Every Breath You Take (2021)
105 min|Thriller|02 Apr 2021
5.0Rating: 5.0 / 10 from 596 usersMetascore: 34
A psychiatrist, whose client commits suicide, finds his family life disrupted after introducing her surviving brother to his wife and daughter.

Pernah tidak kamu menonton film yang kisahnya bisa kamu baca seluruhnya sejak segmen awal? Every Breath You Take adalah satu contoh yang sempurna untuk kasus ini. Every Breath You Take adalah film drama thriller arahan Vaugn Stein yang dibintangi sederetan bintang berkelas, yakni Cassie Affleck, Rachell Monaghan, serta Sam Claflin. Seberapa burukkah film ini? Nyaris semua lininya.

Grace (Monaghan) adalah seorang istri yang masih trauma akibat kecelakaan putranya. Hidup mereka, termasuk suaminya Phillip (Affleck), dan putrinya Lucy, berubah menjadi lebih berjarak sejak momen ini. Suatu ketika, Phillip yang seorang psikiater, kehilangan pasiennya yang diduga bunuh diri. Padahal pasien ini adalah obyek riset ilmiahnya yang dianggap sebagai terobosan baru dalam ranah psikologi. Ketika datang James, sang kakak korban, hidup mereka bertiga pun berubah untuk selamanya.

Tidak bisa dipercaya. Bagaimana mungkin pembuat film tidak mampu melihat naskah film yang begitu buruk sejak awal? Alur kisahnya jelas sekali mudah terbaca dan sungguh tidak masuk akal.  Ibarat jika kamu fast forward filmnya, tidak akan ada satu pun yang terlewatkan hingga klimaksnya. Plot macam ini, rasanya lebih ideal untuk B-Movies yang lebih mementingkan adegan seks ketimbang plot yang memikat. Sang sineas tampak kurang terampil mengolah informasi dan motif cerita yang mampu membuat sisi misteri dan suspence-nya lebih menggigit, serta membuang waktu dengan subplot yang tak penting.

Baca Juga  Krampus

Dengan kasting besar bertalentanya, Every Breath You Take hanya butuh hingga titik balik pertama cerita untuk membaca arah plotnya sejak awal hingga klimaks. Tak ada yang buruk dari akting para pemain selain hanya naskah dan pilihan plot yang buruk. Film thriller keluarga macam ini sudah terlalu banyak jumlahnya, namun faktanya hanya sedikit yang berkualitas. Jika ingin mendapat tontonan thriller berkelas sejenis, coba saja tilik film-film karya David Fincher.

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
20 %
Artikel SebelumnyaHappy Cleaners
Artikel BerikutnyaMortal Kombat
Himawan Pratista
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.