Serialisasi manga berjudul Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami kini telah mendapatkan adaptasi filmnya, Jujutsu Kaisen 0. Setelah popularitasnya melonjak sejak penayangan adaptasi TV anime-nya pada musim dingin tahun lalu. Melalui arahan Seong-Hu Park, Jujutsu Kaisen 0 diproduksi oleh Toho Animation dengan Studio MAPPA yang tahun lalu menggawangi grafis untuk versi TV-nya. Para bintang yang menjadi pengisi suara untuk tokoh-tokohnya antara lain Megumi Ogata, Kana Hanazawa, Yûichi Nakamura, Mikako Komatsu, Koki Uchiyama, Tomokazu Seki, dan Takahiro Sakurai. Bagaimana masa lalu sosok Yuuta Okkotsu yang terkenal dengan roh terkutuknya dikisahkan melalui film ini?

Yuuta Okkotsu (Ogata) dianggap sebagai salah satu penyihir terkuat. Tingkatannya yang lebih-kurang menyamai Satoru Gojo (Nakamura) berakar dari jumlah energi kutukannya yang sangat besar. Tidak hanya itu, Yuuta juga membawa sesosok mengerikan roh terkutuk bernama Rika yang dijuluki Queen of Curse (Hanazawa). Sampai-sampai Yuuta langsung dikategorikan ke level “kelas khusus” saat baru kali pertama memasuki sekolah penyihir. Namun segala yang dimilikinya ini tidaklah datang dengan permintaan. Ada masa lalu kelam di balik kepemilikannya terhadap energi kutukan besar dan roh terkutuk itu. Di sisi lain, Gojo yang melihat potensi Yuuta di masa depan membimbingnya agar dapat mengatasi masalah-masalahnya.

Jujutsu Kaisen 0 dinanti-nantikan oleh pengikut manga dan serial TV-nya, karena ingin melihat penampilan Yuuta Okkotsu dan Rika Orimoto sekaligus kisah masa lalu mereka. Namun fokus cerita Jujutsu Kaisen 0 jadi bergeser, dari kisah masa lalu Yuuta menjadi aksi-aksi para shaman di kota-kota. Alhasil, sosok Yuuta, Rika, dan relasi keduanya tak benar-benar membekas kuat dalam benak dan ingatan kita.

Sosok Rika, sang roh kutukan berkekuatan dahsyat yang semestinya mengerikan dan penuh teror pun malah jadi kurang kuat, ketika pengisi suaranya adalah Hanazawa. Karakteristik suara darinya lebih cocok untuk tokoh-tokoh kakak perempuan atau guru muda, alih-alih “setan”. Dialog yang muluk-muluk di bagian pertarungan antara Yuuta dan Suguru (Sakurai), juga beberapa kali mereduksi kedalaman penghayatan dari Ogata untuk suara Yuuta. Meski memang di banyak adegan lain sudah bagus. Penekanan dan penghayatan Ogata dalam dialog Yuuta di bagian lain dapat tersampaikan dengan baik dan menggetarkan penonton.

Baca Juga  Dragon Ball Super: Broly

Penurunan emosi yang signifikan lalu terjadi di penghujung Jujutsu Kaisen 0. Sayang sekali, karena emosi yang tercipta dari tragedi dan suasana perpisahan antara Yuuta dan Rika malah pecah di credit scene. Sineas Jujutsu Kaisen 0 begitu ceroboh meletakkan dua lagu dengan emosi yang kontras sebagai lagu latar untuk credit scene. Padahal ada potensi di sana untuk setidaknya mencoba format yang digunakan Kimetsu no Yaiba: Mugen Train pada credit scene-nya. Dengan format semacam itu, rasa haru, kesedihan, empati, dan simpati yang berhasil terbangun hingga ke akhir film dapat bertahan lama meski sudah memasuki credit scene. Namun tidak. Walhasil, kekuatan dari momen perpisahan antara kedua tokoh sentral tersebut berkurang.

Musik latar di laga terakhir yang ternyata mengandung vokal juga sama saja, mengganggu ketegangan duel Yuuta dan Suguru. Tekanan dari perasaan marah Yuuta yang ikut dirasakan penonton jadi pecah karenanya. Kebiasaan yang selalu dilakukan sutradara Jujutsu Kaisen 0 ke setiap episode serial Jujutsu Kaisen arahannya, dibawa pula ke medium film. Tanpa Seong-Hu Park sadari, tindakan semacam ini justru mengabaikan potensi untuk bisa meraup emosi dari penonton. Grafis untuk duel Yuuta dan Suguru pun terlihat acak di area yang luas. Efek suaranya juga lama kelamaan cenderung mengarah ke berisik, daripada nyaman untuk dinikmati.

Jujutsu Kaisen 0 mudah dinikmati oleh penggemar adegan aksi dalam anime, tetapi lemah di bangunan drama tragedinya. Level olahan grafis untuk animasinya memang tak diragukan lagi ketika digarap dengan sungguh-sungguh oleh MAPPA. Namun saking banyaknya perkelahian dalam Jujutsu Kaisen 0 membuat fokus utama cerita jadi kabur. Kalau saja plot laga di kota dikurangi dengan meniadakan kemunculan dari beberapa siswa dan meminimalkan adegan dari para petinggi. Meski demikian, Jujutsu Kaisen 0 sedikit memanjakan lagi para pengikut kisah para shaman (penyihir) pembasmi roh-roh jahat dengan cuplikan di post-credit scene-nya.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaBlack Crab
Artikel BerikutnyaDeep Water
Miftachul Arifin lahir di Kediri pada 9 November 1996. Pernah aktif mengikuti organisasi tingkat institut, yaitu Lembaga Pers Mahasiswa Pressisi (2015-2021) di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, juga turut andil menjadi salah satu penulis dan editor dalam media cetak Majalah Art Effect, Buletin Kontemporer, dan Zine K-Louder, serta media daring lpmpressisi.com. Pernah pula menjadi kontributor terpilih kategori cerpen lomba Sayembara Goresan Pena oleh Jendela Sastra Indonesia (2017), Juara Harapan 1 lomba Kepenulisan Cerita Pendek oleh Ikatan Penulis Mahasiswa Al Khoziny (2018), Penulis Terpilih lomba Cipta Puisi 2018 Tingkat Nasional oleh Sualla Media (2018), dan menjadi Juara Utama lomba Short Story And Photography Contest oleh Kamadhis UGM (2018). Memiliki buku novel bergenre fantasi dengan judul Mansheviora: Semesta Alterna􀆟f yang diterbitkan secara selfpublishing. Selain itu, juga menjadi salah seorang penulis top tier dalam situs web populer bertema umum serta teknologi, yakni selasar.com dan lockhartlondon.com, yang telah berjalan selama lebih-kurang satu tahun (2020-2021). Latar belakangnya dari bidang film dan minatnya dalam bidang kepenulisan, menjadi motivasi dan alasannya untuk bergabung dengan Komunitas Film Montase sejak tahun 2019. Semenjak menjadi bagian Komunitas Film Montase, telah aktif menulis hingga puluhan ulasan Film Indonesia dalam situs web montasefilm.com. Prestasi besar terakhirnya adalah menjadi nominator Festival Film Indonesia 2021 untuk kategori Kritikus Film Terbaik melalui artikel "Asih, Cermin Horor Indonesia Kontemporer" bersama rekan penulisnya, Agustinus Dwi Nugroho.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.