One Cut of the Dead (2017)
96 min|Comedy, Horror|23 Aug 2018
8.2Rating: 8.2 / 10 from 1,633 usersMetascore: N/A
Things go badly for a hack director and film crew shooting a low budget zombie movie in an abandoned WWII Japanese facility, when they are attacked by real zombies.

Mengandung SPOILER!

One Cut of the Dead (Kamera O Tomeru Na!) adalah film komedi “zombi” laris arahan Shinichiro Ueda. Konon film berdurasi 97 menit ini hanya diproduksi dengan bujet sebesar 3 juta Yen (sekitar Rp 400 juta), namun mampu meraup keuntungan kotor sebesar 1000 x lipat bujetnya!! Film unik ini juga dibintangi aktor-aktris pendatang baru dan amatir. Film yang awalnya hanya diputar di satu teater kecil perlahan mulai meraih reputasinya di beberapa festival film hingga didistribusi luas bahkan hingga internasional. Pujian tinggi datang dari para kritikus barat, bahkan website populer rottentomatoes.com hingga artikel ini ditulis, memberi poin sempurna 100%. Sebagus apa sih filmnya?

Film dibuka dengan satu adegan produksi film yang mengetengahkan kisah zombi di sebuah gudang mesin tua. Tak disangka, zombi sungguhan menyerang para pemain dan kru produksi. Keeadaan semakin bertambah kacau karena beberapa dari kru film tergigit dan berubah menjadi zombi. Satu gadis muda yang juga pemain tokoh utama dikejar ke sana kemari hingga akhirnya ia berhasil membunuh semua zombi termasuk para krunya. The End. Kredit film pun muncul.

Film selesai? Tentu tidak. Bahkan jauh dari kata rampung! Ini baru permulaan saja. Satu film pendek berdurasi 39 menit yang menggunakan satu shot (long take) ini ternyata adalah produk film dari satu rumah produksi untuk satu program acara televisi yang ditayangkan live! Bingung? Sederhananya begini. Film ini terbagi menjadi tiga segmen besar. Pertama adalah film pendek berjudul One Cut of the Dead. Kedua adalah proses praproduksi film One Cut of the Dead. Ketiga adalah proses produksi film One Cut of the Dead.

Baca Juga  The Villainess

Tentu penonton bakal kebingungan melihat segmen pertama yang absurd ini. Namun, justru ini adalah kuncinya. Kecermatan dan detail oberservasi penonton pada film pendek ini tentu bakal berimbas pada segmen akhir filmnya yang sangat sangat edan! Kita sudah tahu, betapa kacaunya hasil akhir film ini, dan kita akhirnya tahu, apa yang terjadi di balik itu semua. Rasanya tak ada film yang mampu menghadirkan sisi komedi sekonyol ini sejak beberapa dekade terakhir. Dijamin seisi bioskop bakal meledak hebat tawanya!

Bisa jadi ada film dengan formula seperti ini sebelumnya, namun bagi saya, film ini teramat segar dan inovatif. Segmen awal yang begitu absurd, berlanjut dengan dua segmen berikutnya yang penuh dengan kejutan. Sekali lagi, observasi kita pada alur plotnya teramat penting karena plot film ini sangatlah detail. Hanya satu momen kecil saja di segmen pertama bisa menjadi kejutan luar biasa pada segmen final. Kejutan demi kejutan seolah tak ada habisnya. Tak disangka, film berbujet relatif murah seperti ini masih mampu memberikan kejutan cerita dan sinematik yang demikian hebat bagi penonton, terlebih para pengamat film.

Melalui pendekatan cerita dan estetik yang segar, One Cut of the Dead, tidak hanya sebagai tribute genre komedi dan subgenre “zombi”, namun juga tribute istimewa terhadap seni film itu sendiri dan para pembuatnya. Tak ada komentar lain buat film komedi brilian ini selain jenius untuk pembuat filmnya! Tak banyak tulisan saya tentang rincian tokoh dan alur plotnya karena Anda harus melihatnya sendiri untuk mempercayainya. Tak ragu, One Cut of the Dead adalah salah satu film terbaik tahun ini dan tak mustahil film ini meraih Oscar untuk kategori Best Foreign Languange. This film already got my vote!

WATCH TRAILER

PENILAIAN KAMI
Overall
100 %
Artikel SebelumnyaCreed II
Artikel BerikutnyaNamaMu Kata Pertamaku
Himawan Pratista
Hobi menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari Jurusan Arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan ulasan film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar sebuah Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga kini. Buku karya debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film secara naratif dan sinematik. Buku keduanya, Memahami Film - Edisi Kedua (2017) kini sudah terbit.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini