Hotel Mumbai (2018)
123 min|Drama, History, Thriller|29 Mar 2019
7.6Rating: 7.6 / 10 from 22,515 usersMetascore: 64
The true story of the Taj Hotel terrorist attack in Mumbai. Hotel staff risk their lives to keep everyone safe as people make unthinkable sacrifices to protect themselves and their families.

Pembaca mungkin masih ingat pada tahun 2008 terdapat serangkaian aksi terorisme di Kota Mumbai dan salah satunya berlokasi di Taj Mahal Palace Hotel. Aksi penembakan brutal dan ledakan bom dilakukan di beberapa titik di Kota Mumbai yang berlangsung hingga beberapa hari. Aksi massal ini menewaskan setidaknya 174 warga sipil dan ratusan warga lainnya mengalami luka berat. Aksi ini menarik perhatian dunia internasional yang meliput peristiwa ini secara langsung selama berhari-hari.

Hotel Mumbai merupakan film dokudrama produksi patungan Australia – India yang naskahnya didasarkan film dokumenter pendek Surviving Mumbai (2009). Uniknya, sineas debutan asal Australia, Anthony Maras mengarahkan sekaligus menulis naskah film berbujet US$ 8 juta ini. Film ini juga dibintangi Dev Patel, Armie Hammer, Jason Issac, Nazanin Boniadi, dan Anupam Kher. Plot filmnya terfokus pada aksi brutal yang terjadi di Hotel Mumbai, sesaat sebelum peristiwa terjadi dengan mengambil beberapa sudut pandang tokoh, yakni para teroris, pelayan hotel, kepala koki, hingga beberapa tamu penting.

Satu hal pokok yang menjadi kekuatan terbesar filmnya adalah intensitas ketegangan tanpa henti sejak awal hingga akhir. Jangan berharap adanya jeda untuk mengambil nafas. Alur plotnya yang bergerak cepat secara efektif berpindah dari satu tokoh ke tokoh lain untuk mengambarkan situasi pada masing-masing tempat. Aksi berdarah berlangsung demikian cepat. Para teroris menyusuri lantai demi lantai dan kamar demi kamar untuk menembaki secara brutal semua orang yang ada di sana. Membayangkan aksi ini sungguh-sungguh terjadi begitu teramat mengerikan! Dengan gaya kamera handheld, editing cepat, dan tone warna gambar, film ini mampu menyajikan secara visual layaknya dokumentasi. Bersama naskah dan kemasan visualnya tak sulit bagi penonton untuk masuk ke dalam filmnya.

Baca Juga  Toy Story 4

Jangan membayangkan ada sosok macam John Mclane (Die Hard) dengan segala aksi heroiknya. Namun, bukan lantas film ini tak mampu menyajikan aksi-aksi berkualitas. Aksi kucing-kucingan antara para teroris dan kru hotel, para tamu, serta pihak polisi dijamin membuat kita duduk tak nyaman di bangku bioskop sepanjang film. Aksi brutal tak segan-segan disajikan secara eksplisit. Sejak lama, saya menantikan aksi-aksi ketegangan yang sepadan dengan Die Hard, dan siapa sangka film aksi dokudrama macam ini bakal menjadi kandidatnya. Dalam banyak momen, Hotel Mumbai justru mampu menampilkan sajian aksi yang jauh lebih menegangkan.

Dengan naskah solid, ketegangan tanpa henti, serta penampilan kuat para pemainnya, Hotel Mumbai mudah untuk bisa dikatakan sebagai salah satu film dokudrama terbaik yang pernah ada. Film ini jelas merefleksikan situasi yang terjadi di dunia saat ini di mana agama masih menjadi isu yang sangat sensitif. Konon kabarnya, jadwal rilis film ini diundur di New Zealand pascakejadian aksi penembakan brutal pada Masjid di kota Christchurch. Hotel Mumbai juga secara gamblang dalam beberapa momennya menyajikan adegan drama yang menyentuh. Para tamu bagi karyawan hotel, mereka tak memandang ras, asal negara, agama, serta lainnya karena Tamu (bagi mereka) adalah layaknya Dewa, ujar sang kepala koki.

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
90 %
Artikel SebelumnyaPet Sematary
Artikel BerikutnyaHellboy
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga kini. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.