Jurassic World Dominion (2022)
147 min|Action, Adventure, Sci-Fi|10 Jun 2022
5.6Rating: 5.6 / 10 from 199,764 usersMetascore: 38
Four years after the destruction of Isla Nublar, Biosyn operatives attempt to track down Maisie Lockwood, while Dr Ellie Sattler investigates a genetically engineered swarm of giant insects.

Setelah tiga dekade lebih hadir dengan lima film, sejak Jurrasic Park (1993), franchise raksasa ini seperti tak pernah habis walau kisahnya sebenarnya sudah habis. Jurassic World dan sekuelnya, intinya hanyalah template dari Jurassic Park dan The Lost World dengan menghadirkan dinosaurus lebih banyak. Tidak lebih. Bertahan hidup dengan kucing-kucingan ala Alien, koorperasi rakus, ilmuwan bijak pecinta dino, serta embel-embel berdamai dengan para dino tak pernah lepas dari plotnya. Kini seri terakhirnya, Jurrasic World Dominion mau apa lagi? Tak ada apa pun, selain sisi nostalgia.

Jurrasic World Dominion adalah seri ke-6 dari seri Jurrasic Park (JP), dan film penutup dari trilogi Jurrasic World. Film ini kembali dalam arahan Colin Trevorrow, dengan Steven Spielberg duduk di kursi executive producer. Film ini dibintangi para pemain seri sebelumnya, Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, termasuk kembalinya tiga pemain seri aslinya, Laura Dern, Sam Neill, dan Jeff Goldblum. Dengan megabujet USD 168 juta, apakah film ini masih memiliki cakar untuk memuncaki box office?

Saya masih ingat betul ketika menonton Jurrasic Park tiga dekade lalu yang membuat penonton terkagum-kagum dengan kemunculan para dinonya (walau hanya sedikit). Tak banyak perbedaan signifikan sejak dulu dan sekarang (CGI) yang mampu disajikan begitu nyata. Bagi saya, bukan dinonya yang mencuri perhatian, namun bagaimana alur plotnya dituturkan. Segmen aksinya, tak ubahnya tipikal  plot “alien” hanya kini monsternya adalah dinosaurus. Segmen dialog di ruang makan, sampai kini masih menjadi satu pengadeganan dialog paling membekas dalam medium film. Adegan ini menjadi kunci seri ini dan semua filmnya (termasuk JWD) merepresentasikan apa yang mereka prediksikan benar adanya.

JWD melanjutkan kisah dari Fallen Kingdom, di mana kini Dinosaurus hidup bebas dan mulai mengancam wilayah manusia. Kisah pun bergerak ke bencana pangan akibat belalang mutasi yang diambil dari gen dinosaurus. Belalang ini diperkirakan bakal cepat membawa umat manusia ke bencana kemiskinan dan kelaparan besar di seluruh dunia. Ellie Satler (Dern) yang mengamati fenomena ini menganggap perusahaan Biosyn sengaja menyebarkan belalang ini untuk mendominasi pangan dunia dengan benih unggulan milik mereka. Malcolm (Goldblum) yang kini bekerja untuk Biosyn mengundang dua sobat lamanya Ellie dan Ian Grant (Sam Neill) untuk secara diam-diam mengambil sampel belalang tersebut. Sementara Biosyn juga mengincar Maisie Lockwood yang kini diadopsi oleh Claire (Howard) dan Owen (Pratt). Maisie dikisahkan memiliki genetik unggulan yang dikembangkan ibunya untuk bisa mengatasi banyak penyakit kronis. Maisie pun berhasil diculik dan dibawa ke Biosyn.

Baca Juga  Looper

Kombinasi dua plot utama pada kisahnya memang membuat plotnya menarik dan berbeda dari seri sebelumnya. Sisi nostalgia banyak dibangun dari sosok Ellie, Alan, dan Malcom melalui pengalaman mereka di JP serta pembawaan karakter masing-masingnya yang unik. Selipan komedi justru lebih banyak dibangun dari tiga sosok ini ketimbang sosok Owen dan Claire yang tampil serius. Sisi drama (baca: dialog) juga kini lebih dominan tinimbang aksinya. Elemen plot dari JP juga digunakan dalam segmen klimaksnya, pelarian dari Biosyn. Intensitas ketegangan dibangun dengan tipikal cat-mouse dengan para dino seperti sebelumnya. Hanya saja, patut dicatat satu segmen aksi pengejaran ala Mission Impossible di Malta memang disajikan mengesankan dan memicu adrenalin kita.

Jurrasic World Dominion menutup triloginya melalui tipikal aksi dan plot serinya dengan tambahan sisi nostalgia dari seri aslinya. Setidaknya dari sisi cerita, JWD adalah sebuah peningkatan dari dua seri sebelumnya. JWD mencoba mencari solusi bijak dari kisahnya yang memang sudah mentok. Seperti kata Ian Malcolm di Jurrasic Park, “Life finds a way”. Jika film ini masih sukses besar, tentu studio tidak akan menutup begitu saja franchise raksasa ini. Saya pikir, seri ini masih punya potensi melalui perspektif cerita yang berbeda, tidak hanya sekadar aksi main petak umpet dengan para predator ini. Harus diakui pula, untuk tema besar, “Playing God”, franchise ini masih salah satu yang terbaik dalam sejarah medium film melalui pencapaian visualnya.

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel SebelumnyaSatria Dewa: Gatotkaca
Artikel BerikutnyaHustle
Hobinya menonton film sejak kecil dan mendalami teori dan sejarah film secara otodidak setelah lulus dari studi arsitektur. Ia mulai menulis artikel dan mengulas film sejak tahun 2006. Karena pengalamannya, penulis ditarik menjadi staf pengajar di Akademi Televisi dan Film swasta di Yogyakarta untuk mengajar Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film sejak tahun 2003 hingga tahun 2019. Buku film debutnya adalah Memahami Film (2008) yang memilah seni film sebagai naratif dan sinematik. Buku edisi kedua Memahami Film terbit pada tahun 2018. Buku ini menjadi referensi favorit bagi para akademisi film dan komunikasi di seluruh Indonesia. Ia juga terlibat dalam penulisan Buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol. 1-3 serta 30 Film Indonesia Terlaris 2012-2018. Ia juga menulis Buku Film Horor: Dari Caligari ke Hereditary (2023) serta Film Horor Indonesia: Bangkit Dari Kubur (2023). Hingga kini, ia masih menulis ulasan film-film terbaru di montasefilm.com dan terlibat dalam semua produksi film di Komunitas Film Montase. Film- film pendek arahannya banyak mendapat apresiasi tinggi di banyak festival, baik lokal maupun internasional. Baru lalu, tulisannya masuk dalam shortlist (15 besar) Kritik Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2022. Sejak tahun 2022 hingga kini, ia juga menjadi pengajar praktisi untuk Mata Kuliah Kritik Film dan Teori Film di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dalam Program Praktisi Mandiri.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.