Godzilla vs. Kong (2021)
113 min|Action, Sci-Fi, Thriller|31 Mar 2021
6.7Rating: 6.7 / 10 from 56,735 usersMetascore: 60
The epic next chapter in the cinematic Monsterverse pits two of the greatest icons in motion picture history against one another - the fearsome Godzilla and the mighty Kong - with humanity caught in the balance.

Godzilla vs. Kong merupakan seri keempat dari semesta sinematik, MonsterVerse yang diawali melalui Godzilla (2014). Film ini diarahkan oleh Adam Wingard yang menandai sineas yang berbeda yang menggarap tiga film sebelumnya. Film ini dibintangi oleh Rebecca Hall, Alexander Skarsgard, Brian Tyree Henry, serta para pemain seri sebelumnya, yakni Millie Bobby Brown dan Kyle Chandler. Film berbujet lebih dari USD 150 juta yang sejatinya rilis November tahun lalu ini, akibat pandemi baru dirilis pekan ini di teater dan secara streaming di platform HBO Max. So, apakah filmnya juga sama pencapaiannya seperti satu seri sebelumnya (The King of Monsters)?

Para ahli telah menemukan rongga dalam bumi (hollow earth) yang disinyalir merupakan tempat para monster berasal. Rencana menggiring para monster untuk mengembalikan ke tempat asal mereka adalah mengumpankannya dengan Kong. Godzilla yang merupakan seteru abadi Kong, diyakini akan mengikuti kera raksasa tersebut jika ia masuk ke dalam rongga bumi. Namun, di luar dugaan, satu perusahaan lain memiliki rencana yang berbeda untuk memusnahkan para monster dari permukaan bumi.

Baca Juga  Deepwater Horizon

Yah, sederhananya plotnya begitu. Detilnya, saya sendiri sudah tak paham, karena semua logika cerita seri terdahulu seolah sudah tak dianggap. Plot Godzilla vs. Kong jelas dipaksakan dan mengada-ada untuk membuat kisahnya bisa berjalan agar memancing adegan aksi skala besar bisa terjadi. Rongga bumi? Duh, ini apa pula? Mengapa kesenjangan teknologi dalam dunia cerita film pertama dan kedua, begitu jauh berbeda dengan film ini? Banyak hal sungguh tak bisa dinalar menggunakan logika cerita sebelumnya. Bicara untuk kebaikan umat manusia juga hanya omong kosong. Godzilla yang awalnya (Godzilla/2014) memiliki konsep pelindung umat manusia kini berbalik menjadi pemusnah umat manusia. Konsep filosofi keseimbangan alam yang dulu diagungkan kini hilang tak berbekas. Ini yang membuat filmnya tidak memiliki dimensi manusia sama sekali dan hanya sekadar menyajikan superioritas para monster.

Seperti yang dijanjikan judulnya, Godzilla vs. Kong semata menyajikan aksi besar dengan gemerlap efek visual melalui konsep naskah yang sudah melenceng jauh dari seri pertamanya, tanpa sedikit pun human value di dalamnya. Seri ini kini tak ada ubahnya seperti film anak-anak. Sejak dua dekade lalu, rasanya Godzilla vs. Kong adalah salah satu film blockbuster terburuk yang pernah diproduksi. Sementara Godzilla (2014) adalah salah satu film fiksi Ilmiah terbaik yang pernah diproduksi, baik secara konsep cerita maupun pendekatan estetiknya.

Stay safe and Healthy!

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
20 %
Artikel SebelumnyaPersahabatan Bagai Kepompong
Artikel BerikutnyaThe Father
Himawan Pratista
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.