Raya and the Last Dragon (2021)
107 min|Animation, Action, Adventure, Comedy, Family, Fantasy|05 Mar 2021
7.5Rating: 7.5 / 10 from 40,668 usersMetascore: 75
In a realm known as Kumandra, a re-imagined Earth inhabited by an ancient civilization, a warrior named Raya is determined to find the last dragon.

Raya and The Last Dragon adalah film produksi Walt Disney Animation Studios yang digarap oleh Don Hall dan Carloz Lopez Estrada. Kisahnya yang berupa fiksi, konon diinspirasi dari kombinasi cerita budaya negara-negara di Asia Tenggara. Film ini diisi vokalnya oleh beberapa nama yang tak asing lagi, seperti Kelly Marie Tran, Awkwafina, Gemma Chan, Benedict Wong, Sandra Oh, hingga Alan Tudyk. Lantas seberapa dekat kini Walt Disney Animation dekat dengan pesaing terbesarnya (Pixar Studios)? Dengan Raya and the Last Dragon rasanya kini mereka sudah berada di level yang sama.

Alkisah ratusan tahun silam terdapat negeri antah berantah bernama Kumandra yang aman sentosa. Negeri nyaris musnah seketika akibat entiti gelap bernama Druun, sebelum diselamatkan oleh seekor naga mistik bernama Sisu. Setelahnya, Kumandra terpecah menjadi lima wilayah yang saling bermusuhan selama ratusan tahun, yakni Heart, Tail, Fang, Spine, dan Talon. Raya adalah putri cilik dari ketua suku Heart yang memiliki harapan menyatukan kelima wilayah ini. Akibat kelalaian Raya menyebabkan Druun kembali muncul yang nyaris memusnahkan seluruh negeri. Enam tahun berselang, Raya kini mencoba menutup kesalahan masa ciliknya dengan mencari Sisu yang konon terjebak di antara hilir sungai wilayah Kumandra. Harapan Raya, sang naga mampu menyelamatkan sang ayah dan menyatukan seluruh negeri.

Baca Juga  The Vigil

Kisah Raya sederhana dan tak sulit untuk diikuti penonton segala usia. Sejauh ini, Raya adalah kisah terbaik yang pernah disajikan Walt Disney Animation dengan segala kekayaan dan keunikan ceritanya. Plot yang berupa petualangan dan pencarian dengan belasan karakter unik, variasi lokasi cerita, serta sisipan bayolannya, tak bakal membuat penonton sedetik pun merasa bosan. Tak hanya ini, Raya juga memiliki kisah yang menyentuh dengan pesan mendalam tentang rasa saling percaya dan persahabatan. Dengan pesona estetiknya, khususnya visualnya yang sangat luar biasa, Raya adalah sebuah tontonan komplit yang bakal memuaskan penontonnya.

Dengan pencapaian visual berkualitas tinggi serta kisah yang menghibur sekaligus pesan mendalam, Raya and the Last Dragon sejauh ini adalah film animasi produksi Walt Disney Animation yang terbaik. Hangat, menghibur, mendidik, dan di atas semuanya memiliki ketulusan dan jiwa besar. Apa lagi yang mau kita cari? Kisah Raya sangat terhubung dengan apa yang tengah terjadi dengan umat manusia sekarang. Pesan film ini bisa menjadi solusi masa kelam yang hingga kini tak kunjung tuntas. Kita memang membutuhkan tontonan seperti ini. Tak hanya sekadar tontonan menghibur, namun juga mampu membangkitkan kesadaran kolektif tentang situasi yang kita alami sekarang. Berani bertaruh? Film ini rasanya bakal meraih Piala Oscar untuk film animasi terbaik tahun depan. Jangan lewatkan tontonan berkelas dan berkualitas ini di bioskop terdekat. Keep your distance and wear a mask.

Stay safe and Healthy.

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
90 %
Artikel SebelumnyaSon
Artikel BerikutnyaThe Mauritanian
Himawan Pratista
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.