegan aksi tipikal genrenya. Kejutan kecil adalah munculnya nama-nama top dalam deretan kastingnya sekalipun mereka hanya muncul selintas, seperti Jason Bateman, Aaron Paul, hingga Melissa McCarthy. Kekuatan bintang Dwayne Johnson rasanya bakal menjadi penentu keberhasilan komersil film ini. Sekuel? Berharap saja tidak.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
50 %
Artikel SebelumnyaSurga Menanti
Artikel BerikutnyaFinding Dory
A lifelong cinephile, he cultivated a deep interest in film from a young age. Following his architectural studies, he embarked on an independent exploration of film theory and history. His passion for cinema manifested in 2006 when he began writing articles and film reviews. This extensive experience subsequently led him to a teaching position at the esteemed Television and Film Academy in Yogyakarta. From 2003 to 2019, he enriched the minds of students by instructing them in Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory. His scholarly pursuits extended beyond the classroom. In 2008, he published his seminal work, "Understanding Film," which delves into the core elements of film, both narrative and cinematic. The book's enduring value is evidenced by its second edition, released in 2018, which has become a cornerstone reference for film and communication academics across Indonesia. His contributions extend beyond his own authorship. He actively participated in the compilation of the Montase Film Bulletin Compilation Book Volumes 1-3 and "30 Best Selling Indonesian Films 2012-2018." Further solidifying his expertise, he authored both "Horror Film Book: From Caligari to Hereditary" (2023) and "Indonesian Horror Film: Rising from the Grave" (2023). His passion for film extends to the present day. He continues to provide insightful critiques of contemporary films on montasefilm.com, while actively participating in film production endeavors with the Montase Film Community. His own short films have garnered critical acclaim at numerous festivals, both domestically and internationally. Recognizing his exceptional talent, the 2022 Indonesian Film Festival shortlisted his writing for Best Film Criticism (Top 15). His dedication to the field continues, as he currently serves as a practitioner-lecturer for Film Criticism and Film Theory courses at the Yogyakarta Indonesian Institute of the Arts' Independent Practitioner Program.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.